Maba UMM Sempat Tertahan Konflik Yaman

MEPNews.id – Semangat melanjutkan pendidikan bisa mengalahkan berbagai hambatan termasuk perang. Abdullah meninggalkan Yaman yang dilanda perang untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Meraih beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, Abdullah kini sampai di Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mendapatkan bea siswa itu tidak gampang, karena harus bersaing dengan banyak orang. Namun, meninggalkan negeri Yaman juga tidak gampang karena masih dilanda perang. Tak pelak, bagi Abdullah, sampai di Malang adalah hasil perjuangan.

“Saya pernah sekali berkunjung ke UMM. Saya berpikir kampus ini pilihan terbaik untuk saya menyelesaikan pendidikan master,” paparnya, dikutip situs resmi umm.ac.id edisi 8 September 2018.

Yaman mengalami perang saudara sejak 2004, antara pemerintah dengan pemberontak Houthi. Awalnya hanya di kawasan Houthi di provinsi Saada. Namun, sejak 2015, perang meluas ke berbagai penjuru negeri dan melibatkan pihak asing.

Maka, Abdullah butuh waktu 11 hari dari Yaman ke Malang –yang dalam keadaan normal cukup empat hari. “Saya ada masalah kelengkapan surat izin di perbatasan Oman dan Yaman. Saya harus menunggu,” jelas mahasiswa Program Studi Magister Manajemen tersebut.

“Ternyata, keluarnya surat ijin melewati perbatasan butuh waktu sepekan. Selama menunggu, saya berada di perbatasan Oman dengan suhu 40 derajat,” jelasnya. “Tapi saya tetap semangat berangkat ke UMM. Saya harus ke Indonesia. UMM telah menanti.”

Menjadi salah satu dari 7.500 mahasiswa baru UMM adalah kebanggan tersendiri bagi Abdullah. Ia ingin segera mendapatkan pengalaman baru seperti yang telah diperoleh teman-temannya semasa studi di Indonesia, khususnya UMM.

“Saya sangat senang dengan teman-teman di Indonesia. Mereka banyak merubah saya, dan saya ingin memperoleh pengalaman baru di UMM,” tandasnya.

Pada 2018, 192 mahasiswa asing kuliah di UMM. Mereka melalui beberapa program antara lain Regular Mandiri, Beasiswa Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Beasiswa KNB, Beasiswa Darmasiswa, UMM Partial Scholarship, Learning Express (LEx), Confusius Institute, dan Internship program. Kehadiran mahasiswa asing ini semakin menguatkan visi internasional UMM mejadi a local campus with an International touch. (nis/ sil)

Facebook Comments

POST A COMMENT.