Jangan Remehkan Dahsyatnya ‘Terima Kasih’

MEPNews.id – Ada orang yang menyeberangkan di jalan, ada orang yang menyiapkan makanan, ada orang yang memberi uang, ada orang membuatkan tulisan, ada orang yang membangunkan tidur, ada orang yang membereskan ruang kerja, ada orang yang menjaga rumah, ada orang yang berbagi senyum, ada orang yang memberi selamat, ada orang yang memberi obat. Semua orang itu bisa meninggalkan dampak positif besar dan kecil pada kehidupan Anda. Nah, pernahkah menyadarinya tapi merasa belum cukup berterima kasih kepada mereka?

Sadhana Bharanidharan, dalam Medical Daily edisi 29 Agustus 2018, mengabarkan studi baru dari University of Texas di Amerika Serikat yang meneliti dahsyatnya dampak ucapan terima kasih terhadap penerima dari pengirim. Apa yang mereka temukan, yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science dengan judul ‘Undervaluing Gratitude: Expressers Misunderstand the Consequences of Showing Appreciation’, membawa pesan mengapa kita tidak boleh mengecilkan arti ucapan terima kasih.

“Para peneliti telah mengetahui selama 15 tahun bahwa ekspresi dan ucapan terima kasih bisa meningkatkan perasaan kesejahteraan bathin. Ada banyak penelitian tentang tema ini,” kata penulis utama Amit Kumar, asisten profesor marketing di Sekolah Bisnis McComb di University of Texas. “Yang menarik bagi saya adalah, meskipun itu adalah sesuatu yang sangat dikenal, namun orang-orang masih tidak sering mengucapkan atau mengungkapkan rasa terima kasih.”

Maka, Kumar melakukan studi baru bersama Nicholas Epley, peneliti dari Booth School of Business di University Of Chicago. Hampir 100 mahasiswa direkrut untuk eksperimen. Para mahasiswa ini, sebagai pihak yang mengungkapkan perasaan, diminta menulis dan mengirim ucapan terima kasih kepada seorang penerima berdasarkan pilihan mereka. Para mahasiswa pengirim ini juga diminta menggunakan skala penilaian untuk mencoba dan memprediksi bagaimana perasaan si penerima setelah membaca catatan terima kasih mereka.

Setelah pengiriman dilakukan, tim peneliti menghubungi para penerima secara individu untuk mencari tahu bagaimana perasaan mereka. Ternyata, para pengirim benar-benar tidak menduga, bahkan underestimate, seberapa baik perasaan si penerima setelah membaca kiriman catatan terima kasih itu. Bahkan, menurut Kumar, para penerima “benar-benar bahagia” saat mengetahui ungkapan rasa terima kasih dari si pengirim.

“Mungkin, hanya dengan mengetahui bahwa Anda bisa membuat dampak lebih besar daripada yang Anda pikir, maka Anda harus menjadi sesuatu yang mendorong orang lain untuk terlibat lebih sering dalam tindakan pro-sosial semacam ini,” kata Kumar.

Sementara itu, pihak yang mengungkapkan rasa terima kasih tampaknya tidak hanya tak terlalu paham intensitas kebahagiaan di pihak si penerima pesan, tetapi juga mengkritik keras terhadap artikulasi kata-kata mereka sendiri. Beberapa dari mereka merasa terlalu canggung terkait ucapan itu. Yang lain merasa kata-kata mereka tidak terdengar asli dari nurani. Nah, jenis kecemasan semacam ini mungkin menjadi alasan mengapa banyak orang pada umumnya menghindar dari mengungkapkan betapa berterima-kasihnya mereka pada orang lain dalam skenario sehari-hari.

Namun, para peneliti menemukan perasaan semacam itu dalam diri si pengirim ternyata bukan masalah berarti bagi pihak yang diberi ucapan terima kasih. “Kami menemukan, pihak yang mengucapkan terima kasih mungkin khawatir secara berlebihan tentang bagaimana mereka mengekspresikan rasa terima kasih. Salah satunya tentang kemampuan mereka mengartikulasikan kata-kata yang ‘tepat’ untuk berterima kasih. Padahal, pihak yang menerima ungkapan terima kasih itu lebih fokus pada sisi kehangatan hubungan dan niat positif di pengirim ucapan, tidak terlalu mempedulikan artikulasi kata-katanya,” tulis mereka.

Jadi, segera ambil alat tulis atau buka e-mail atau siapkan WA, dan cobalah menulis catatan atau surat atau e-mail untuk mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah memudahkan kehidupan Anda. “Biayanya kecil, tetapi manfaatnya lebih besar daripada yang Anda perkirakan,” begitu Kumar menyimpulkan. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.