Pemarah Umumnya Hanya Merasa Lebih Pintar

MEPNews.id – Jika Anda mengenal orang yang pada umumnya suka menggerutu, temperamental, bahkan sering asal-asalan marah, ketahui saja bahwa mereka bisa jadi tidak sepintar seperti yang mereka pikirkan. Tidak seperti emosi negatif lainnya, kemarahan memang membuat orang terlalu percaya diri dengan kecerdasan mereka sehingga merasa lebih pintar. Padahal, aslinya tidak begitu pintar.

“Kemarahan itu berbeda secara signifikan jika dibandingkan dengan emosi negatif lainnya, seperti kesedihan, kecemasan atau depresi,” kata Marcin Zajenkowski, psikolog di Universitas Warsawa di Polandia sekaligus penulis utama penelitian, yang dikutip Kimberly Hickok untuk Live Science edisi 6 Agustus 2018.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, kemarahan adalah emosi negatif yang tidak biasa. Itu karena kemarahan sering dikaitkan dengan sifat positif antara lain optimisme. Tapi, bagaimana kemarahan mempengaruhi kecerdasan yang dirasakan, itu masih belum jelas. Maka, Zajenkowski bersama kolega peneliti membuat hipotesis, orang yang marah lebih cenderung melebih-lebihkan kadar kepintaran mereka.

Untuk menguji dugaan ini, para peneliti mensurvei 520 mahasiswa yang kuliah di Warsawa. Para mahasiswa menjawab pertanyaan survei untuk mengukur seberapa mudah dan seberapa sering mereka marah. Kemudian, para mahasiswa mengisi survei untuk menilai kecerdasan mereka sendiri. Terakhir, mereka ikut tes kecerdasan objektif. Dua tes terakhir ini untuk menentukan perbedaan atas cerdas yang dirasakan dengan cerdas yang sebenarnya.

Hasil studi mereka yang dipublikasikan di jurnal Intelligence ini menunjukkan, mahasiswa yang cenderung marah umumnya juga berlebihan atas kemampuan kognitif mereka. Sementara itu, mahasiswa neurotik umumnya lebih meremehkan kecerdasan mereka. Neurotik adalah sifat yang sering dikaitkan dengan munculnya kemarahan. Neurotisisme mengacu pada sifat-sifat negatif antara lain kecemasan irasional dan kesusahan luar biasa.

Para peneliti menemukan, narsisisme adalah faktor kunci dalam bagaimana orang menilai seberapa pintar mereka. “Kepribadian yang lebih gampang marah ternyata terkait dengan ilusi narsis ini,” kata Zajenkowski, dikutip PsyPost.

Penting untuk dicatat, penelitian memang menunjukkan orang yang marah cenderung lebih narsistik dan melebih-lebihkan atas rasa kecemerlangan mereka. Namun, kemarahan ternyata tidak terkait dengan tingkat kecerdasan yang sebenarnya.

Meski para peneliti menemukan hubungan antara dua sifat ini, namun belum jelas apakah ada hubungan sebab dan akibat antara kemarahan dan sifat narsis merasa kecerdasan terlalu tinggi. Zajenkowski mengakui, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menjelajahi hubungan itu.

Apa yang tidak diteliti dalam studi ini adalah bagaimana kemarahan memengaruhi kecerdasan yang dirasakan saat panasnya momen kemarahan. Studi ini hanya menilai kemarahan sebagai sifat kepribadian, dan kemarahan dianggap sebagai emosi sementara.

Penelitian tambahan diperlukan untuk mengetahui apakah orang-orang yang tidak mudah marah mungkin terlalu percaya diri dalam kemampuan mereka hanya pada saat mereka marah.

Facebook Comments

POST A COMMENT.