Komunikasi Efektif antara Manajer-Karyawan

MEPNews.id – Komunikasi itu penting untuk menyampaikan pesan-pesan institusi pada seluruh pekerja. Pesan-pesannya bisa terkait visi, target, aturan, cara bekerja, hingga rincian sangat praktis dari berbagai hal. Indikator dari keefektifan komunikasi adalah apa yang disampaikan bisa diterima nyaris tanpa beda.

Manajer memainkan peran kunci dalam membangun komunikasi yang jelas dalam organisasi. Fungsi manajemen antara lain perencanaan, pengorganisasi, kepegawaian, memimpin dan mengawasi fungsi di dalam dan di luar institusi. Semua fungsi ini membutuhkan komunikasi yang efektif. Nah, dengan berkomunikasi lebih efektif dengan karyawan, para manajer bisa mencapai lingkungan kerja yang efisien, produktif, dan memuaskan.

Bagaimana agar komunikasi antara manajer dan karyawan menjadi efisien? Karen S. Johnson, marketing professional di Texas, dalam Work Chronicle edisi 30 Juni 2018, memberikan tips berikut ini;

• Berkomunikasi Secara Teratur
Temukan cara-cara untuk berkomunikasi secara teratur, tanpa membuatnya membosankan. Komunikasi teratur ini penting, terutama jika memiliki karyawan yang lebih muda dan susah menjaga rutinitas. Buatlah meeting staf rutin tanpa harus seperti rapat mingguan. Selain rapat rutin resmi, padukan dengan pertemuan orang-per-orang sepanjang bulan, diskusi di situs media sosial online, hingga pemberitahuan lewat email. Dengan komunikasi rutin, termasuk info soal perkembangan institusi, membantu karyawan merasa lebih terlibat dengan perusahaan secara keseluruhan.

• Kumpulkan Umpan Balik
Komunikasi efisien itu perlu dua arah agar lebih berimbang. Maka, temukan cara untuk mengumpulkan umpan balik dari karyawan. Umapan balik ini bisa membuat karyawan tahu bahwa ide mereka penting. Di sisi lain, manajer bisa mendapatkan ide-ide baru serta sudut pandang pekerjaan versi karyawan. Misalnya, ada satu karyawan yang menemukan permasalahan yang manajer belum punya ide untuk memecahkannya. Lalu, muncul ide dari karyawan lain yang ternyata sangat jitu untuk memecahkan masalah itu. Nah, sistem umpan balik ini bisa memastikan saran berharga dari karyawan bisa diterima dan diimplementasikan.

• Dengarkan dengan Baik
Mendengar itu keterampilan komunikasi yang sama pentingnya seperti berbicara atau menulis. Saat sedang menyisihkan waktu untuk karyawan, manajer harus benar-benar perhatian. Jangan nyambi menjawab telepon atau melirik computer main game selama percakapan. Biarkan karyawan berbicara tanpa diinterupsi, bahkan jika Anda tidak setuju dengan pedapatnya atau Anda memiliki bias pribadi. Semakin baik reputasi Anda sebagai pendengar, semakin banyak karyawan merasa nyaman untuk berkomunikasi. Ingat, tanpa mendengar dengan baik, Anda mungkin tidak menyadari masalah yang sedang terjadi sehingga bisa menjadi lebih sulit dan mahal untuk dikelola saat terlambat ditangani.

• Memimpin dengan Tauladan
Karyawan perlu tahu bahwa manajer mereka dapat dipercaya dan siap menindaklanjuti apa yang mereka katakan. Maka, manajemen bisa membangun kredibilitas dengan hanya menjanjikan apa yang kelak dapat diwujudkan dan mengakui ketika bersalah. Karyawan harus dihargai atas kontribusi mereka. Jangan mengolok-olok ide-ide mereka, terutama di depan orang lain. Manajer juga harus memperhatikan gaya komunikasi mereka, termasuk sinyal non-verbal. Perhatikan segala sesuatu; dari bagaimana mereka berdiri hingga ekspresi wajah yang menunjukkan keterbukaan dan kemauan untuk berkomunikasi.

Facebook Comments

POST A COMMENT.