Bagaimana Kadar Gula Darah Pengaruhi Tubuh?

MEPNews.id – Gula dalam darah berperan besar dalam menyalurkan sumber energi. Kadar gula darah yang normal bervariasi untuk setiap individu dan keadaan. Namun, yang biasa dipakai sebagai standar normal bagi orang sehat adalah 70–99 mg/dl saat puasa atau bangun tidur pagi dan tak lebih dari 140 mg/dl sesaat setelah makan.

Lalu, bagaimana jika kadar gula dalam darah tidak ideal? Situs kesehatan WebMD memberikan gambaran.

Jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, dampaknya terhadap tubuh Anda antara lain;

• Kencing lebih banyak
Ginjal harus bekerja keras untuk memproses semua kelebihan gula dalam darah. Ketika sepasang ginjal sudah tidak mumpuni, tubuh akan menyingkirkan gula bersama air yang harusnya masih dibutuhkan tubuh.

• Haus
Untuk menyingkirkan kelebihan gula, tubuh menarik air dari jaringannya sendiri. Karena manusia butuh cairan untuk membuat energi, mentransfer nutrisi, dan membuang sampah, maka saklar pembalik di otak bekerja untuk memberitahu Anda haus sehingga akan minum lebih banyak.

• Mulut kering
Jika keluar banyak cairan, mulut bisa kering dan sudutnya pecah-pecah. Karena lebih sedikit air liur, dan lebih banyak gula dalam darah, maka infeksi lebih mungkin terjadi. Gusi bisa bengkak dan bercak putih bisa tumbuh tumbuh di lidah dan di sisi dalam pipi.

• Masalah kulit
Karena mengambil air dari seluruh tubuh untuk menyingkirkan kelebihan gula dalam darah, kulit bisa menjadi kering, gatal, dan pecah-pecah. Itu mudah terlihat di tungkai, siku, kaki, dan tangan. Kadar glukosa tinggi juga dapat merusak syaraf; yang disebut neuropati diabetik. Kondisi ini bisa membuat mati rasa saat terjadi luka atau infeksi.

• Masalah penglihatan
Tubuh menarik cairan dari lensa mata, yang membuatnya jadi lebih sulit fokus. Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di bagian belakang mata. Itu bisa menyebabkan kehilangan penglihatan jangka panjang dan bahkan kebutaan.

Jika kadar gula dalam darah terlalu rendah, dampaknya terhadap tubuh Anda antara lain;

• Kelelahan
Jika menderita diabetes, insulin adalah salah satu cara untuk menurunkan kadar gula darah ketika menjadi tinggi. Tetapi, jika terlalu banyak insulin, maka begitu banyak glukosa lenyap begitu cepat. Jika tubuh tidak segera dapat menggantinya, itu bisa membuat tubuh gampang lelah karena minim energi.

• Detak jantung aneh
Hormon-hormon yang membantu meningkatkan gula darah ketika terlalu rendah juga dapat berpengaruh meningkatkan denyut jantung, dan membuatnya merasa seperti melompat-lompat dalam sekejap.

• Gemetar
Glukosa rendah dapat mengganggu ketenangan sistem saraf pusat yang mengontrol cara bergerak. Ketika terjadi penurunan gula darah, tubuh melepaskan hormon adrenalin untuk membantu mengembalikannya ke level normal. Tetapi, zat itu juga dapat membuat tangan dan bagian lain dari tubuh jadi gemetar atau bergetar.

• Berkeringat
Hormon yang dilepaskan tubuh untuk menaikkan kadar gula darah saat terlalu rendah juga membuat banyak keringat keluar. Ini sering menjadi salah satu hal pertama yang Anda rasakan ketika kadar glukosa sedang turun terlalu jauh. Dokter dapat membantu melacak kadar gula itu dan mencoba menjaganya dalam kisaran sehat dengan obat-obatan, olahraga, dan kebiasaan makan.

• Mual
Sebenarnya, itu bukan karena gula darah rendah saja. Ketika level gula sangat tinggi atau sangat rendah, itu dapat menyebabkan efek rebound. Kadar gula darah memantul dari satu titik ekstrem ke titik ekstrim yang lain. Dampaknya, bisa membingungkan sistem pencernaan tubuh dan membuat perut terasa tidak nyaman.

• Bingung
Ketika gula darah sangat rendah, Anda mulai kehilangan kesadaran. Mungkin kata-kata jadi kacau atau Anda lupa sedang berada di mana. Terkadang itu terjadi begitu tiba-tiba sehingga Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang bertingkah aneh. Dalam kasus parah, Anda bisa mengalami kejang-kejang hingga mendadak koma.

Facebook Comments

POST A COMMENT.