Gerak Cepat, Tim Dokter FK UNAIR ke Lombok

lombok bangkitMEPNews.id – Prihatin atas kejadian gempa di Lombok pada 28 Juli dan 5 Agustus 2018, tim dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) berinisiatif menggalang dana sekaligus gerak cepat menuju lokasi memberikan penanganan medis. Lima tenaga medis FK UNAIR, pada 7 Agustus, berangkat ke lokasi bencana di wilayah Lombok Utara dan Lombok Tengah.

Selama tiga hari, tim dokter FK UNAIR yang tergabung di Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam Surabaya ini akan membantu memberikan penanganan medis ke beberapa Puskesmas dan tenda pengungsian. Tim ini akan bergabung bersama tim medis FK UNAIR lain yang sudah lebih dulu sampai di lokasi bencana.

Selain sumbangan tenaga, sehari sebelumnya mereka menggalang donasi uang. Dalam sehari, tim berhasil menggalang dana Rp10 juta. Dana itu disalurkan dalam bentuk keperluan logistik, seperti beras, roti, makanan bayi, selimut, popok, dan lain sebagainya.

Selama di lokasi, mereka akan bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Lombok Utara dan sejumlah relawan lain dari Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

“Kemarin kami dapat info dari tim medis yang sudah di NTB. Di sana sangat membutuhkan alat-alat bedah minor jahit luka. Jadi fokus kami ke sana adalah membawa peralatan bedah minor,” ungkap dr Mita Erna Wati, salah seorang dokter relawan.

Ini bukan kali pertama Mita menjadi dokter volunteer di lokasi bencana. Sebelumnya Mita bersama anggota dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam Surabaya sering menggelar kegiatan bakti sosial ke berbagai wilayah seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bondowoso, hingga Situbondo.

Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat menyambangi lokasi bencana di Sembalun belumbung, Sembalun lawang, dan Sadang Lombok Timur. (Dok. Pribadi)

Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat menyambangi lokasi bencana di Sembalun belumbung, Sembalun lawang, dan Sadang Lombok Timur. (Dok. Pribadi)

Sebelumnya, sivitas UNAIR melalui Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Wilayah NTB sudah lebih dulu menyambangi lokasi bencana. Mereka datang empat hari setelah gempa 29 Juli di Sembalun belumbung, Sembalun lawang, dan Sadang di Lombok Timur. Di lokasi, mereka mengerahkan bantuan logistik seperti beras, makanan, tikar, selimut, serta bantuan tenaga medis.

“Kami pilih di sana karena konsentrasi keparahan saat kejadian gempa pertama ada di sana,” ungkap dr. Doddy AK, Sp.OG(K) pembina IKA UA.

Selain sumbangan logistik, tim IKA UA juga menyerahkan donasi berupa uang 5 juta kepada kepala dusun setempat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB periode 2012–2015 itu mengaku salut dengan kerjasama para donator IKA UA. Tidak butuh waktu lama, tim berhasil mengumpulkan uang donasi dan segera bisa menyumbangkan kebutuhan logistik untuk meringankan beban para korban bencana di sana. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.