Tugas Berat Kepsek, Menagih Perangkat Pembelajaran Sampai Ndower

By: Syaifulloh
Penikmat Pendidikan

MEPNews.id —- Idealnya dunia pendidikan bisa berjalan dengan segala macam keperluannya sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman yang begitu cepat berubah laksana luncuran cahaya. Perubahan dengan segala macam tuntutan tersebut memerlukan kompetensi terbaik dari para pendidik melalui dukungan sistem manajemen bermutu pada satuan pendidikan.

Salah satu indikator mutu pendidikan di satuan pendidikan adalah tersedianya perangkat pembelajaran yang dibuat oleh seluruh guru pada awal tahun pelajaran. Perangkat pembelajaran ibaratnya adalah kendaraan yang digunakan oleh guru dalam menempuh perjalanan untuk mencapai tujuan.

Perangkat pembelajaran satu aspek penting sebagai senjata utama bagi guru untuk amunisi sebelum melaksanakan kegiatan keguruanya. Amunisi utama sebagai bekal ketercapaian tujuan pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa.

Idealnya setiap guru dalam rangka mencapai pembelajaran bermutu merancang dan membuat perangkat pembelajaran secara lengkap agar bisa memahami pencapaian kurikulum dengan baik dan benar.
Silabus, RPP, Kalender akademik, Program Tahunan, Program semester, Analisa KBM (Ketuntasan Belajar Minimal), Kisi-kisi soal, Program Remidi dan pengayaan, catatan kesulitan belajar siswa dan berbagai hal yang diperlukan di dalam mendukung suksesnya pembelajaran.

Perangkat pembelajaran adalah Ibarat kompas bagi guru untuk dapat menyiapkan segala macam keperluan di dalam proses pembelajaran agar dapat disampaikan sistematis dan terukur kepada siswa agar dapat mencapai nilai maksimal baik kognitif, Afektif, psikomotorik dan spiritual.

Denagn dirancangnya dan disiapkan perangkat pembelajaran sebelum tahun pelajaran dimulai memberi panduan apa yang harus dilakukan seorang guru pada kurun setiap semester. Terjadi siklus yang menggairahkan bagi guru untuk memperbaiki kekurangan pada implementasi perangkat pembelajaran di kelas.

Dari sekian bagian perangkat pembelajaran yang semuanya penting, ada satu yang sangat penting karena berhubungan dengan proses pembelajaran, yaitu RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sebagai implementasi pelaksanaan kurikulum secara langsung kepada siswa.

Begitu pentingnya RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) itu hampir semua pelatihan yang ada hubungannya dengan pergantian kurikulum, bagian ini selalu mendapat porsi besar untuk dilarikan kepada guru agar dapat memahami langkah-langkah pembelajaran sampai penilaian dengan benar.

Segala daya upaya dilakukan oleh pihak terkait untuk mensukseskan guru dalam memahami RPP sehingga porsi pelatihan utama adalah bagaimana guru bisa menyusun RPP dan bisa menerapkan dalam pembelajaran.

Setelah guru diberi berbagai macam pelatihan dalam menyusun RPP, ada pertanyaan cukup menarik: apakah semua guru sudah membuat RPP sesuai kebutuhan di dalam proses belajar mengajar di kelas?

Sangat ironis apabila perangkat pembelajaran dalam menyelesaikannya sebagai kewajiban individu masih harus menunggu ditagih kepala sekolah agar mengumpulkannya. Kepala Sekolah harus berulang-ulang menagih kepada guru-guru agar segera mengunpulkan perangkatnya agar dapat dilaksanakan supervisi oleh Kepala Sekolah.

Butuh keuletan dan kesabaran agar guru-guru dengan sukarela mau menyerahkan perangkat pembelajarannya pada aaal tahun pelajaran. Kesabaran yang tinggi dengan tagihan tanpa dihiraukan oleh Guru membuat kepala Sekolah sampai “NDOWER” saking sulitnya membuka hati guru untuk secara sukarela menyerahkan perangkat sebelum ditagih oleh kepala Sekolah.

Seperti saat sekarang ini, mulai bulan Agustus ini adalah musim akreditasi sekolah, segala macam perangkat pembelajaran harus tersedia sebagai salah satu dokumen penting dalam mensukseskan akreditasi. Pada even akreditasi ini biasanya banyak sekolah berlomba-lomba melengkapi perangkat pembelajaran diantaranya membuat RPP sesuai dengan dokumen yang diminta pada instrumen akreditasi. Banyak sekolah yang download materi RPP, dari sini akhirnya bisa diketahui antara sekokah satu dengan yang lain memiliki RPP yang sama persis baik isi dan materinya.

Melihat fenomena penagihan perangkat pembelajaran yang begitu sulit dari para guru sebagai kewajiban tentunya bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan masih perlu perjuangan cukup berat dan berliku. Jika kesadaran untuk membuat perangkat pembelajaran saja diabaikan oleh guru-guru, itu bisa menjadi kemlorotan karakter sebagai seorang guru yang harus bertanggungjawab profesional pada profesinya.

Jadi bila ingin melihat sekolah itu bermutu apa tidak, langkah terkecil adalah bisa dibuktikan dengan keteraedianya perangkat pembelajaran pada awal tahun pelajaran sebagai kewajiban utama menjgkatkan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan.

Oh Allah, when I lose my hopes and plans, help me remember that your love is greater than my disappointments, and your plans for my life are better than my dreams. – Ali bin Abi Thalib
Ya Allah, saat aku kehilangan harapan dan rencana, tolong ingatkan aku bahwa cinta-Mu jauh lebih besar daripada kekecewaanku, dan rencana yang Engkau siapkan untuk hidupku jauh lebih baik daripada impianku. – Ali bin Abi Thalib

Wassalam

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.