Bunda, Menyusui Itu Bisa Cegah Stroke Lho

MEPNews.id – Ayo, Bund, susui anak. Banyak sekali manfaat menyusui. Manfaat bagi anak, segala kebutuhan hidup terkandung di dalam ASI. Bagi anak dan orng tua, menyusui itu bisa merekatkan hubungan lahir dan bathin. Bagi Bunda sendiri, manfaat menyusui antara lain mencegah kemungkinan stroke.

Apa benar? Iya! Science Daily edisi 22 Agustus 2018 mengabarkan, menyusui itu terkait dengan penurunan risiko stroke pada wanita pasca-menopause yang pernah menyusui setidaknya satu anak. Berita itu berdasarkan penelitian terbaru yang hasilnya diterbitkan di Journal of American Heart Association yang dikelola Asosiasi Jantung Amerika Serikat.

Bunda, stroke itu penyebab utama kematian keempat di antara wanita berusia 65 atau lebih. Nah, penelitian ini salah satu yang pertama meneliti hubungan antara menyusui dan kemungkinan risiko stroke untuk wanita, serta bagaimana hubungannya berdasarkan etnis. Meski penelitian di Amerika, hasilnya bisa tercermin pada wanita umumnya.

“Beberapa penelitian melaporkan, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara, kanker ovarium dan diabetes tipe 2. Temuan terbaru kami menunjukkan manfaat menyusui pada penurunan risiko penyakit jantung dan faktor kardiovaskular lainnya,” kata Lisette T. Jacobson, PhD, MPA, MA, asisten profesor departemen pengobatan, pencegahan dan kesehatan masyarakat di University of Kansas School of Medicine-Wichita, yang juga penulis utama penelitian.

Ia bersama tim menganalisis data 80.191 partisipan dalam penelitian observasional Women’s Health Initiative, studi nasional besar yang melacak peristiwa medis dan kebiasaan kesehatan wanita pascamenopause antara 1993 dan 1998. Semua wanita dalam analisis telah melahirkan satu atau lebih anak, dan 58% melaporkan pernah menyusui. Di antara wanita menyusui ini, 51% melakukannya selama 1-6 bulan, 22% selama 7-12 bulan, dan 27% selama 13 bulan atau lebih. Saat perekrutan, usia rata-rata 63,7 tahun dan masa tindak lanjut 12,6 tahun.

Setelah menyesuaikan faktor-faktor risiko stroke yang tidak dapat dimodifikasi (antara lain usia dan riwayat keluarga), peneliti menemukan risiko stroke di kalangan wanita yang menyusui bayinya rata-rata:
• 23% lebih rendah pada semua wanita,
• 48% lebih rendah pada wanita Afrika-Amerika,
• 32% persen lebih rendah pada wanita Hispanik,
• 21% lebih rendah pada wanita kulit putih, dan
• 19 persen lebih rendah pada wanita yang telah menyusui hingga enam bulan, semakin lama menyusui juga dikaitkan dengan penurunan risiko lebih besar

“Jika hamil, silakan pertimbangkan menyusui sebagai bagian dari rencana persalinan Anda. Teruslah menyusui hingga waktunya untuk menerima manfaat optimal bagi Anda dan bayi Anda,” kata Jacobson.

Saat ini, American Academy of Pediatrics dan World Health Organization merekomendasikan pemberian ASI eksklusif enam bulan, dengan kelanjutan menyusui satu tahun atau lebih. Untuk kesehatan bayi, American Heart Association merekomendasikan pemberian ASI 12 bulan dengan transisi ke sumber nutrisi tambahan lainnya yang dimulai pada usia sekitar 4 – 6 bulan untuk memastikan cukup mikronutrien dalam makanan.

Karena bersifat observasional, penelitian ini tidak menemukan hubungan sebab-akibat antara menyusui dan berkurangnya risiko stroke. Ada kemungkinan beberapa karakteristik lain yang membedakan antara wanita menyusui dan yang tidak dengan faktor yang mengubah risiko stroke. Namun, karena cakupan penelitian ini besar, peneliti menyesuaikan banyak karakteristik. Hasilnya, efek menyusui tetap kuat.

“Menyusui hanyalah salah satu dari banyak faktor yang berpotensi melindungi terhadap ancaman stroke. Yang lain termasuk cukup olahraga, makanan sehat, tidak merokok, tekanan darah stabil, tingkat kolesterol dan gula dalam darah normal, dan mencari pengobatan jika diperlukan,” kata Jacobson.

Facebook Comments

POST A COMMENT.