Pahami Dulu Sinkhole sebelum Anda Tertelan

MEPNews.id – Warga Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kaget tatkala ada lubang besar muncul tiba-tiba di petak sawah. Pembentukan lubang diketahui 6 September 2018 setelah ada suara gemuruh seperti tanah longsor. Awalnya tanah tanah ambles dengan diameter 3 meter. Dua hari kemudian, diameternya sekitar 6 meter dengan kedalaman lebih dari 5 meter. Tidak ada korban manusia, karena si penggarap sawah sedang di rumah saat kejadian.

Luweng Plente di Pringkuku, Pacitan. (Foto dari Instagram@umammaneh)

Luweng Plente di Pringkuku, Pacitan. (Foto dari Instagram@umammaneh)

Tentu, ini bukan kejadian pertama. Di Desa Kalak, Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ada Luweng Ombo. Ini lubang besar seperti goa vertikal dengan kedalaman sekitar 130 meter dan diameter di permukaan 50 meter. Di bagian dalam ada lorong–lorong yang panjangnya mencapai 25 kilometer. Tidak bisa dipastikan kapan luweng ini terbentuk, tapi pasti sudah lama. Sementara itu, ada sejumlah luweng lain di sekitarnya.

Lubang, luweng, atau dalam bahasa internasional biasa disebut sinkhole, adalah adalah depresi di tanah yang disebabkan beberapa bentuk keruntuhan di lapisan permukaan. Sebagian besar disebabkan proses karst, misalnya runtuhan kimia batuan karbonat atau proses suffosion. Ukurannya bervariasi, dari 1 meter hingga 600 meter. Bentuknya bervariasi, dari vertikal, seperti mangkuk, besar di dalam, hingga melebar di permukaan. Sinkhole dapat terbentuk secara bertahap atau tiba-tiba, dan dapat terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia. Bisa karena fenomena alam, bisa juga karena ulah manusia terutama pertambangan.

Di Florida, Amerika Serikat, sinkhole yang terbentuk tiba-tiba pada malam hari 2013, menelan Jeff Bush yang sedang tidur di rumah bersama keluarga. Pada Juli 2018, sinkhole terjadi di ruas jalan di Sheridan, Florida, Amerika Serikat. Mobil milik Ashley Marisch langsung tertelan lobang menganga di Jalan West Oxford pada jam sibuk pagi hari. Untungnya, ada seorang pria sempat menarik Marisch keluar dari mobil sehingga tidak ikut tertelan.

Memang mengejutkan dan bahkan mengerikan ketika tanah di bawah kaki Anda, rumah Anda atau sekitar Anda tiba-tiba ambles dan meninggalkan lubang dalam. Nah, yang penting sekarang bagaimana kita bisa memahami dan mendeteksi sinkhole dengan harapan bisa selamat jika itu mendadak terjadi.

Peter Styles, profesor emeritus di University of Keele, Inggris, yang mengajar geofisika lingkungan 37 tahun, dan Jamie Pringle, dosen senior Engineering and Environmental Geosciences di Keele University, membahas cara mendeteksi sinkhole dalam tulisan di The Conversation edisi 9 September 2018. Mereka memberi penekanan khusus pada geologi bebatuan di bawah permukaan tanah sebagai petunjuk kemungkinan terjadinya sinkhole.

Di bawah permukaan tanah tertentu, ada batu kapur yang rentan terhadap pelarutan oleh air dan aktivitas geologis lainnya. Seiring waktu, pelarutan hingga keruntuhan batu kapur ini meninggalkan jaringan goa bawah tanah yang dikenal sebagai karst. “Ini dapat runtuh ke bawah karena gravitasi. Keruntuhannya bisa menyebabkan depresi permukaan tanah. Jika terjadi, permukaan tanah bakal ambruk dan longsor ke bawah mengikuti bentuk goa di bawahnya,” tulis mereka.

Selain kondisi alam, ulah manusia juga bisa menyebabkan sinkhole. Upaya penggalian dalam tanah untuk pertambangan batu bara, emas, kalium, timah dan tembaga zaman dulu, jika tidak dipetakan dan dicatat dengan baik, akan meninggalkan rongga di tanah. Seiring waktu, atap lobang tambang yang tidak terdeteksi itu bisa tergerus air, perobahan iklim, atau aktivitas geologis lainnya. Lobang atau retakannya secara perlahan bisa mencapai permukaan tanah. Jika hujan, bisa saja terjadi depresi di permukaan tanah sehingga menyebabkan keruntuhan.

Kawasan yang semua batu permukaannya adalah kapur bakal sulit menghindari risiko sinkhole. Bencana bisa timbul kapan saja, karena kemungkinan besar tidak ada atau hanya ada sedikit peringatan sebelumnya. Kawasan pegunungan di sisi selatan Jawa banyak ditemui luweng karena permukaan tanahnya berkapur.

Styles dan Pringle sudah bekerja di kawasan lubang pertambangan di mana-mana, antara lain tambang emas di Australia hingga Timur Tengah, khususnya di Kuwait dan Laut Mati, dan Bahama. Mereka juga pernah menjelajahi seluruh daratan Inggris dan Irlandia, melihat rongga penambangan di South Wales, Yorkshire, dan Potteries. Mereka juga mengamati kawasan kapur yang koyak pada abad pertengahan akibat mortar, dan kini berada di bawah jalan utama dekat London.

Survei microgravity

Survei microgravity

“Bertahun-tahun, kami menjadi ahli mengukur gravitasi Bumi dengan presisi ultra-tinggi yang dikenal sebagai microgravity. Kami dapat menggunakan piranti ini untuk mendeteksi rongga, atau bahkan area yang sebagian kepadatannya kurang daripada batuan sekitarnya, jauh sebelum keruntuhan mencapai permukaan. Seringkali, kami dipanggil setelah keruntuhan pertama terjadi untuk mendeteksi potensi semua sinkhole di dekatnya. Pengembang property perlu mulai memikirkan pekerjaan ini sebelum pembangunan dimulai,” tulis mereka.

Styles dan Pringle mengembangkan inovasi tambahan dengan apa yang dikenal sebagai survei microgravity 4-D, waktu-bervariasi, dan berulang-ulang pada interval bulanan hingga tahunan. Ini memungkinkan kita mendeteksi perubahan pola gravitasi, bisa menunjukkan rongga sedang merambat ke arah mana; apakah sudah dekat permukaan dan berpotensi menjadi tidak stabil, atau belum. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.