Cara Jitu Menghibur Pasangan yang Tertekan

MEPNews.id – Tiba-tiba pasangan Anda uring-uringan tidak jelas. Anda mendekati, dia malah menyemprot. Loh, ada masalah apa? Nah, bisa jadi penyebabnya adalah Anda kurang mampu membina dan meningkatkan hubungan personal saat pasangan sedang dalam kondisi tertekan.

Artikel ilmiah yang diterbitkan psyblog mengungkapkan, keterampilan membina hubungan personal ini sangat bagus untuk membangun komunikasi dan interaksi yang semakin lama semakin menguat. Ketrampilan semacam ini memberikan kontribusi positif untuk kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Artikel berdasarkan temuan ilmiah Jennifer S. Priem dan Denise Haunani Solomon berjudul ‘What Is Supportive about Supportive Conversation?’ yang diterbitkan 28 Juli 2015 di jurnal Communication Research menyatakan, mendengarkan dari hati dapat meningkatkan hubungan. Dukungan yang jelas dan eksplisit juga membantu mengurangi ketegangan dan tingkat stres serta meningkatkan kondisi emosi pasangan.

Dr Jerremy Dean, penulis di psyblog, meringkas tiga kiat untuk memberikan komunikasi yang mendukung hubungan personal dalam kondisi tertekan:

• Menyadari pasangan sedang stress
Mungkin situasinya tidak membuat Anda sendiri stress. Tapi, Anda harus ingat bahwa setiap orang pasti berbeda. Ketahui dan sadari pasangan sedang membutuhkan hiburan. Hiburlah, kalau bisa. Kalau tidak bisa, jangan ganggu. Cukup tunjukkan bahwa Anda tahu ia sedang stress.

• Gunakan perpaduan komunikasi verbal dan nonverbal
Jika pasangan sedang bermasalah, dengarkan dan sesekali mengajukan pertanyaan untuk menunjukkan perhatian atau mencari solusi jika diminta. Selain itu, gunakan kontak mata dan sentuhan untuk dapat membantu mengurangi tingkat stres.

• Berikan dukungan emosional
Kadang, saat pasangan bicara tentang permasalahan, ia tidak selalu sedang mencari solusi tapi untuk sekadar mencurahkan isi hati. Kecuali jika memang meminta saran, jangan tawarkan. Akan lebih baik untuk sekadar fokus mendengar dan memberikan dukungan emosional.

Profesor Jennifer Priem mengatakan: “Pemulihan stres tercepat berasal dari pesan eksplisit. Ketika pasangan sedang tertekan, mereka tidak dapat fokus untuk menafsirkan pesan dengan baik. Maka, dibutuhkan kejelasan dan bantuan kontak mata. ”

Salah satu kesalahan yang dilakukan orang adalah mencoba menghilangkan stres pasangannya. Profesor Priem berkata: “Mengatakan pada dia ‘Jangan khawatir tentang itu’ atau mencoba mengalihkan perhatian dari stresnya dengan cara mengubah subjek pembicaraan, umumnya tidak akan banyak membantu. Lebih baik sekadar memberinya perhatian emosional.”

Penelitian Priem melibatkan 103 pasangan yang yang melakukan tugas-tugas terkit stres. Peneliti mengamati kadar hormon stres kortisol, dilengkapi dengan penilaian oleh pengamat terlatih. Perpaduan ini untuk menilai jenis komunikasi yang mendukung dan efektif. Hasilnya, ternyata komunikasi yang sangat mendukung bisa membantu menurunkan kadar kortisol penyebab stress.

Penelitian lain menunjukkan, komunikasi antar personal yang efektif ini juga dapat membantu meningkatkan mutu tidur, mengurangi sakit kepala, dan bahkan bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Profesor Priem berkata: “Sekadar ucapan dukungan ternyata tidak benar-benar berfungsi. Stres itu menciptakan bingkai di mana pesan ditafsirkan. Maka, dukungan yang sangat jelas dan eksplisit dalam memvalidasi perasaan dan menunjukkan kepedulian ternyata sangat lebih mungkin untuk menurunkan kadar kortisol terkait stress dan meningkatkan perasaan kesejahteraan dan keamanan.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.