Menurut Sains, 19 Hal Ini Bikin Pria Menarik

MEPNews.id – Daya tarik romantis memang hal rumit yang belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah. Namun, melalui sejumlah penelitian dan eksperimen, para ilmuwan menemukan banyak ide tentang apa yang menarik satu orang ke orang lain.
Berikut ini, Shana Lebowitz Business Insider edisi 18 Agustus 2018, mengumpulkan beberapa hasil penelitian ilmiah tentang kondisi, sifat dan perilaku yang membuat pria jadi lebih menarik bagi wanita. Yang hebat, tak satu pun dari daftar ini menyuruh pria untuk melakukan operasi kosmetik atau perombakan kepribadian.

1. Peka mencari sinyal universal ketertarikan
Helen E. Fisher, antropolog dari Rutgers University, mengatakan wanita di seluruh dunia memberi tanda-tanda tertarik dengan urutan ekspresi yang sangat mirip. Di Psychology Today, ia mengungkapkan tanda-tanda itu: “Pertama, wanita tersenyum pada si pria yang ia kagumi. Lalu, ia mengangkat alis dengan gerakan cepat dan tersentak saat membuka mata lebar untuk menatap pria itu. Kemudian, dia menutup kelopak matanya, memiringkan kepala agak ke bawah dan samping, dan memalingkan muka. Sering juga, wanita menutupi wajah dengan kedua tangannya, tertawa cekikikan dengan gugup ketika wajahnya mundur di belakang telapak tangannya. Urut-urutan sikap tergoda atau terpikat ini begitu khas sehingga Irenaus Eibl-Eibesfeldt etolog Jerman yakin itu adalah bawaan. Itu cara wanita hasil evolusi manusia untuk memberi sinyal ketertarikan seksual.” Nah, yang beruntung adalah pria yang peka terhadap sinyal universal itu.

2. Bisa mencari yang setara
Kaum pria –juga wanita– umumnya tertarik pada orang-orang yang semenarik mereka. Para peneliti di University of California di Berkeley mengkaji perilaku 60 pria heteroseksual dan 60 wanita heteroseksual di situs kencan online. Meski sebagian besar pengguna cenderung menjangkau orang-orang yang sangat menarik, mereka kemungkinan besar mendapat tanggapan jika orang itu yang dibidik itu daya tariknya setara (sebagaimana dinilai oleh penilai independen). “Jika Anda mencari seseorang yang kira-kira setara dengan Anda dalam hal daya tarik, maka ini bisa menghindarkan dua hal,” kata Mark Sergeant psikolog dari Nottingham Trent University yang tidak terlibat dalam penelitian itu. “Jika ia jauh lebih rupawan, Anda bakal selalu khawatir ia akan pergi dan berselingkuh. Jika ia kurang rupawan, Anda bisa gegabah ingin melakukan hal yang sama.”

3. Bisa menampilkan diri dengan status tinggi
Studi 2010 oleh University of Wales Institute menemukan, laki-laki yang digambarkan dengan mobil Silver Bentley Continental GT dianggap lebih menarik daripada yang berfoto dengan mobil Red Ford Fiesta ST. Studi 2014 dari Cardiff Metropolitan University menemukan, pria yang digambarkan dalam apartemen mewah dinilai lebih menarik daripada yang berada dalam kelompok kontrol dalam ruang biasa-bisa saja. Sebaliknya, pria tidak tampak tertarik pada wanita ketika mereka ditampilkan dalam konteks status tinggi.

4. Terlihat lebih dewasa
Psikolog menyebutnya ‘Efek George Clooney.’ Studi 2010 terhadap 3.770 orang dewasa heteroseksual menunjukkan wanita sering lebih suka pria lebih dewasa. Ketika para wanita jadi lebih mandiri secara finansial, mereka mengaku lebih menyukai pria lebih tua. “Ini menunjukkan, kemandirian finansial lebih besar membuat wanita lebih percaya diri dalam pilihan pasangan, dan memikat pria yang lebih tua, menarik, dan hebat,” kata Fhionna Moore psikolog evolusioner University of Dundee penulis utama penelitian. “Wanita lebih muda dan pria lebih tua sering kali berjodoh. Pada wanita, kesuburan hanya berlangsung dari masa pubertas hingga menopause, Tapi, masa itu dapat lebih panjang hingga paruh baya bagi pria. Masyarakat juga memberi laki-laki kesempatan untuk mengumpulkan status dan sumber daya seiring bertambahnya usia.”

5. Memelihara jenggot
Dalam studi 2013 di University of New South Wales, peneliti meminta 177 pria heteroseksual dan 351 wanita heteroseksual memilih gambar 10 pria dalam satu dari empat kondisi: 1. dicukur bersih, jenggot ringan, jenggot tebal, atau berewokan. Para peserta penelitian memberi peringkat pada para lelaki yang digambarkan itu atas beberapa ciri termasuk daya tariknya. Para wanita mengatakan, yang menarik adalah yang berjenggot. “Rambut di wajah tidak hanya berkorelasi dengan kedewasaan dan maskulinitas, tetapi juga dengan dominasi dan agresi,” menurut Barnaby J. Dixson dan Robert C. Brooks sang penulis penelitian. “Jenggot sedang-sedang saja paling menarik.”

6. Kebangkan otot (tapi jangan berlebihan)
Dalam penelitian 2007 di University of California, Los Angeles, 286 wanita melihat foto-foto pria tanpa busana dan menilai mana yang sepertinya mereka inginkan jadi pasangan jangka pendek maupun jangka pendek. Hasilnya menunjukkan, wanita lebih cenderung menginginkan hubungan jangka pendek dengan pria yang memiliki otot besar. Sinyal evolusi? Mungkin tidak. “Karakteristik berotot adalah isyarat gen yang meningkatkan viabilitas keturunan atau keberhasilan reproduksi,” kata David A. Frederick dan Martie G. Haselton penulis penelitian. “Tapi, ada temuan yang lain. Pria yang kurang berotot dianggap lebih cocok untuk hubungan jangka panjang bagi wanita.” Jadi, jika kaum pria ingin menarik perhatian wanita, silakan kembangkan otot untuk segera memikatnya namun besarnya jangan berlebihan agar si wanita terpikat untuk waktu lama.

7. Jadi pria yang baik
Salah satu temuan terbaik yang didokumentasikan dalam psikologi adalah ‘halo effect’, yakni bias di mana Anda secara tidak sadar mengambil satu aspek dari seseorang sebagai wakil untuk karakter mereka secara keseluruhan. Karena ‘halo effect’ maka orang cantik dianggap bagus dalam pekerjaan bahkan ketika ia tidak perlu mengerjakan sesuatu. Psikolog Scott Barry Kaufman juga melihat peran ‘halo effect’ dalam aspek lain. Dalam studi Cina pada 2014, lebih dari 100 orang muda melihat gambar wajah pria dan wanita dan memberi nilai atas daya tarik mereka. Setiap wajah dipasangkan dengan kata yang menggambarkan sifat kepribadian positif (misalnya baik atau jujur) atau sifat kepribadian negatif (misalnya jahat atau dengki). Hasilnya menunjukkan, orang-orang yang digambarkan dengan kata-kata sifat positif selalu dinilai lebih menarik. “Meski rupa adalah salah satu penilai kecocokan, namun tidak ada alasan mengapa penilaian atas kecocokan itu harus murni fisik,” tulis Kaufman. Artinya, berperilaku baik dapat membuat orang tampak lebih menarik.

8. Kenakan warna merah
Studi lintas budaya 2010, dengan peserta penelitian dari Cina, Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat, menemukan bahwa wanita paling tertarik pada pria yang mengenakan pakaian atau aksesori merah. Dalam satu eksperimen, 55 wanita mahasiswa melihat foto berwarna seorang pria dengan kemeja merah atau hijau, dan kemudian menilai daya tarik pria itu. Benar saja, pria itu dinilai jauh lebih menarik ketika mengenakan kemeja merah. Hasilnya serupa ketika peneliti membandingkan kaos merah dengan kaos warna lain. Menariknya, peserta penelitian umumnya tidak menyadari warna pakaian pria itu mempengaruhi persepsi mereka tentang daya tarik.

9. Bisa bikin pasangan tertawa
Berbagai penelitian menunjukkan wanita lebih tertarik pada pria yang bisa membuatnya tertawa. Sebaliknya, pria tidak terlalu tertarik pada wanita yang bisa membuatnya tertawa. Dalam penelitian 2006 yang diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior, para peneliti meminta mahasiswa (yang tidak menunjukkan orientasi seksual) untuk menunjukkan seberapa besar mereka menghargai kemampuan pasangan untuk membuat mereka tertawa dan kemampuan mereka sendiri untuk membuat pasangan mereka tertawa. Hasilnya menunjukkan, wanita menghargai selera humor pasangan dan kemampuan mereka sendiri untuk membuat pasangan tertawa. Namun, kaum pria hanya menghargai kemampuan mereka sendiri untuk membuat pasangan tertawa.

10. Dekat dengan hewan
Tentu saja hewan yang menarik. Dalam eksperimen 2014 di Ruppin Academic Centre di Israel dan University of Michigan di Amerika Serikat, 100 wanita Israel membaca sketsa tentang pria. Beberapa pria digambarkan sebagai ‘cad’ yang suka selingkuh dan biang onar. Lainnya digambarkan sebagai ‘dad’ yang bekerja keras dan merawat anak-anak. Setiap ceritanya menampilkan seorang cad yang memiliki anjing, para wanita menilainya sebagai pasangan jangka panjang yang lebih cocok daripada cad yang tidak memiliki anjing. Cad dengan anjing bahkan dinilai sedikit lebih menarik daripada dad yang punya anjing. Para peneliti menyimpulkan, memiliki hewan peliharaan menandakan pria itu bisa melihara keluarga dan mampu membuat komitmen jangka panjang. Hewan peliharaan juga membantu pria tampil lebih santai, mudah didekati, dan bahagia.

11. Pandai mainkan musik bagus
Dalam studi 2014, para peneliti di University of Sussex meminta sekitar 1.500 wanita (yang rata-rata berusia 28 tahun) untuk mendengarkan potongan musik yang sederhana dan yang kompleks, lalu menilai daya tarik komposernya. Hasil penelitian menunjukkan, wanita lebih menyukai musik lebih kompleks, dan mengatakan memilih komposer musik lebih kompleks sebagai mitra jangka panjang.

12. Bisa memberi perhatian
Peneliti Australia baru-baru ini mempelajari mahasiswa yang berpartisipasi dalam sesi berpacaran. Mereka menemukan, pria yang penuh perhatian cenderung mendapat peringkat daya tarik lebih tinggi dari wanita. Sebelum sesi dimulai, 91 mahasiswa diminta mengisi kuesioner tentang ungkapan perhatian. Setelah setiap interaksi dengan lawan jenis, para mahasiswa diminta secara pribadi mengindikasikan sebagaimana ‘seksinya’ pasangan mereka dan seberapa besar keinginan mereka mengencani pasangan itu. Hasilnya menunjukkan, pria umumnya lebih tertarik pada wanita yang menarik secara fisik. Tetapi wanita pada umumnya lebih tertarik pada pria yang bisa memberi perhatian.

13. Suka permainan ekstrim
Studi 2014 oleh peneliti di University of Alaska di Anchorage terhadap lebih dari 230 mahasiswa yang mengisi kuesioner dilangsungkan untuk menilai daya tarik dengan risiko. Yang didefinisikan peneliti sebagai ‘pemburu-pengumpul risiko’ antara lain bersepeda gunung, menyelam scuba di laut dalam, dan sepatu roda ekstrem. Yang dimaksud ‘risiko modern’ antara lain menjiplak makalah akademis, menangani dengan santai bahan kimia di laboratorium, dan tidak memperbarui perangkat lunak anti-virus di komputer. Yang dimaksud perilaku ‘rendah atau tidak berisiko’ antara lain bersepeda di sepanjang jalur beraspal, dan menangani dengan hati-hati bahan kimia di lab kimia. Penelitian menemukan, wanita lebih tertarik pada pria ‘pemburu-pengumpul risiko.’ Ini jenis yang mirip dengan risiko yang dihadapi leluhur manusia. Wanita mengatakan, kurang tertarik pada pria yang terlibat dalam risiko modern, yang mungkin tampak tolol.

14. Memakai deodoran harum
Mengetahui memakai wewangian saja dapat membuat pria jadi lebih percaya diri, dan bahkan membuat tampak lebih menarik bagi orang lain termasuk wanita. Dalam penelitian kecil 2009 yang diterbitkan International Journal of Cosmetic Science, peneliti memberi ssekelompok mahasiswa laki-laki semprotan bahan antimikroba dan minyak wangi, dan memberi sekelompok mahasiswa lain semprotan tanpa wewangian yang tidak mengandung antimikroba. Selama beberapa hari berikutnya, mahasiswa dengan semprotan beraroma ini melaporkan kepercayaan diri lebih tinggi dan merasa lebih menarik. Lalu, apa lagi? Ketika sekelompok wanita diperlihatkan video bisu bergambar para pria, mereka menilai pria yang memakai semprotan lebih menarik –meski para wanita ini jelas tidak bisa mencium aroma si pria. Para peneliti menyimpulkan, para pria yang menggunakan semprotan beraroma menampilkan perilaku lebih percaya diri, yang pada gilirannya membuat mereka lebih menarik.

15. Mengunyah bawang putih
Bau bawang putih pada napas umumnya dianggap sebagai pembunuh romantisme. Namun, serangkaian penelitian di Charles University dan National Institute of Mental Health di Republik Czech dan University of Stirling di Ingggris menunjukkan cerita berbeda ketika menyangkut bau badan. Dalam satu penelitian, delapan pria makan roti dengan keju dan 12 gram bawang putih segar; delapan lagi makan roti dan keju tanpa bawang putih. Selama 12 jam berikutnya, para pria mengenakan bantalan kapas di ketiak dan diperintahkan tidak menggunakan deodoran atau wewangian apa pun. Keesokan harinya, semua pria kembali ke lab. Di situ ada 40 wanita yang mengendus bantalan kapas ketiak mereka lalu menilai baunya berdasarkan rasa senangnya, daya tariknya, maskulinitas, dan intensitas. Hasilnya menunjukkan, kelompok bawang putih dinilai lebih menyenangkan dan daya tariknya lebih tinggi.

16. Jadi relawan
Studi 2013 oleh peneliti Inggris menemukan, wanita merasa pria lebih menarik ketika melakukan pekerjaan sukarela termasuk kerja bakti. Sekitar 30 wanita melihat gambar seorang pria dengan deskripsi singkat tentang hobinya, yang kadang-kadang jadi relawan. Prosedur yang sama diulang terhadap sekitar 30 pria yang melihat gambar seorang wanita. Semua peserta penelitian diminta menilai seberapa menarik orang yang digambarkan untuk hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Hasilnya, peserta penelitian pria dan wanita sama-sama menilai orang yang digambarkan itu lebih menarik untuk hubungan jangka panjang ketika digambarkan sebagai relawan. Tapi, efeknya lebih kuat diungkapkan oleh para wanita yang menilai pria berhobi melakukan pekerjaan sukarela tanpa dibayar.

17. Punya bekas luka

Bahkan, bekas luka di dagu ketika Anda jatuh dari belajar bersepeda masa anak-anak bisa membantu Anda memikat calon pasangan saat sudah dewasa. Ah, masak? Iya! Pada 2009, peneliti di Liverpool University dan Stirling University mengambil foto 24 pria dan 24 wanita mahasiswa. Peneliti secara digital memanipulasi separuh dari gambar sehingga subjek tampak memiliki bekas luka di wajah –misalnya, garis di dahi yang tampak seperti akibat cedera. Kemudian peneliti merekrut sekitar 200 pria dan wanita mahasiswa heteroseksual untuk menilai semua orang yang digambarkan berdasarkan daya tarik untuk hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Hasilnya menunjukkan, pria dengan bekas luka tampak sedikit lebih menarik untuk hubungan jangka pendek daripada pria tanpa bekas luka. Di sisi lain, wanita dianggap sama-sama menarik terlepas dari apakah memiliki bekas luka atau tidak.

18. Mau menggunakan bahasa tubuh terbuka di foto profil kencan online
Studi 2016 oleh peneliti dari University of California di Berkeley, Stanford University, University of Texas di Austin, dan Northwestern University semua di Amerika Serikatg, menunjukkan kita lebih tertarik pada orang-orang yang menampilkan bahasa tubuh terbuka dan ekspansif. Dalam salah satu eksperimen, peneliti menciptakan profil fiktif untuk tiga pria dan tiga wanita pada aplikasi kencan online berbasis GPS. Dalam satu set profil, pria dan wanita digambarkan dalam posisi kontraktif, misalnya: dengan menyilangkan lengan mereka atau membungkukkan pundak. Di set profil lain, pria dan wanita yang sama digambarkan dalam posisi terbuka ekspansif, misalnya membentangkan lengan ke atas seperti huruf V atau merentangkan lengan seperti untuk meraih sesuatu. Hasilnya menunjukkan, orang dalam postur ekspansif lebih sering dipilih sebagai pasangan potensial daripada yang dalam postur kontraktif. Efek ini sedikit lebih besar untuk wanita yang memilih pria.

19. Tampak bangga
Penelitian 2011 di University of British Columbia di Kanada mengungkapkan temuan aneh: Pria dan wanita heteroseksual lebih menyukai ekspresi emosi yang berbeda pada calon pasangan. Dalam satu eksperimen yang termasuk dalam penelitian ini, peneliti meminta hampir 900 orang dewasa di Amerika Utara melihat foto-foto lawan jenis secara online. Para peneliti secara khusus membandingkan persepsi orang-orang terhadap ekspresi kebanggaan, kebahagiaan, rasa malu, dan netral (orang lain telah mengidentifikasi emosi di balik ekspresi dalam foto). Bagi wanita yang mengevaluasi pria, ekspresi yang paling menarik adalah kebanggaan, dan yang paling tidak menarik adalah kebahagiaan. Lebih aneh lagi, ekspresi rasa malu-malu ternyata relatif menarik pria maupun wanita.

Facebook Comments

POST A COMMENT.