Kebiasaan Berfikir Percaya Diri

Oleh: Teguh W. Utomo

Oleh: Teguh W. Utomo


MEPNews.id – Dalam berbagai interaksi sosial, kepercayaan diri menjadi kunci utama. Orang yang percaya diri bisa lebih nyaman dalam membawa dirinya dalam kondisi sapa pun. Orang yang percaya diri akan membuat orang lain terkesan bahwa ia mampu melakukan sesuatu.

Masalahnya, banyak orang merasa kurang percaya diri, merasa minder, merasa kecil, bahkan sebelum menghadapi kondisi yang sebenarnya harus dihadapi. Nah, adakah kebiasaan mental yang bisa meningkatkan rasa percaya diri?

Ya pasti ada, lah. Salah satunya adalah mengubah pola pikir. Jangan membiasakan berfikir merendahkan diri. Rendah hati, boleh. Rendah diri, jangan. Biasakanlah berfikir seperti cara orang-orang yang sangat percaya diri. Lalu, praktikkan perilaku yang meningkatkan kepercayaan diri dan proyeksikan rasa itu kepada orang lain.

Nah, berikut ini beberapa kebiasaan berfikir orang percaya diri.

1. Jangan khawatir jika Anda tidak merasa percaya diri sepanjang waktu.
Lho, koq begitu? Dr. Alice Boyes, dalam buku terbarunya, The Healthy Mind Toolkit, menggambarkan dia membutuhkan kepercayaan diri sekaligus keraguan diri untuk menghasilkan karya terbaik. Sedikit keraguan dapat membuat Anda rendah hati untuk menyadari Anda mungkin perlu belajar lebih banyak atau bekerja lebih keras. Ini bahkan memberi Anda tekad untuk terus berjalan dan menunjukkan kepada orang-orang apa yang Anda bisa hasilkan. Keraguan, menurut Boyes, “Menyebabkan kita bisa mempertanyakan apa yang kita lakukan, mempersiapkan mental kita untuk menerima perubahan, mendorong kita bekerja lebih keras atau berbeda, dan menyebabkan kita mengambil pendekatan lebih kooperatif dalam menangani orang-orang yang tidak sependapat.” Sebaliknya, kalau terus-menerus terlalu percaya diri, orang bisa jadi sombong dan tidak mengakui kekuatan lebih besar dari Atas.

2. Peduli pada Diri Sendiri di Masa Depan.
Menunjukkan kepedulian pada Diri Anda di Masa Depan ini spektrumnya luas. Dapat berupa tindakan kecil mengisi tangki bensin sore karena besok pagi Anda akan sibuk. Dapat pula berupa berolahraga sekarang untuk kesehatan lebih baik seiring bertambahnya usia. “Saya tidak ingin olahraga,” Anda bisa berkata kepada diri sendiri, “Tapi Diri Saya di Masa Depan pasti akan menghargai kebiasaan olahraga ini.” Leo Babauta, pakar kebiasaan sehat, menunjukkan orang yang tidak menunda-nunda juga isyarat menjadi Diri di Masa Depan yang bahagia.

3. Berlatihlah berbicara pada sendiri dengan kasih sayang tapi realistis.
Mampu menyadari saat menderita, mampu menghibur diri sendiri, dan mengatakan pada diri sendiri bahwa “Esok adalah hari yang lain,” akan membantu Anda menerima diri sendiri dengan baik, bahkan ketika Anda belum mampu menangani diri sendiri seperti yang Anda inginkan. Jika bisa bersikap mendukung dan baik pada diri sendiri saat Anda membuat kesalahan, itu tidak hanya meningkatkan harga diri tapi juga meningkatkan motivasi dan pengendalian diri. Itu menurut penelitian yang dikutip psikolog Kelly McGonigal dalam buku The Willpower Instinct.

Beberapa contoh berbicara dengan welas asih pada diri sendiri;
• “Memang kau tidak melakukan sebaik yang kau inginkan. Tapi, mengingat kondisimu memang belum baik, kamu sudah sangat hebat hanya karena sudah melewatinya.”
• “Ya, kau merasa tidak enak karena tidak mengatakan TIDAK atas permintaan temanmu. Pikirkan apa yang bisa kau katakan lain kali.”
• “Kau tidak harus sempurna.”
• “Jangan biarkan itu menjatuhkanmu. Semua juga akan berlalu.”

4. Mendefinisikan ulang ‘kegagalan’ sebagai kemunduran, tantangan, peluang, atau pengalaman belajar.
Ini akan segera menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh. Yang muncul kemudian adalah semangat, bagaimana Anda bisa menghadapi ‘tantangan’ terbaru ini? Mengubah satu kata saja dapat memicu gelombang pemikiran pemecahan masalah. Menganalisis kesalahan dan kemunduran masa lalu juga dapat meningkatkan kinerja masa depan. Enyahkan kata jelek ‘kegagalan’ dari daftar kosakata mental Anda! Berlatihlah dengan cukup, dan Anda akan mengembangkan ‘growth mindset’ sebagaimana dikatakan psikolog Carol Dweck.

5. Jangan berasumsi orang lain tahu apa yang Anda ketahui.
“Raih keahlian Anda sendiri!” kata Alice Boyes dalam The Healthy Mind Toolkit. Tahukah Anda, tempat terbaik untuk menemukan pakaian murah? Tahukah Anda, tata cara kota tentang sampah, izin, dan pengambilan barang? Tahukah Anda, ruang publik terbaik untuk setiap kesempatan? Pikirkan tentang saat-saat orang berpaling kepada Anda untuk mendapatkan informasi. Ini membuat teman-teman menyadari bahwa Anda memiliki banyak bidang keahlian, baik yang berhubungan dengan karier maupun yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

6. Sadari kekuatan Anda.
Pikirkan kembali pujian dan umpan balik positif dari orang lain. Perhatikan seberapa banyak Anda menikmati atau tidak menyukai beberapa jenis tugas tertentu. Kaji cara Anda berkontribusi pada situasi tertentu, dan membuatnya lebih baik. Ketika Anda meraih keberhasilan, ulang kesannya secara mental terus-menerus. Mengingat dan menikmati umpan balik positif dari orang lain akan membantu Anda menginternalkan kekuatan Anda. Demikian juga, mengingat pengalaman positif lainnya akan menanamkan kualitas khusus ke otak Anda.

7. Ingat tujuan yang lebih tinggi, dan nilai serta tujuan yang berarti
Mengingatkan diri tentang nilai-nilai, tujuan, dan misi hidup Anda yang paling penting dapat memberi Anda lebih banyak kemauan, ketekunan, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai Anda membuat Anda tetap berorientasi pada inti diri Anda.

Jika tidak ada yang berhasil, dan Anda merasa jadi korban perasaan tidak berharga atau kebencian diri, maka segera cari terapis medis atau non-medis yang baik. Terapis Anda akan membantu Anda menyingkirkan keyakinan negatif tentang diri sendiri. Memang upaya terapi melibatkan banyak waktu, uang, dan pekerjaan, tetapi layak untuk meningkatkan kepercayaan diri. Maxwell Maltz pernah bilang: “Harga diri yang rendah itu ibaratnya mengemudi menyusuri hidup tapi dengan pedal gas terus diinjak.”

Penulis adalah:
• praktisi media dan trainer motivasional
• bisa dihubungi di cilukbha@gmail.com, Facebook.com/teguh.w.utomo, Instagram.com@teguh_w_utomo

Facebook Comments

POST A COMMENT.