35 Mahasiswa Jepang Selami Bahasa dan Budaya Indonesia di UMM

MEPNews.id – Bagi 35 mahasiswa asal lima perguruan tinggi di Jepang, berkunjung ke Indonesia menjadi momen tak terlupakan. Meski hanya sehari, para mahasiswa yang tergabung dalam program Fieldwork of International Cooperation 2018 ini menikmati program bahasa dan budaya di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kiyokawa Joe mahasiswa Wako University, mengaku perasaan bahagia langsung muncul begitu sampai di Indonesia. “Saya senang datang di sini. Orangnya ramah-ramah,” jelasnya, dikutip situs resmi umm.ac.id pada 14 Agustus 2018.

“Saya baru saja mengikuti kelas membaca dan berbicara bahasa Indonesia. Selamat siang, terima kasih. Nama saya Yuma,” tutur Takashi Yuma menjajal kemampuannya berbahasa.

Para mahasiswa hadir di kampus putih pada 13 Agustus dan disuguhi berbagai kegiatan di Kelas Bahasa dan Budaya. Saat seremoni penerimaan, Asisten Rektor Bidang Kerjasama Soeparto menyatakan kunjungan para mahasiswa Jepang ini diharapkan dapat menjadi awal bagi UMM membangun kerjasama lebih luas, utamanya dengan negeri sakura. “Saya berharap ini bisa belanjut ke kunjungan-kunjungan lainnya, terutama untuk kerjasama.”

Perwakilan dari Wako University, Bambang Rudyanto, juga menginginkan hal serupa. Ia berharap, pada kerjasama selanjutnya mahasiswanya dapat memperoleh beasiswa belajar Bahasa dan Budaya di UMM seperti mahasiswa lain asal Jepang. “Di sini sudah ada beberapa mahasiswa asal Jepang yang belajar bahasa dan budaya. Saya harap kalian juga bisa seperti mereka,” terang dosen asal Indonesia pada para mahasiswa Jepang.

Usai Kelas Bahasa, acara yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM ini dilanjutkan dengan Kelas Budaya yaitu membatik dan menari. “Saya pilih membatik karena saya tidak pandai menari. Padahal menari di sini indah sekali,” ujar Ito Takuto.

Acara ditutup dengan serangkaian permainan luar ruangan. Penanggungjawab kegiatan pengenalan permainan tradisional, Danang Fitrian Wibisono, menyampaikan permainan rangku alu (tari tongkat), balap karung, hula hoop beregu, dan klompen beregu.

“Harapannya, mereka bisa belajar banyak tentang nilai-nilai yang ada di masyarakat kita. Antara lain; kerjasama, kesopanan, santun, ramah dan rendah hati. Kelak, mereka dapat membawa nilai-nilai ini hingga ke tanah kelahiran mereka,” pungkas pria yang juga pengajar di BIPA UMM.

Joe merasa sangat bahagia mendapatkan banyak pengalaman di UMM. Ia pun berharap kelak akan kembali lagi untuk merasakan pengalaman belajar lebih lama. “Sangat senang datang ke sini. Saya akan ke sini lagi untuk mencoba belajar di sini,” jelas Joe.

Facebook Comments

POST A COMMENT.