Asian Games; Via Vallen Mematahkan Ego Lux Branding dan Senioritas

Oleh Astatik Bestari

MEPNews.id – Hari ini 20 Agustus 2018 dua hari sesudah Opening Ceremony Asian Games 2018 saya tergelitik untuk menunjukkan kesan saya kepada Via Vallen sebagai penyanyi baru di kegiatan rutin tingkat asia yang melantunkan official theme song-nya Asian Games 2018 di negara kita ini. Saya tulis kesan saya di sosial media facebook dengan gaya penulisan santai karena opening ceremony Asian Games dua hari yang lalu tetap menuai rasa suka dan tidak suka bangsa Indonesia yang memiliki tendensi politik jelang pilpres tujuh bulan kedepan ini. Suasana sosial media yang berkonten ujaran suka dan tidak suka ini tentunya menimbulkan suasana tidak relax, dan saya tidak tertarik berada dalam kelompok yang membahas acara ini dalam konteks politik. Saya terkesan dengan Via Vallen sebagaimana saya tulis di status facebook saya seperti ini:

“Kabar sosial media rame pasca opening ceremony Asian Games dari Cebongers ( kaum kecebong) dan Kampreters ( kaum kampret) …Eh, kok lejar se …nulis kecebong dan kampret ini ( hhehee)…Saya kok malah terkesan plus baper dengan pelantun official theme song Asian Games Dik Via Vallen . Dalam blantika musik Indonesia ada penyanyi senior dengan branding Sang Diva, Diva Pop Indonesia, Diva Dangdut, Raja Dangdut, Ratu Dangdut, eh …yang menyayikan official theme song untuk Asian Games 2018 ini pendatang baru ( ini yg sy tahu). Bagaimana tidak baper, pendatang baru bisa tampil di kegiatan tingkat Asia; masih muda, energik, imut, cantik…layak memang…layak yak yak… Saya yakin ini bagian dari dukungan kepada generasi muda agar produktif dalam segala bidang. Baper saya, jadi tersentil lho; agar nih para generasi tua seperti saya tetap bisa produktif di segala bidang, agar tak biasa ngomong ” sudah tua, yang muda saja” …Jangan sampai kita meminggirkan diri sendiri mengalah dengan dalil “tua”… Gak penak lho klo kebermanfaatan kita di tengah sesama kita berkurang. ..Mari bermanfaat bersama antara generasi tua dan muda bagi sesama. Sepertinya untuk bermanfaat bagi sesama itu bukan menunggu lux branding, senioritas dan lain-lain, tapi produktivitas yang berguna bagi kepentingan banyak orang”.
Lalu di akhir status ini, saya selipkan rasa syukur atas prestasi yang sudah diraih team olah raga di Asian Games kali ini dan juga saya selipkan harapan agar sebutan kecebong dan kampret dapat diganti dengan sebutan yang lebih santun. Begini closing status facebook yang saya tulis:
“Alhamdulillah ya, sampai hari ini Indonesia menempati urutan ke-5 dari 45 negara dalam perolehan medali.
O ya, sebagai warga negara yang memiliki hak berpolitik, saya tentunya bagian dari kecebong atau kampret…itu pasti. Semoga setelah Agustus selesai, istilah kecebong dan kampret segera ganti istilah yang lebih berahlaq lagi entahlah pakai tagar apalah yang penting mencerminkan kesantunan dalam berinteraksi sosial dalam frame politik”.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.