Dikejar Kambing di Benteng Van Den Bosch

Oleh: Diana Aris

Oleh: Diana Aris

MEPNews.id – Jumat 24 Agustus 2018, Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya dan teman-teman dari Magetan berkunjung ke kota Ngawi di Jawa Timur. Tadinya sekedar keinginan. Ke sana pun tak direncanakan. Tapi, sungguh keagungan Allah tak pernah diragukan karena rencanaNya lebih indah dari rencana manusia. Rasa bersyukur tak lepas dari mulut kami. “Alhamdulillah, ya Allah, Engkau sudah mengizinkan kami berkunjung ke beberapa tempat di sana.”

Batu-batu Waduk Pondok.

Batu-batu Waduk Pondok.

Target pertama yang kami kunjungi adalah Waduk Pondok di Desa Dero, Kecamatan Beringin. Waduk ini memiliki pesona alam yang tak kalah indah dengan waduk-waduk terkenal lainnya. Dikelilingi bukit, persawahan, dan pemukiman penduduk, di waduk ini ada beberapa keramba ikan. Selain itu, terdapat perahu untuk mengantar pengunjung yang ingin berkeliling waduk. Tampak sejumlah orang asyik memancing. Di tepi selatan waduk terdapat batu-batu yang menambah keeksotikan. Di situ kami berfoto-foto untuk mengabadikan kunjungan. Sementara, masih banyak tempat lagi yang kami jadikan target berfoto.

Setelah sholat dzuhur, kami melanjutkan perjalanan menuju target lokasi selanjutnya. Target kedua adalah Taman Wisata Tawun.

Area berfoto di Taman Wisata Tawun

Area berfoto di Taman Wisata Tawun

Taman wisata ini terletak di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman. Hanya butuh 15 menit berkendaraan dari Waduk Pondok menuju dan Taman Wisata Tawun. Tiket masuk ke Taman Wisata Tawun hanya Rp 5.000 untuk bisa menikmati keindahan alam di dalamnya.

Ada kolam renang, penangkaran bulus, taman bambu, dan rumah pohon. Ada fasilitas outbound, tapi tampak banyak yang rusak karena minim pemeliharaan. Paling belakang taman ada kolam dengan pohon besar dan pendopo di sampingnya. Kolam tersebut untuk tempat ritual upacara adat bersih desa Bedug Keji. Upacara dilaksanakan setiap tahun, dan mampu mendatangkan ratusan pengunjung lokal maupun dari luar daerah.

Selain menikmati keindahan Taman Wisata Tawun, tak lupa kami kembali berfoto di tempat yang kami anggap indah. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya. Target ketiga adalah Benteng Van den Bosch yang lebih dikenal dengan sebutan Benteng Pendem.

Letak Benteng ini tidak jauh. Dari Taman Wisata Tawun, hanya memerlukan 10 menit berkendaraan. Benteng Van den Bosch terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi. Ukuran bangunannya 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau, dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi hanya sekitar 1 Kilometer ke arah timur laut.

Untuk masuk ke lokasi benteng, karcisnya juga Rp 5.000. Cukup murah, bukan? Padahal, Benteng Van Den Bosch sangat menakjubkan karena begitu kokoh dan tampak megah. Benteng tersebut mengingatkan kami tentang era penjajahan kolonial Belanda.

Kami melihat beberapa tempat yang kami rasa itu penjara. Di dalamnya terdapat makam, tapi kami tidak tahu itu makam siapa. Kami mencoba naik ke atas, tapi tidak tahan dengan bau kotoran kelelawar yang sangat menyengat. Kami pun mencari tempat bagus lain untuk berfoto lagi. Yahhh, di belakang benteng dan di lapangan tengah adalah tempat bagus untuk mengabadikan gambar kami.

Di tengah-tengah kami asyik berfoto, tiba-tiba datang segerombolan kambing. Waduh! Seketika itu kami bubar untuk menjauhkan diri dari para kambing. Namun sang kambing terus mendekati kami. Entah itu kambing siapa dibiarkan berkeliaran di area benteng yang notabennya tempat wisata sejarah. Maka, untuk menghindari kambing, kami ke depan.

Di depan, kami menemukan tempat bagus untuk berfoto. Di atas gerbang masuk benteng, terdapat bendera Sang Merah Putih berkibar. Beberapa teman segera berfoto. Mereka tampak hikmad ketika hormat bendera, lalu… cekrikkkk… cekrikk… Foto silhouette kami dapatkan.

Waktu menunjukkan 16.00, kami meninggalkan Benteng Van den Bosch menuju Masjid Agung di Alun-alun Kota Ngawi untuk sholat ashar. Usai sholat, kami melanjutkan perjalanan ke rumah.

Subhanallahu, walhamdulillahi, wa laa ilaha illallahu, Allahu akbar. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang sudah Engkau berikan, walaupun sebenarnya diri ini malu karena ibadah kami tidak sepadan dengan nikmat Engkau berikan. Thank you, Allah. Allah is always in our heart.

Facebook Comments

POST A COMMENT.