UNAIR Inisiasi Pusat Studi Indonesia di Taiwan

MEPNews.id – Untuk kali pertama, pusat studi Indonesia di Taiwan didirikan. Lembaga bernama Center for Indonesia Studies ini didirikan atas kerja sama Universitas Airlangga dengan Asia University di Taichung. Peresmiannya berlangsung di Asia University pada 7 Agustus 2018 yan dihadiri pejabat dari Asia University dan UNAIR.

Director General Ministry of Education Taiwan Andy Cheu-An Bi (dua dari kiri) dan Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR Prof., Dr., Drs., Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si. (tiga dari kiri) di depan Center for Indonesia Studies.

Director General Ministry of Education Taiwan Andy Cheu-An Bi (dua dari kiri) dan Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR Prof., Dr., Drs., Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si. (tiga dari kiri) di depan Center for Indonesia Studies.

Director General Ministry of Education Taiwan, Andy Cheu-An Bi, sangat mengapresiasi inisisasi Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih untuk membuka Center for Indonesian Studies di Taiwan. “Ini pusat kajian pertama di Taiwan yang dikelola perguruan tinggi dari Indonesia. Langkah ini sangat diapresiasi. Ini menunjukkan kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia dan Taiwan yang semakin kuat untuk masing-masing mempelajari budaya, bahasa, sejarah, dan geografi, baik Indonesia maupun Taiwan,” ungkap Andy.

Andy juga mendukung dan menyambut baik insisasi Rektor UNAIR yang akan membentuk World University Association for Community Development (WUACD). Ia berharap WUACD bisa bergabung dengan Universities’ Social Responsibility (USR) di Taiwan.

Sementara itu, Deputy Representative Indonesian Economic and Trade Office to Taipei, Siswandi, mengatakan, “Setiap tahun jumlah mahasiswa asal Indonesia semakin banyak di Taiwan. Insisasi yang bagus dari Rektor UNAIR ini menjadi penting.”

Ruang kelas Center for Indonesian Studies UNAIR di Asian University, TaiChung.

Ruang kelas Center for Indonesian Studies UNAIR di Asian University, TaiChung.

Siswanto berharap UNAIR tidak hanya membuka di Asia University di Taichung, tapi juga di National Taiwan University of Scinece and Technology di Taipei yang merupakan perguruan tinggi dengan mahasiswa Indonesia terbanyak di Taiwan.

Terkait peresmian Center for Indonesia Studies, Direktur Eksekutif Airlangga Global Engagement (AGE) UNAIR Prof. Dr. Drs. Ni Nyoman Tri Puspaningsih Msi, berharap, “Semakin banyak mahasiswa Taiwan yang tertarik belajar tentang Indonesia khususnya bahasa Indonesia. Sehingga mereka juga tertarik belajar di Indonesia, khususnya di UNAIR, melalui skema double degree, mobility program student, dan staff exchange, baik akademik maupun non akademik atau disebut juga faculty exchange. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan capaian international faculty, inbound student, dan joint research bagi UNAIR.”

Setelah peresmian Center for Indonesia Studies, disusul Training of Trainer (ToT) kursus Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) oleh dosen UNAIR bagi calon pengajar bahasa Indonesia di Asia University. Kemudian, kursus bahasa Indonesia bagi mahasiswa Asia University dan sekitarnya oleh dosen UNAIR dan pengajar yang sudah lulus ikut ToT.

Juga ada kuliah tamu oleh dosen UNAIR tentang kajian Indonesia yang bersifat multidisiplin. Tidak hanya bidang sosial humaniora, tapi juga bidang health science dan life science. Ini akan rutin diberikan dosen-dosen UNAIR sesuai bidang keahlian.

Ke depan, rutin diadakan pertemuan pembentukan afiliasi pegiat dan pengajar bahasa Indonesia cabang Taiwan. Dengan diresmikan Center for Indonesia Studies, buku-buku karya dosen UNAIR juga akan dipamerkan di sana.

Di lain pihak, Taiwan Education Center (TEC) sudah didirikan di UNAIR pada September 2017. Berbagai program pendidikan dan budaya diberikan. Misalnya, workshop dan training bahasa Mandarin yang diikuti guru bahasa Mandarin di Jawa Timur. (PIH UNAIR)

Facebook Comments

POST A COMMENT.