Hebatnya Mental Berjuang untuk Menang

tom kolom kecilOleh: Teguh W. Utomo
MEPNews.id – Sengaja atau tidak, orang dewasa pasti mengajarkan mentalitas pada anak-anak. Misalnya; orangtua pada anak, guru pada murid, senior pada yunior. Maka, kalau ingin menjadi orang dewasa yang bertanggung-jawab, kita harusnya mengajarkan mentalitas secara sengaja, tertata, jelas dan benar. Tugas kita adalah membimbing generasi penerus untuk siap menjalankan peran hebat mereka di masa datang.

Anak-anak zaman sekarang sudah menghadapi kompetisi ketat untuk mendapatkan nilai tinggi. Untuk meningkat dari pendidikan dasar ke menengah, persaingan nilai juga ketat. Begitu juga saat mau masuk perguruan tinggi. Untuk semua kenaikan tingkatan, faktor-faktor ‘kemenangan’ lain juga menentukan selain sekadar nilai akademik.

Nah, kita harus membantu anak-anak mengembangkan mental, menggapai impian, menjadi kreatif dan inovatif, dan banyak lagi, untuk sukses di masa datang. Kita harus menanamkan pada anak ‘struggle-to-win mentality’. Mentalitas ini diperlukan saat dunia sekarang sudah kompetitif dan masa mendatang makin kompetitif. Mereka yang punya ‘winning-mentality’ bakal lebih bisa berjuang dengan elegan dan mendapatkan kesuksesan.

Maka, di setiap kesempatan, tanamkan pada anak bagaimana cara berfikir seperti pemenang –bukan berfikir kalah. Bimbing anak-anak bagaimana berfikir lalu meyakini diri bahwa mereka bisa dan patut mendapatkan prestasi besar. Jangan sampai mereka memiliki pola fikir gampang menyerah, tidak mampu menang, dan gampang putus asa.

Bagaimana cara menanamkan lalu mengembangkan mental ‘berjuang-untuk-menang’ pada anak? Ada banyak cara, namun berikut ini beberapa hal yang esensial.

• Ajarkan sistem nilai yang sangat jelas. Tunjukkan mana yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, cara yang patut ditempuh dan cara yang harus ditinggalkan. Jika sistem nilai ini sudah sangat jelas, anak akan gampang memiliki keyakinan.

• Kembangkan keyakinan kuat. Besarkan hati anak atas apa pun pencapaian yang mereka ingin dapatkan. Dorong mereka untuk bisa meraih lebih tinggi. Ini membuat mereka percaya diri bisa melakukan sesuatu. Sebaliknya, kalau capaiannya ternyata memang rendah, jangan cela sehingga mengecilkan nyali mereka. Jika gagal di satu bidang, bantu anak menemukan bidang lain yang mereka bisa berprestasi.

• Beri energi sekuat mungkin pada anak. Keberhasilan besar selalu membutuhkan energi fisik, mental dan spiritual. Tentu saja, kita tidak harus sendirian menyuntikkan energi ini. Jalin kerjasama dengan guru atau pihak-pihak lain. Dorong anak agar bisa membangkitkan energi dari diri mereka sendiri.

• Di sisi lain, anak harus punya hasrat besar untuk menang. Bimbing anak untuk memfokuskan sebagian besar energinya mencapai sasaran tertentu. Hal-hal yang tidak terlalu penting, jangan terlalu difikirkan atau lebih baik singkirkan saja. Hasrat besar ini akan melejitkan anak ke performa puncak.

• Libatkan Tuhan. Selalu ingatkan pada anak bahwa ada kekuatan SuperBesar yang menentukan segalanya. Segala hal akan jadi lebih sempurna jika ada campur tangan Tuhan.

Jangan lupa, ‘winning mentality’ juga melibatkan sikap ‘siap kalah’ –asal jangan keseringan kalah. Menang terus-menerus akan membuat anak menjadi sombong dan jumawa. Sesekali kalah, boleh lah. Itu membuat anak menyadari toleransi dengan anak lain. Itu juga membuat anak sadar ada Kekuatan Lain yang berpengaruh di samping upaya kerasnya.

Selain itu, jadilah model peran yang baik bagi anak. Bagaimana anak bisa memegang nilai-nilai kejujuran jika integritas kita sendiri dipertanyakan? Maka, kita harus punya mental menang dulu sebelum menularkannya pada anak.

Ingat; jangan tinggalkan generasi yang lemah.

Penulis adalah:
– Praktisi media, penggiat literasi, trainer motivasional
– Bisa dijenguk di cilukbha@gmail.com, Facebook.com/teguh.w.utomo, Instagram.com@teguh_w_utomo

Facebook Comments

POST A COMMENT.