4 Tanda Terlalu Banyak Makan Garam

MEPNews.id – Ada banyak sekali manfaat garam. Antara lain; mencegah gangguan perkembangan, memelihara kadar keseimbangan cairan tubuh, mengandung banyak mineral berguna bagi tubuh, menyeimbangkan PH tubuh, memelihara fungsi organ tubuh, mencegah IQ rendah, detoksifokasi, musnahkan bakteri jahat di daerah mulut, menjaga kesehatan pencernaan, hingga membuat rileks tubuh.

Selain itu, garam juga bumbu masak paling dahsyat. Tidak hanya mengawetkan makanan, tetapi juga menambah rasa. Untuk yang terakhir ini, tak heran banyak orang makan lebih banyak garam daripada yang seharusnya. Apa lagi garam yang berlebihan dikonsumsi melalui makanan olahan.

Padahal, kelebihan garam memiliki risiko keracunan dan tekanan darah tinggi yang bisa fatal. Tapi, bagaimana kita tahu tidak berlebihan mengkonsumsi garam? Nah, Sadhana Bharanidharan dalam Medical Daily edisi 8 Agustus 2018, mengungkapkan empat tanda Anda harus mengurangi garam;

Makanan terasa hambar
Beberapa orang mungkin dilahirkan dengan ‘lidah asin.’ Tapi, kebiasaan mungkin memainkan peran lebih besar dalam pilihan suka garam. “Kita mengembangkan sendiri preferensi rasa untuk garam,” kata Gazzaniga Moloo, juru bicara American Dietetic Association. “Garam memang memiliki beberapa sifat yang dapat membuat makanan terasa lebih enak. Maka beberapa orang bahkan menaburkan garam pada makanan untuk membuatnya terasa lebih enak.”
Tapi, jika sudah terbiasa, konsumsi garam dapat mempengaruhi indera pengecap di lidah. Orang jadi kebal dengan rasa makanan dengan kandungan garam tinggi. Ini menyebabkan makanan dengan kandungan garam normal terasa hambar. Nah, kalau makanan normal sudah terasa hambar, artinya dalam tubuh sudah mulai banyak garam.

Merasa berat atau bengkak
Pernah merasa seperti tiba-tiba mendapatkan tambahan berat badan? Mengkonsumsi lebih banyak natrium daripada biasanya dapat memberi kesan tiba-tiba membengkak. Itu karena retensi cairan di jaringan tubuh.
“Garam itu seperti magnet bagi air, menyebabkan Anda menahan cairan,” kata ahli diet Bonnie Taub-Dix, pendiri Better Than Dieting. “Efek retensi cairan dapat menyebabkan kembung atau bahkan sekitar mata atau jari menjadi bengkak. Saya pernah kenal orang yang jika makam semangkuk sup asin harus melepas cincinnya. Jika tidak, dia tidak bisa melepaskannya nanti.”

Sakit kepala yang aneh
Jika sakit kepala timbul-tenggelam tanpa pemicu yang jelas, cobalah amati apakah itu terjadi setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan garam relatif tinggi. “Terlalu banyak garam dapat menyebabkan pembuluh darah di otak mengembang, yang dapat menyebabkan sakit kepala,” jelas Mandy Enright, ahli gizi dan pelatih kebugaran di New Jersey.

Sering buang air kecil
“Kencing malam hari adalah masalah nyata bagi banyak orang, terutama saat berusia tua,” kata Dr Matsuo Tomohiro dari Universitas Nagasaki di Jepang. “Dalam studi 2017, tim kami menemukan terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan buang air kecil berlebihan. Untuk orang dewasa tua, ini dapat menyebabkan tidur terganggu, kelelahan, dan mudah tersinggung.”
Dengan memotong asupan garam hingga 25 persen, peserta penelitian mengalami penurunan kebelet kencing tengah malam. “Modifikasi diet sederhana dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup banyak orang,” kata Dr. Tomohiro. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.