Menyoal Mutu Sekolah di Tengah Pergulatan Dunia Global

Oleh : Taufik Hidayat
Kepsek SMKN 2 Sangatta Utara

MEPNews.id — Panggung globalisasi sudah dibentangkan di hadapan kita semua, itu artinya pergulatan sudah dimulai yaitu pergulatan tentang perdangan, produksi barang, ketenagaan kerjaan, serta sumberdaya manusia dan pendidikan antar negara. Negara-negara yang akan memenangkan pergulatan ini tetntunya negara-negara yg memiliki kualitas yang tinggi terutama di bidang manajerial, infrastruktur, tenaga kerja, SDM dan Pendidikan, khususnya SDM dan pendidikan.

Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kualitas negara kita menyangkut kualitas SDM dan pendidikan ? Bapak wakil presiden RI yang kita cintai ini (Bpk JK) berbicara pada sebuah media cetak bahwa kualitas SDM kita masih lebih rendah dari Taiwan, Singapura, Malaysia, dan India bahkan dengan Philipina kita juga masih kalah.

Hal ini terbukti bahwa angka pengangguran di negara kita semakin membesar. Sedangkan keterserapan tenaga kerja kita masih belum menggembirakan, baik keterserapan di perusahaan asing yg berada di Indonesia atau perusahaan Indonesia sendiri.

Dari fenomena yg ada secara umum SMTA di Indonesia memiliki output yg kurang menggembirakan. Sebagian kecil atau kurang dari 30% sekolah kita yg menerapkan manajemen mutu seperti ISO. Dengan demikian sekolah kita sangat sedikit yg memiliki lembaga penjamin mutu (quality assurent).

Terutama untuk SMK lembaga penjamin mutu merupakan kewajiban untuk diadakan, karna lulusan SMK tidak cukup hanya berbekal ijazah SMK saja melaikan harus dibekali dengan sertifika profesi (sertifikat kompetensi) yg berlebel tinggi misalnya BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan p 1, p2, dan p3) serta IMO, atau ISO.

Untuk sekolah kejuruan masih ada lagi manajemen diterapkan yakni membentuk lembaga pasar kerja yg dikenal di kalangan SMK adalah Bursa Kerja Khusus (BKK) yg tugasnya adalah menyalurkan lulusan ke pasar kerja dalam hal ini dunia usaha dan dunia industri.

Dari pembahasan yg telah dipaparkan di atas lalu kita coba untuk introsfeksi sudahkah melakukan ini ? Alangkah baiknya jika ada upaya untuk melakukan perubahan paradigma serta melakukan perubahan-perubahan manajerial yg lebih efektif, efesien mengacu pergulatan globalisasi, maka kita akan memiliki keniscayaan paling tidak kuat dalam bertahan dalam pergulatan ini, dan bukan menjadi penonton di negeri sendiri.

Lakukanlah perubahan meskipun yg terkecil karena jika tidak kau lakukan maka nasibpun tidak pernah akan berubah dan membangun SDM bisa diawali dari membangun diri sendiri kemudian mengimbas pada lembaga yg kita pimpin tentunya dgn perlakuan yg serius.

Sehingga kita perlu menerapkan penjaminan mutu yang baik, disamping untuk melakukan controlling dan evaluasi juga menentukan standarisasi kebutuhan.

Pembangunan SDM secara makro merupakan kewenangan pejabat pemangku kepentingan, tetapi membangun diri sendiri untuk sebuah perubahan positif adalah perbuatan yang mulia apalagi muaranya adalah anak didik kita untuk memiliki kompetensi yg sesuai dgn kebutuhan pasar global tentu ini merupakan tindakan yg baik dan dibenarkan oleh agamadan negara. Wallohualam bissawab.
Indahnya berbagi semoga bisa bermanfaat. Aamiin

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.