Diet Sehat Setelah Stroke

MEPNews.id – Jangan remehkan stroke karena sekarang menjadi pembunuh terbesar manusia seiring gangguan jantung. Siaran pers Cigna Indonesia di Jakarta 7 April 2016 menyebut stroke pada 1990-an berada di urutan keempat tapi kini menjadi pembunuh nomor satu. Penyakit jantung dan pembuluh darah tidak masuk 10 besar pada 1990-an, naik ke posisi kelima pada 2000-an, dan saat ini di urutan kedua.

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular yang menjadi pembunuh utama adalah stroke, jantung, diabetes komplikasi, TBC, hipertensi komplikasi, dan paru-paru kronis. Kementerian Kesehatan menyebut stroke merupakan penyebab kematian utama di hampir seluruh rumah sakit. Andai terselamatkan, sebagian pasien stroke berakhir dengan kecacatan (mencapai 65%).

Setelah kena serangan stroke, pertolongan pertama sangat menentukan. Setelah mendapatkan pertolongan darurat dan perawatan di rumah sakit, penentu berikutnya adalah perawatan sehari-hari di rumah yang bisa berlangsung lama. Salah satu bagian dari perawatan sehari-hari yang harus dipahami adalah diet setelah stroke.

Setelah stroke, mungkin pasien lebih sulit mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Maka, ahli patologi dapat merekomendasikan strategi membantu makan dan minum dengan aman, shli diet membantu memastikan cara mendapatkan nutrisi cukup. Ya, itu sangat perlu karena makanan sehat dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko kena stroke berikut.

Namun, setelah stroke, ada kemungkinan kendala makan. Misalnya, masalah penggunaan lengan atau tangan sehingga sulit makan dan minum sendiri. Mungkin ada masalah ingatan sehingga orang lupa sudah atau belum makan. Mungkin juga kehilangan nafsu makan sehingga tidak merasa lapar. Mungkin juga ada masalah menelan yang disebut disfagia. Kesulitan-kesulitan ini dapat mengurangi suplai nutrisi yang memperlambat pemulihan.

Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan nutrisi? Tentu saja, konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli diet untuk memastikan pasien mendapatkan nutrisi cukup. Pastikan juga ada orang yang membantu mengurusi diet sehari-hari.

Sekadar informasi, Australian Dietary Guidelines memberikan panduan makan sehat setelah stroke.

• Buah dan sayur mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi kerusakan pembuluh darah. Buah dan sayuran juga mengandung potasium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah.

• Serat dalam sayuran dan buah dapat menurunkan kolesterol. Folat –yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau– dapat mengurangi risiko stroke berikut. Wholegrain dan sereal juga mengandung serat dan folat.

• Makanan dari susu adalah sumber potasium, bersama kalsium, yang juga dapat membantu mengontrol tekanan darah. Alternatif untuk susu hewan antara lain susu kedelai atau susu beras yang diperkaya kalsium. Sumber kalsium lainnya termasuk ikan dengan tulang, almond dan tahu.

Hal yang perlu dibatasi setelah stroke adalah:

• Garam.
Terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah. Maka, pilih makanan dengan opsi garam paling rendah. Jangan tambahkan garam saat memasak atau saat makanan sudah di meja. Untuk meningkatkan rasa, gunakan saja rempah-rempah dan bumbu. Jika mengurangi asupan garam secara bertahap, lidah dan selera akan menyesuaikan diri dalam beberapa minggu.

• Gula.
Terlalu banyak gula dapat merusak pembuluh darah. Pilih makanan dengan opsi gula paling rendah. Bahkan, makanan yang mungkin tidak dianggap sebagai gula, justru dapat menambahkan kadar gula dalam darah. Hati-hati.

• Lemak jenuh.
Ini menyebabkan kolesterol tinggi. Pilih makanan dengan minyak atau lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal. Misalnya, cobalah mentega kacang atau alpukat.

• Alkohol.
Minum alkohol berkontribusi pada banyak faktor risiko stroke dan tekanan darah tinggi. Jangan coba-coba meminumnya.
Selain itu, Islam juga melarang minuman memabukkan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.