Pil Statin Efektif Obati Penyakit Paru Ganas

MEPNews.id – Ada kabar baik bagi penderita penyakit ganas Pulmonary Alveolar Proteinosis (PAP). Para peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan jawaban mengapa kantung udara di paru-paru tersumbat oleh zat tebal yang disebut surfaktan. Dalam laporan di jurnal Nature Communications yang dirilis EureAlert! edisi 7 Agustus 2018, mereka juga menunjukkan bahwa pil statin penghilang kolesterol dapat secara efektif mengobati penyakit itu.

Saat ini, pengobatan standar bagi PAP adalah ‘lavage’ paru secara keseluruhan. Pada dasarnya, pengobatan itu melibatkan pembilasan seluruh paru pasien untuk membersihkan kotoran. Prosedur ini sangat invasif dan mengharuskan pasien di bawah anestesi umum. Selanjutnya, prosedur harus diulang setiap kali paru tersumbat –yang berarti membawa beberapa masalah kualitas hidup cukup serius bagi pasien.

Para peneliti di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center beberapa tahun lalu menemukan PAP terkait dengan gangguan regulasi sel oleh molekul yang disebut granulocyte-macrophage colony stimulating factor (GM-CSF). Molekul ini sangat penting untuk perkembangan sel makrofag yang matang sepenuhnya di paru-paru. Sel makrofag ini diperlukan untuk membersihkan surfaktan -zat yang penting untuk fungsi paru- yang sudah selesai digunakan. Jika paru bersih dari surfaktan, orang dapat bernapas.

Dipimpin Bruce Trapnell MD, direktur Translational Pulmonary Science Center, tim ini sekarang menemukan biang tersumbatnya kantung udara di paru, yakni kolesterol. Dalam studi baru tentang pasien PAP dan model tikus, para peneliti menemukan alasan lebih tepat atas gangguan regulasi sel oleh GM-CSF yang memicu PAP. Itu karena disregulasi sel mengurangi kemampuan makrofag untuk memproses dan membersihkan kolesterol, yang memungkinkan levelnya meningkat sehingga menyumbat kantung-kantung udara. Berkurangnya kemampuan makrofag ini berkontribusi pada akumulasi surfaktan yang menyebabkan PAP dan menghambat pernapasan.

“Diketahui, pendorong patogenik atas penyakit ini adalah gangguan homeostasis kolesterol pada pasien,” jelas Trapnell. “Temuan ini bisa mengubah pemikiran di bidang PAP. Sekarang kita jadi tahu kolesterol dalam makrofag adalah target untuk terapi. Maka, mengadaptasikan statin untuk tujuan beda adalah pendekatan farmakologis yang cukup terarah untuk mengobati penderita PAP.”

Temuan ini diharapkan segera mengarah ke uji klinis untuk menguji terapi statin pada lebih banyak manusia yang menderita PAP, kata Trapnell. Hingga saat ini, penelitian masih menguji terapi statin pada dua pasien dewasa dan dalam model PAP yang direkayasa genetika pada tikus.

Pada pasien manusia dan hewan model PAP, terapi statin bisa meningkatkan keseimbangan kolesterol dalam sel makrofag paru sehingga memungkinkan surfaktan dibersihkan dari kantung-kantung udara. Ini meningkatkan fungsi pernapasan pada pasien dewasa dan dalam model di laboratorium. Tes-tes tersebut adalah hasil dari percobaan sebelumnya pada makrofag paru-paru tikus dan sel-sel yang disumbangkan dari pasien. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.