Bagaimana Cara Aman Menghadapi Gempa?

MEPNews.id – Indonesia berada di kawasang ring of fire yang berisi jajaran banyak gunung berapi. Kepulauan ini juga terletak di pertemuan dua lempeng besar Pasifik dan Mediteran. Tak heran jika sering terjadi gempa bumi. Terakhir, dua gempa besar melanda Lombok hanya dalam sepekan, yakni 5 Agustus dan 29 Juli 2018. Tak pelak, pembelajaran dan kesadaran akan bencana gempa perlu ditingkatkan.

Hobart M. King PhD, geolog lulusan West Virginia University yang sudah 40 tahun berpengalaman dengan gempa bumi, memberikan tips bagaimana cara bertahan hidup terkait gempa bumi. Ia menekankan; “Kuncinya adalah pendidikan dan persiapan matang sebelumnya.” Tipsnya ini ditulis di situs geosains geology.com yang ia kelola.

Sebelum Gempa
– Pelajari cara bertahan selama terjadi gerakan di tanah. Ini perlu karena diperlukan tindakan cepat. Sebagian besar gempa terjadi dalam hitungan tak lebih dari satu menit. Karena sangat cepat, maka mengetahui apa yang harus dilakukan secara naluriah adalah sangat penting.

– Ajari semua anggota keluarga tentang keamanan gempa. Ini termasuk: 1) tindakan yang harus diambil ketika gempa terjadi, 2) tempat aman di ruangan antara lain di bawah meja kuat atau di sepanjang dinding interior, dan 3) tempat yang harus dihindari antara lain jendela, cermin besar, benda gantung , perabotan berat, atau benda sumber api.

– Cadangan persediaan darurat. Antara lain; radio yang dioperasikan dengan baterai (dan baterai ekstra), senter (dan baterai ekstra), kotak P3K, air minum kemasan, persediaan makanan dan medis selama dua minggu, selimut, bahan bakar memasak, dan peralatan yang diperlukan untuk mematikan gas, air, dan listrik.

– Atur rumah demi keamanan: Simpan benda-benda berat di rak lebih rendah, simpan barang pecah belah di lemari dengan pintu aman. Jangan menggantung cermin atau gambar berat di atas tempat orang sering duduk atau tidur.

– Pasang baut di tembok atau lantai untuk alat berat dan furnitur antara lain lemari es dan lemari buku.

– Simpan cairan yang mudah terbakar jauh dari sumber pengapian antara lain pemanas air, kompor, dan tungku.

– Pahami di mana aliran utama air, gas, dan listrik, ketahui cara mematikannya, dan siapkan alat apa yang diperlukan.

– Terus pelajari apa yang harus dilakukan selama gempa, sehingga siap untuk tindakan cepat yang dibutuhkan.

Saat Gempa:
– Jika di dalam ruangan, tetaplah di sana. Cepat pindah ke lokasi aman di ruangan, antara lain di bawah meja kuat, atau di sepanjang dinding interior. Tujuannya untuk melindungi diri, terutama kepala, dari benda-benda jatuh, dan berada di dekat titik-titik kuat struktural ruangan. Hindari berlindung dekat jendela, cermin besar, benda gantung, perabotan berat, peralatan berat, atau perapian.

– Jika Anda memasak, segera matikan kompor dan cri perlindungan.

– Jika di luar ruangan, bergeraklah ke tempat terbuka untuk menghindari kemungkinan benda-benda jatuh. Menjauhlah dari gedung, kabel listrik, dan pepohonan.

– Jika sedang mengemudi, segera kurangi dan berhenti di sisi jalan. Hindari berhenti di atas atau di bawah jembatan, atau di bawah kabel listrik, dekat pepohonan, atau rambu-rambu besar. usahakan jangan keluar dari mobil.

Setelah Gempa:
– Periksa diri sendiri apakah ada cedera, bantu memastikan keamanan orang di sekitar, beri pertolongan segera jika ada yang cedera.

– Periksa kerusakan. Jika bangunan rusak parah, tinggalkan dan biarkan sampai diperiksa oleh petugas keselamatan.

– Jika mencium atau mendengar bocoran gas, ajak semua orang keluar sambil buka jendela dan pintu. Jika Anda bisa melakukannya dengan aman, matikan sendiri sumber gas. Jika tidak, laporkan kebocoran ke petugas pemadam kebakaran. Jangan gunakan peralatan listrik, karena percikan kecil saja bisa menyalakan gas.

– Jika listrik mati, cabut peralatan utama untuk mencegah kerusakan yang mungkin terjadi saat listrik tiba-tiba dihidupkan kembali. Jika melihat percikan api, kabel berjumbai, atau bau kabel terbakar, matikan listrik di kotak sekering atau pemutus utama. Jika harus melangkah di air untuk mematikan listrik, hati-hati. Lebih baik minta tolong ahlinya untuk mematikannya.

Facebook Comments

POST A COMMENT.