Olahraga untuk Kendalikan Gula Darah

MEPNews.id – Mitos umum tentang diabetes adalah penderita jangan berolahraga atau terlalu aktif. Namun, profesional medis justru menyarankan penderita gangguan gula darah harus tetap aktif bergerak untuk membantu mengendalikan kondisinya.

Selain membantu mengendalikan kadar gula dalam darah, berolahraga juga dapat mengurangi kemungkinan terkena diabetes Tipe-2. Bergerak aktif juga meningkatkan jumlah glukosa yang digunakan otot untuk jadi energi, sehingga dapat menurunkan jumlah glukosa dalam darah. Olahraga juga membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien.

Karolina Kaminska lewat The Express edisi 3 September 2018 memberi tiga tips penting bagi penderita diabetes ketika berolahraga:

Jangan langsung gas pol
Mulailah pelan dan perlahan. Jika Anda belum terbiasa berolahraga secara teratur, Diabetes UK merekomendasikan mulailah dengan sesuatu yang santai dulu, misalnya berjalan kaki. Kemudian, secara bertahap naikkan dengan 30 menit latihan intensitas sedang. Lalu, tingkatkan dengan 30 menit jalan cepat. Anda juga tidak harus melakukan 30 menit sekali jalan cepat. Bisa juga dengan berjalan cepat 10 menit lebih dulu, lalu kesempatan berikutnya ditambah. Jika dalam kondisi masih lambat, Anda harus berolahraga lima kali seminggu. Jika sudah mulai terbiasa gas pol, bisa berjalan cepat tiga kali seminggu. Yang penting, tingkatkan gerak seiring waktu dan kebiasaan. Lalu, kontrol kondisi tubuh untuk beradaptasi saat otot semakin menguat. Departemen Kesehatan Inggris merekomendasikan orang usia 19 dan 64 melakukan 2,5 jam seminggu aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat.

Selalu periksa kadar gula darah
Aktivitas fisik dapat mempengaruhi tingkat gula darah selama dan setelah olahraga. Maka, saran Diabetes UK, Anda harus teratur memeriksa kadar gula darah untuk memahami bagaimana hal itu dipengaruhi gerak atau olahraga. Jika kadar gula darah di atas 13 milimeter per liter, Anda harus berhati-hati karena aktivitas fisik dapat menaikkannya lebih tinggi. Jika ini terjadi, mungkin karena Anda tidak memiliki cukup insulin sehingga ada baiknya untuk bertemu dokter untuk koreksi dosis insulin. Jika kadar gula darah di bawah 7 milimeter per liter sebelum berolahraga, konsumsilah beberapa karbohidrat ekstra.

Buat perubahan kecil gaya hidup
Anda juga dapat membuat perubahan kecil pada gaya hidup. Misalnya, lebih pilih berjalan daripada mengemudi untuk rute pendek. Jika mengemudi jarak jauh, sesekali berhentilah untuk menggerakkan tubuh. Jika mungkin, biasakan jalan kaki naik atau turun tangga, dan kurangi menggunakan lift atau eskalator. Saat istirahat makan siang, luangkan waktu untuk berjalan-jalan. “Sepuluh menit jalan cepat setiap hari dapat membuat perbedaan besar bagi kesehatan Anda,” kata Diabetes UK. Setelah Anda lebih bugar dan sudah berolahraga secara teratur, variasikan rutinitas Anda agar tidak bosan. Misalnya, menukar bersepeda dalam gym dengan bersepeda di luar ruangan. Atau, mencoba kelas baru di gym. Namun, saat memulai aktivitas baru, Anda sebaiknya konsultasi dengan tim kesehatan untuk melihat bagaimana ini akan mempengaruhi diabetes Anda.

Manfaat bergerak lebih aktif pasti terasa pada tubuh. Tapi, mungkin Anda tidak langsung melihat semua manfaatnya. Bisa jadi, tubuh Anda perlu waktu untuk beradaptasi dengan aktivitas tersebut. Jadi tetap dengan aktivitas itu dan tunggu saja hasil positif berikutnya. Kata Diabetes UK, “Setiap orang berbeda. Cara aktivitas fisik memengaruhi kadar glukosa dalam darah juga sangat individual. Yang penting, ketika Anda memulai aktivitas fisik, bicaralah dengan tim kesehatan Anda. Mereka akan memberi Anda saran secara pribadi.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.