Ternyata, Selfie Juga Bermanfaat Kesehatan

MEPNews.id – Oke lah jika banyak orang bangga dan banyak orang sebel akibat foto-foto selfie sangat narsis. Tapi, tahukah Anda bahwa foto selfie punya manfaat kesehatan juga? Ada sejumlah kasus orang menemukan gejala atau kelainan tertentu lewat foto selfie mereka. Selfie juga membantu mengidentifikasi gejala signifikan dari kondisi medis.

Berikut, Sadhana Bharanidharan dalam Medical Daily edisi 7 September 2018, memberi empat contoh selfie yang terbukti berharga berdasarkan perspektif kesehatan.

1. Stroke
Juanita Branch (63) baru-baru ini mengisahkan bagaimana dia kena stroke pada Agustus lalu. Ketika mengambil foto dirinya untuk posting di Facebook, dia melihat sesuatu yang tidak biasa. Salah satu sisi wajahnya melorot –tanda yang sepertinya memburuk pada setiap selfie yang ia ambil.

Tak pelak, ia dibawa ke rumah sakit. Dokter segera melihat tanda waktu foto-fotonya, dan memahami masih ada cukup waktu untuk memberikan obat penghancur gumpalan darah. Branch mendapat tissue plasminogen activator (TPA).

“Jika kami memberi TPA di luar batas waktu tiga jam, itu bisa berbahaya. Dapat menyebabkan pendarahan di otak sehingga mengancam jiwa,” kata Dr Jason Muir, pakar pengobatan darurat di Rumah Sakit Henry Ford Macomb, Clinton Township, Michigan, di Amerika Serikat.

2. Melanoma
Untuk deteksi dini kanker kulit, aturan medis menyoroti tahi lalat yang multi-warna, asimetris, lebih besar daripada biji kacang polong, memiliki batas yang tidak rata, atau telah berevolusi dengan cara apa pun.

Cloe Jordan (21) lahir dengan tahi lalat di perutnya. Tahi lalat itu tumbuh dalam ukuran ekstra dan berubah warna. Meski awalnya mengabaikan gejala itu, ia kemudian memutuskan menemui dokter untuk menghilangkan tahi lalatnya. Alasannya, tahi lalat itu ‘menghalangi’ ia ber-selfie bikini.

Setelah beberapa tes, Jordan didiagnosis melanoma. Maka, dokter membuang tahi lalat itu melalui pembedahan. Gara-gara selfie, Jordan jadi paham gejala kanker kulit, dan paham pentingnya perlindungan terhadap sinar Ultra Violet. Boleh dengan memakai tabir surya di luar ruangan atau menghindari tidur tanning yang berbahaya.

3. Depresi
Dalam studi 2017 oleh Universitas Harvard dan Universitas Vermont, para peneliti menganalisis Instagram dari 166 relawan yang mengungkapkan sejarah kesehatan mental mereka.

Para peneliti mengidentifikasi beberapa penanda visual di postingan responden yang kena depresi. Pertama, ada kecenderungan menggunakan tone lebih gelap antara lain biru atau abu-abu. Kedua, lebih sedikit jumlah orang lain di foto (menunjukkan lebih banyak foto selfie dan lebih sedikit foto grup). Ketiga, penderita depresi berkecenderungan memilih inkwell filter bila dibandingkan dengan orang sehat. Program ini ternyata memiliki tingkat keberhasilan 70 persen dalam menemukan orang depresi.

Tetapi, hati-hati itu juga penting. Sebagian dari kita juga menyukai warna biru meski tidak depresi. Jadi, lebih baik kita mempertimbangkan tanda-tanda lain yang menyertai depresi.

4. Parasit
Selfie juga membantu seorang wanita berusia 32 tahun mendokumentasikan benjolan yang tampak bergerak di sekitar wajahnya setelah ia melakukan perjalanan ke pedesaan di Rusia. Studi kasus yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan, benjolan itu ternyata cacing parasit. Foto-foto selfie terbukti penting karena jadi bukti bagaimana benjolan itu dapat menghilang dan muncul.

“Dokter yang tidak terbiasa dengan penyakit ini bakal tidak percaya pada laporan pasiennya. Itu lah alasan saya meminta pasien untuk membuat foto selfie,” kata Dr. Vladimir Kartashev, yang merawat pasien wanita itu.

Facebook Comments

POST A COMMENT.