Aplikasi ‘Siaga Plus’ Dukung Ibu Hamil

MEPNews.id – Menurut data dari Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian Ibu (AKI) berada di 305 per 100.000 kelahiran hidup. Dibandingkan 359 per 100.000 kelahiran hidup pada 2012, angka ini menurun. Namun, masih terbilang tinggi. Penurunannya juga lambat dan tidak signifikan. Maka, AKI masih sangat membutuhkan perhatian.

Empat penyebab utama AKI adalah pendarahan, eklamsia, infeksi, serta komplikasi dari aborsi ataupun persalinan. Jika ditinjau dari Ilmu Kesehatan Gigi, pada ibu hamil dengan periodontitis (radang jaringan penyangga gigi) parah, agen infeksi dan produknya dapat mengaktifkan jalur sinyal inflamasi lokal sampai ke ekstra-oral, termasuk pada unit janin-plasenta.

“Jika Ibu hamil mengidap periodontitis parah, bisa saja dampak keradangannya tidak hanya menginduksi persalinan prematur tetapi juga menyebabkan preeklamsia dan membatasi pertumbuhan intrauterin,” ungkap Irma Josefina Savitri, drg, PhD, Sp.Perio (K), dokter gigi spesialis konsultan yang juga dosen ahli periodonsia.

Sebagai salah satu terobosan dan inovasi, diciptakan aplikasi berbasis sistem android berdasarkan data kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Data-data itu dihimpun Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga sejak Juli 2017 hingga kini.

“Data kesehatan dan perilaku ibu hamil yang kami himpun sejak tahun 2017 menyimpulkan adanya kebutuhan social support yang baik dari lingkungan, dan layanan kesehatan, agar ibu hamil memiliki kesehatan paripurna sebelum-saat-setelah kehamilan,” papar Gilang R. Sabdho Wening, drg, MKes, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) FKG Unair.

Bersama para mahasiswa ko-as, departemen IKGM meluncurkan aplikasi berbasis sistem android ‘Siaga Plus’ yang bertujuan ‘mempersenjatai’ para masyarakat agar dapat memantau dan mengingatkan ibu hamil agar tetap sehat.

Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan para ibu hamil menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, sebelum masa kehamilan, selama masa kehamilan, dan sesudah masa kehamilan. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Geotagging untuk memudahkan petugas kesehatan meninjau keberadaan para ibu hamil dan melihat agenda.

Untuk ibu hamil, fitur ini memudahkan dalam mengetahui jadwal kunjungan ke tenaga kesehatan, checklist, mengetahui tes laboratorium yang harus dilakukan selama masa kehamilan, dan artikel sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.

“Aplikasi ini sudah digunakan bahkan disosialisasikan para ibu hamil beserta kadernya di beberapa lokasi di Kota Surabaya. Seperti wilayah kerja Puskesmas Pucangsewu, Dupak, Kalijudan, dan yang terbaru di Mulyorejo,” terang Gilang.

“Upaya ini juga sejalan dengan tujuan Millennium Development Goals (MDGs) poin 5 yaitu memperbaiki dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil. Ini dikarenakan kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat memberi efek terhadap janin antara lain bayi prematur dan berat badan lahir rendah, di samping terhadap kesehatan gigi dan mulut bayi nantinya,” papar Gilang menutup. (UNAIR NEWS)

Facebook Comments

POST A COMMENT.