Akreditasi Sekolah/Madrasah dan Peningkatan Mutu di Satuan Pendidikan

 

By: Syaifulloh
Penikmat Pendidikan.

MEPNews.id — Kegiatan rutin 5 tahunan yang harus di ikuti oleh sekolah/madrasah di berbagai tingkatan satuan pendidikan menjadi kewajiban agar sekolah mendapatkan peringkat akreditasi dari badan akreditasi nasional sekolah/madrasah (BAN S/M).

Pencapaian 8 standar yang semestinya harus dicapai oleh sekolah merupakan salah satu indikator bahwa sekolah telah berjalan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah dengan melaksanakan berbagai macam peraturan pemerintah.

Akreditasi sekolah bisa menjadi perhatian utama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan bersatu padu untuk menghadapi kegiatan persiapan visitasi yang akan dilakukan oleh asesor. Seluruh tenaga dan biaya difokuskan mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sesuai pertanyaan pada instrumen akreditasi.

Sekolah/madrasah dipanggil oleh BAPS/M untuk mendapat pembekalan tentang akreditasi agar mereka bisa memahami instrumen dan bisa menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sesuai 8 standar pendidkan.

Saat dibutuhkan dokumen yang dicari sesuai permintaan dokumen ternyata tidak ada, maka langkah selanjutnya adalah memproduksi dokumen sesuai permintaan instrumen. Produksi dokumen membutuhkan kekuatan lahir dan batin seluruh warga sekolah/madrasah sampai membuat hati berdebar-debar sepanjang waktu sampai dilakukan visitasi.

Produksi dokumen akreditasi ini tentunya membuat semakin semangatnya semua tenaga pendidik dan kependidikan dalam menuju capaian 8 standar sesuai kebutuhan instrumen akreditasi. Kemampuan Produksi dokumen selama 3 tahun berjalan tentunya membutuhkan tenaga dan biaya yang besar bagi sekolah/madrasahbyang akan di visitasi.

Dari gambaran di atas bisa menunjukkan bagaimana sekolah/madrasah dalam implementasi manajemen sekolah pada pelaksanaan 8 standar tersebut. Bila melihat kebutuhan pencapaian standar yang ada akan sangat sulit bagi sekolah/madrasah bisa mencapai sesuai kebutuhan instrumen akreditasi itu terutama bagi sekolah/madrasah swasta yang memakai pendidikan gratis.

Bila sekolah/madrasah mengandalkan dana BOS untuk operasionalnya rasanya sangat sulit bisa melaksanakan secara sempurna 8 standar itu. Sekolah/madrasah tentunya memakai dana BOS yang utama hanya untuk porsi gaji tenaga pendidik dan kependidikan agar operasional Sekolah bisa berjalan.

Perjalanan utama bisa dilakukan dengan melaksanakan proses belajar mengajar semampunya. Biaya utama untuk yang lain akan sulit dialokasikan untuk standar-standar yang lain apalagi untuk kegiatan PKB (Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan) untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Disinilah salah satu kemajuan sekolah bermula dengan memberikan keprofesionalan berkelanjutan. Kunci utama kemajuan
Sekolah/madrasah adalah pada guru yang baik dan memiliki keilmuan berupa kompetensi sesuai persyaratan berupa Kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

Sejatinya hasil akreditasi bisa digunakan sebagai pemicu sekolah/madrasah untuk dapat memberikan masukan agar semakin berkembang dan maju, bila sekolah dapat asesor yang tepat dan bisa memotret secara terukur dan bisa melaporkan secara benar. Bila sekolah/madrasah dapat asssor yang salah memasukkan nilai sehingga sekolah/madrasah dapat nilai peringkat akreditasi tidak sesuai, bisa jadi akan membuat Sekolah tidak termotivasi dan bisa menjadi masalah besar.

Wassalam

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.