Tentang Keterlibatan Orang Tua di Sekolah

tom BW thumbnailOleh: Teguh W. Utomo
MEPNews.id
– Sebenarnya ini bukan hal baru, namun belakangan agak ditinggalkan. Banyak penelitian yang menunjukkan peran positif keterlibatan orang tua di sekolah terhadap perkembangan positif anak. Sayangnya, hal ini sering disepelekan karena banyak orang tua yang terlalu sibuk bekerja atau berkarir sehingga mempercayakan sepenuhnya pendidikan anak kepada guru di sekolah.

Henderson dan Berla, dalam buku mereka ‘A New Generation of Evidence: The family is critical to student achievement’ pada 1994, mengungkapkan bahwa murid-murid dengan orang tua yang terlibat dalam sekolah cenderung punya lebih sedikit masalah perilaku dan punya kinerja lebih baik dalam bidang akademik. Dampak positif keterlibatan orang tua di sekolah ini tampak di level sekolah dasar hingga sekolah menengah dalam berbagai penelitian. Dampak terbesar lebih sering dirasakan pada level sekolah dasar.

Keterlibatan ini memungkinkan orang tua turut memantau aktivitas sekolah dan kelas, dan mengkoordinasikan upaya mereka dengan guru untuk mendorong perilaku kelas yang bisa diterima, serta memastikan anak-anak bisa menuntaskan tugas-tugas sekolah. Di sisi lain, guru bisa memberi perhatian lebih besar sehingga lebih cepat mengidentifikasi tahap-tahap permasalahan lebih dini yang mungkin menganggu pembelajaran anak.

Sejauh ini, keterlibatan orang tua di sekolah ada dalam wadah Komite Sekolah. Dalam komite ini, orangtua berperan dalam beberapa hal, termasuk mengusulkan kegiatan sekolah demi perbaikan mutu pendidikan. Keterlibatan itu bisa dikembangkan ke banyak hal tanpa harus mengintervensi hak dan kewajiban guru dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Dengan tetap menghargai Komite Sekolah, keterlibatan orangtua di sekolah bisa dikembangkan ke aktivitas lebih luas.

Misalnya, dalam bidang parenting. Para orang tua tertentu, bekerjasama dengan sekolah, berbagi skill tentang bagaimana tahap-tahap perkembangan anak dan memberi advis tentang lingkungan rumah yang ramah bagi pembelajaran anak. Acara berbagi ini bisa digelar periodik tiga bulan sekali dengan mengundang guru dan para orangtua. Ketika berbagi bersama sesama, orang tua lain bisa merasa lebih nyaman untuk bertanya.

Para orang tua bisa dilibatkan dalam berbagai aktivitas sekolah sebagai relawan. Sejumlah orang tua bisa sesekali didaulat menjadi guru untuk mengajar atau berbagai pengalaman kepada para murid. Orang tua juga silakan diajak menggalang dana untuk program besar tertentu. Orang tua yang kompeten bisa dijadikan konsultan sekolah untuk hal-hal tertentu. Dan banyak lagi.

Para orang tua sangat pas jika terlibat dalam kerjasama komunitas sekolah. Cara terbaik untuk menjaga dan mengembangkan eksistensi sekolah adalah membina hubungan yang kuat dengan komunitas. Bisa komunitas sebagai tetangga sekitar, bisa juga komunitas yang tidak harus bertetangga misalnya kerjasama bisnis atau SDM dan lain-lain. Nah, orang tua murid tentu bagian dari komunitas ini. Dengan memanfaatkan orang tua, kerjasama antara sekolah dan komunitas bisa menjadi lebih erat.

Keterlibatan orang tua juga bisa dimanfaatkan agar komunikasi kependidikan jadi lebih lancar. Guru dan orang tua bisa membuat semacam grup di media sosial untuk bertukar informasi dan ide terkait aktivitas murid di sekolah, di rumah, atau di tempat lain. Misalnya, saat ada tugas membuat karya seni tertentu, para guru bisa menginformasikan ke orang tua apa-apa yang harus disiapkan murid. Pada saat yang sama, para orang tua bisa saling berkomunikasi agar lebih efisien dalam mempersiapkan art project itu.

Keterlibatan orang tua di kehidupan sekolah sangat mungkin bisa meningkatkan pembelajaran murid. Meski perlu pengkajian lebih dalam untuk memastikannya, setidaknya anak-anak dengan orang tua terlibat aktif di sekolah cenderung bisa mendapatkan semangat belajar lebih baik, bisa lebih teratur masuk kelas, bisa punya social skills lebih baik, bisa menunjukkan perilaku lebih baik dan cepat beradaptasi dengan kondisi sekolah.

Facebook Comments

POST A COMMENT.