Orang Cenderung Berselingkuh Karena….

MEPNews.id – Mengapa Orang Berselingkuh? Pertanyaan ini sering dilontarkan sebagai guyonan dan sebagai isyarat serius. Banyak orang bertanya-tanya soal ini. Termasuk di kalangan ilmuwan. Nah, untuk menjawabnya, para peneliti di Queensland University di Australia melakukan riset dan diringkas Dr Jeremy Dean di PsyBlog edisi Agustus 2018.

Dalam studi ini dipublikasikan 31 Desember 2010 di British Journal of Psychology dengan judul “Predictors of young dating adults’ inclination to engage in extradyadic sexual activities: A multi‐perspective study”, Anna McAlister dan kawan-kawan menemukan sejumlah faktor untuk menjawab pertanyaan di atas.

* Faktor sejarah hubungan dan kepribadian masing-masing terbukti cukup menentukan dalam apakah orang cenderung berselingkuh terhadap pasangannya.
* Merasa renggang dari pasangan dan memiliki tingkat kepuasan rendah dalam hubungan tersebut juga salah satu alasan utama untuk berselingkuh.
* Ketersediaan pasangan lain yang cocok juga merupakan prediktor penting dari apakah seseorang hendak berselingkuh atau tidak.
* Orang yang lebih impulsif lebih cenderung mudah selingkuh. Orang impulsif cenderung bertindak berdasarkan pikiran dan emosi langsung tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang.
* Selingkuh juga lebih mungkin terjadi di kalangan orang-orang yang memiliki lebih banyak pasangan seksual sebelumnya.
* Mereka yang memiliki lebih banyak pasangan seksual di masa lalu bisa lebih cenderung selingkuh karena telah mempelajari ‘trik’ rayuan ampuh.
* Akhirnya, pria lebih cenderung selingkuh dengan melakukan aktivitas seksual di luar hubungan dengan pasangannya. Namun, baik pria maupun wanita sama-sama punya kecenderungan selingkuh dengan berciuman di luar hubungan dengan pasangan.

Penulis penelitian mengungkapkan, “Para peserta penelitian yang pernah mengalami keintiman seksual dengan lebih banyak pasangan juga melaporkan kecenderungan lebih besar untuk seks ekstradiadik dan ciuman ekstradiadik. Kecenderungan ini mungkin disebabkan kemampuan individu dalam mengenali kemajuan seksual atau permintaan dari mitra seksualnya. ”

Rangkaian faktor ini didapat dari survei terhadap 123 orang heteroseksual berusia 17 hingga 25 tahun yang semuanya pernah menjalin hubungan. Di antara sejumlah pertanyaan, mereka ditanya apakah telah selingkuh dengan cara berciuman atau berhubungan seks di luar hubungan dengan pasangan.

Para peneliti menemukan kualitas alternatif-alternatif untuk menjadi prediktor terkuat bagi kecenderungan hubungan seks ekstradiadik dan kecenderungan ciuman ekstradiadik. Faktor-faktor di atas mungkin menjadi penentu utama dari kecenderungan individu terlibat dalam aktivitas ekstradiadik. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.