Pasien Wanita Lebih Mungkin Bertahan dari Gagal Jantung Jika Dirawat Dokter Wanita

MEPNews.id – Analisis lebih dari 580.000 kasus serangan jantung menemukan, pasien wanita ternyata lebih kecil kemungkinan meninggal akibat serangan jantung jika yang bertanggung jawab atas perawatan rumah sakit mereka adalah dokter wanita.

“Boleh saja ada pakar jantung yang sangat terlatih dengan peluang hidup atau mati. Namun, kecocokan gender antara dokter dan pasien tampaknya menjadi faktor pengaruh juga,” kata Seth Carnahan, dari Washington University di St Louis, yang dikutip New Scientist edisi 7 Agustus.

Carnahan bersama rekan-rekannya menjaring data pasien anonim dari rumah sakit Florida antara tahun 1991 hingga 2010, dan laporanya ditulis di jurnal PNAS. Mereka mencatat faktor-faktor pengaruh antara lain usia, ras dan riwayat medis.

Bahkan, setelah memperhitungkan faktor-faktor ini, mereka tetap menemukan bahwa pasien wanita lebih kecil kemungkinannya untuk bertahan dari serangan jantung dibandingkan pasien pria.

Ketika pasien dirawat dokter pria, 12,6 persen pria meninggal dibandingkan dengan 13,3 persen wanita. Kesenjangan gender ini memang kecil. Tapi tetap ada selisih ketika wanita dokter mengambil alih pengobatan. Dalam kasus ini, 11,8 persen pria dan 12 persen wanita meninggal.

“Temuan kami menguatkan penelitian sebelumnya yang menunjukkan wanita dokter, daripada pria dokter, cenderung menghasilkan yang lebih baik pada pasien,” kata Carnahan. “Namun, bagian baru yang kami lakukan menunjukkan manfaat memiliki dokter wanita cukup mencolok pengaruhnya bagi pasien wanita.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.