10 Cara Dorong Kreativitas Anak Prasekolah

MEPNews.id“Biarkan anak menjadi penulis naskah, sutradara, dan actor, dalam permainannya sendiri.” – Magda Gerber

Tidak mungkin menjadi orang tua yang tidak ingin membesarkan anak menjadi diri yang paling kreatif. Namun, tuntutan kehidupan sehari-hari sering menghambat anak usia pra-sekolah menjadi penulis naskah, sutradara dan aktor bagi permainannya sendiri.

Jika Anda menghadapi kondisi semacam ini, Amita Bhardwaj direktur kurikulum di Footprints Childcare memberikan tips dalam Indian Express edisi 9 Agustus 2018. Sepuluh kiat berikut ini dapat membantu Anda memberikan lingkungan yang mendukung agar kreativitas anak berkembang.

Sedikit ‘Kacau’ Itu Oke
Siapa sih yang tidak suka melihat rumah tertata rapi dengan masing-masing barang berada di tempatnya? Namun, jangan terlalu memaksakan aturan pada anak tentang menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Ingat, tanpa ‘mengotori’ tangannya, kecil kemungkinan anak dapat mencoba sesuatu yang baru. Maka, izinkan anak untuk membuat kekacauan untuk mengembangkan sisi eksploratifnya. Setelah itu, ingatkan juga untuk disiplin merapikannya.

Tawarkan Pilihan Sesuai Usia
Ketika Anda berpacu dengan waktu, mungkin terdengar enak jika memberikan instruksi kepada anak dan menyuruh mematuhinya. Namun, yang lebih baik adalah menawarkan kepada anak beberapa pilihan sesuai usia yang memungkinkan kemampuan berpikir mereka berkembang. Misal, saat terburu menyediakan bekal untuk berangkat, sempatkan bertanya apakah rotinya dilapisis selai atau mentega. Jangan langsung mengemas makanan dan berharap anak langsung memakannya.

Jangan Menabukan Kegagalan
Satu-satunya jaminan untuk tidak gagal adalah tidak mencoba sesuatu yang baru sama sekali. Sangat betul, itu. Namun, itu bukan premi yang semestinya untuk menebar benih kesuksesan pada anak. Tabu gagal, berartu tabu mencoba. Jadi, jangan melatih anak untuk tidak pernah gagal, tapi biarkan dia mencoba hal-hal baru dan mengalami sesekali kegagalan jika harus. Menjelajahi banyak hal berbeda akan memberinya paparan yang sangat dibutuhkan dan menemukan sendiri hal-hal yang dia sukai dan kuasai.

Hargai Juga Prosesnya, Bukan Hanya Hasilnya
Ketika memiliki pola pikir yang berorientasi pada keberhasilan, orang dewasa akan cenderung memuji anak hanya atas hasil positif. Biasanya tidak memuji usaha dan proses yang anak lakukan dalam kegiatan tertentu. Padahal, justru pada proses itu lah usaha anak menjadi kreatif. Maka, hargailah prosesnya juga.

Dorong Rasa Ingin Tahu
Setiap orang tua tentu pernah mengalami bagaimana kesalnya saat anak tidak berhenti bertanya ‘mengapa?’ untuk berbagai hal. Jangan pernah lelah untuk menjawab dan menjelaskan. Apa lagi membentak anak yang bertanya. Sekali membentak, Anda bisa memadamkan semangat ‘ingin tahu’ anak. Padahal, keingintahuan adalah pola pikir eksploratoris bisa sangat menentukan bagaimana anak menjalani kehidupan di masa datang.

Jangan Kekang dengan Label
Ada kecenderungan manusia untuk melabeli pihak lain berdasarkan pendapat personalnya. Tapi, jangan lakukan itu pada anak. Jadi melabeli anak ‘tidak cukup baik’ atau ‘malas’ atau ‘moyong.’ Bahkan label yang tampaknya tidak berbahaya pun bisa sangat menentukan dalam batin si anak. Ia bisa merasakan label itu sebagai kepribadiannya di kemudian hari. Hati-hati, ucapan orang tua itu seperti doa. Ucapan yang tidak baik bisa berakibat tidak baik pula di masa depan.

Tak Apa Sesekali Bosan
“Ibu, saya bosan,” mungkin itu kalimat dari anak yang dapat mendorong Anda segera bertindak mencoba mencari jalan untuk menjaganya agar tetap sibuk. Namun, akan lebih membantu jika Anda sesekali membiarkan anak bosan dan mencari sendiri alternatifnya. Bahkan, di tengah kesibukan hidup dan banyak kelas yang dijalani anak-anak, sejumlah waktu yang tidak terstruktur dapat membantu meningkatkan kreativitas mereka.

Minimalkan Waktu di Depan Layar
Sudah bukan rahasia lagi, sebagian signifikan waktu anak digunakan di depan layar televisi, komputer, ponsel, dan sejenisnya untuk main game. Betul, permainan di depan layar juga mendorong kreativitas. Tapi, naluri kreatif juga bisa dihidupkan di halaman, alam, teman-teman, dan lain-lain. Maka, kurangi waktu main game di gadget. Tambahi waktu main di dunia nyata. Selain mekin kreatif, juga makin sehat.

Jadwalkan Waktu Membaca
Pastikan membaca adalah bagian dari jadwal anak. Kebiasaan membaca bisa diasah rutin sejak anak masih muda saat Anda membacakan buku. Anda bisa meningkatkan sifat kreatifnya, saat anak berimajinasi atas apa yang Anda bacakan. Setelah bisa membaca sendiri, anak akan mengemankan kreativitas lebih jauh. Dengan mengajak biasa membaca lebih dini, Anda membantu anak berteman seumur hidup dengan buku. Ingat, semua orang hebat adalah pembaca yang hebat.

Membimbing dengan Teladan
Yang terpenting, sadari bahwa Anda adalah model peran bagi anak. Apa yang Anda lakukan dan ucapkan, akan ditiru oleh anak. Maka, bimbinglah anak dengan teladan. Beri contoh yang baik, maka anak akan meniru jadi yang baik. Tidak ada cara yang lebih baik bagi anak untuk belajar kreativitas selain melihatnya Anda sendiri kreatif.

Facebook Comments

POST A COMMENT.