Jangan Marahi Anak Saat Susah Mendengar

MEPNews.id – “Kau ini bagaimana, sih? Diomongi kok diam saja. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan!” ada orang tua yang menghardik anaknya demikian karena merasa tidak dihiraukan.

Padahal, bisa jadi si anak tidak berniat ogah mendengar omongan ayah atau ibunya. Bisa jadi si anak benar-benar tidak bisa mendengarnya.

Nah, jika Anda merasa anak mengalami masalah pendengaran, jangan marah. Segera lakukan pemeriksaan dan perbaikan. Mengapa? Bahkan gangguan pendengaran terkecil pun dapat mempengaruhi kemampuan anak belajar. Bahkan bisa juga menyebabkan masalah lain. Kesulitan mendengar juga dapat memicu masalah perilaku, kurang fokus dan bahkan depresi.

“Anak yang pendengaran menurun bisa kehilangan 50 persen manfaat diskusi di kelas,” kata Jackie Clark, pimpinan American Academy of Audiology, dalam rilis pers yang dikutip HealthDay News edisi 6 Agustus 2018. “Pernah ada anak-anak yang didiagnosis dengan ketidakmampuan belajar. Padahal, yang mereka butuhkan hanya alat bantu dengar.”

Sebagian besar bayi sudah teruji pendengarannya. Tapi, pendengaran dapat mengalami gangguan pada tahun-tahun berikutnya karena penyakit, sifat genetik, paparan suara keras, atau infeksi telinga. Nah, infeksi telinga adalah hal umum, yang menerpa lima dari enam anak dalam tiga tahun pertama mereka.

Di Amerika Serikat, tidak diketahui pasti jumlah total anak dengan berbagai jenis gangguan pendengaran. Banyak kasus yang tidak terdiagnosis. Lebih-lebih, anak yang mengalami gangguan pendengaran sering tidak menyadari memiliki masalah. Orang tua dan guru mungkin tidak segera tahu tanda-tanda itu.

American Academy of Audiology memberi sejumlah indikasi kemungkinan gangguan pendengaran pada anak-anak. Antara lain:

– Kesulitan menindaklanjuti tugas, karena sepertinya tidak memahami tugas itu;
– Tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah;
– Salah memahami pertanyaan, atau menanggapi secara tidak tepat;
– Meminta Anda untuk mengulangi pembicaraan
– Memandangi wajah Anda dengan saksama saat Anda berbicara, dan mencoba memahami apa yang Anda katakan.

Selain itu, cara mengucap yang berbeda dibanding ucapan anak-anak lain pada usia yang sama juga bisa menandakan masalah pendengaran. Begitu juga dengan kesulitan mengucapkan kata-kata sederhana, ketidakmampuan untuk mengulang frase, dan keterlambatan berbahasa.

Bila ada anak yang susah berkomunikasi di telepon, kadang berbicara keras ketika tidak diperlukan, mengalami sakit telinga kronis, atau mengeluhkan suara yang tidak dapat diidentifikasi, perlu segera melakukan tes pendengaran.

“Seringkali orang tua mengabaikan perilaku anak yang mungkin menjadi tanda kehilangan pendengaran,” kata Clark. “Jika orang tua curiga, segera bawa anak untuk diperiksa audiolog. Ahli audiologi memiliki alat dan cara untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran, tingkat gangguan pendengaran, dan dapat merekomendasikan solusi.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.