Tak Harus Transplantasi Liver, Ada Obatnya

MEPNews.id – Gagal liver atau hati yang akut terjadi ketika liver rusak parah sehingga tidak dapat tumbuh kembali dan pulih kembali. Kondisi ini dulu menuntut pasien mendapatkan iver baru lewat transplantasi. Namun, kini para ilmuwan mengembangkan perawatan baru yang dapat mengurangi kebutuhan untuk transplantasi.

Press Association 16 Agustus 2018 mengabarkan, tim penelti dari MRC Centre for Regenerative Medicine di University of Edinburgh dan the Cancer Research UK di Beatson Institute di Glasgow mengembangkan cara baru. Hasil penelitian di Inggris Raya ini diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Dalam penelitian menggunakan tikus eksperimen, mereka menemukan luka pada liver memicu proses yang disebut senescence yang biasanya dikaitkan dengan proses penuaan atau kena penyakit kronis. Dengan menggunakan kelas obat terapi anti-kanker, peneliti mencoba memblokir penyebaran proses senescence. Hasilnya, liver mampu beregenerasi setelah perawatan dan mencegah kematian akibat cedera liver.

Setelah eksperimen dengan tikus, tim peneliti mengatakan sekarang penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi obat baru pada pasien manusia yang mengalami gagal liver.

Banyak penyebab gagal liver. Yang paling umum adalah overdosis penggunaan obat parasetamol. Di Inggris Raya, terjadi sekitar 200 kasus overdosis parasetamol yang mengancam jiwa setiap tahun.

Seringkali, liver yang rusak dapat tumbuh kembali dan pulih dengan sendirinya. Tapi, jika lukanya cukup besar atau parah, regenerasi alami liver bisa gagal. Ketika 24 jam tanpa liver yang bekerja sepenuhnya, nyawa manusia dapat terancam.

Dr Tom Bird, spesialis liver yang memimpin penelitian, mengatakan, “Melalui penelitian ini, kami mengidentifikasi pengobatan potensial untuk kasus gagal liver akut. Pengobatan ini dapat mencegah kebutuhan untuk transplantasi.”

“Transplantasi memang memberi kesempatan luar biasa untuk menyelamatkan pasien. Tapi, itu harus dengan operasi besar dan pengobatan seumur hidup. Padahal, ada sekitar 300 orang dewasa dan anak-anak di Inggris yang membutuhkan transplantasi liver pada satu waktu. Ketersediaan liver juga tidak dapat dijamin,” kata Bird.

“Maka, perawatan dengan obat ini akan membuat perbedaan besar bagi pasien gagal liver. Ini memberi peluang bagi regenerasi liver dan dapat mencegah kebutuhan untuk transplantasi. Pada saat yang sama, kami bisa menggunakan liver yang tersedia untuk transplantasi bagi pasien lain dengan berbagai bentuk penyakit. Mereka mungkin sudah mati saat menunggu donor liver yang cocok.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.