Penutur bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Madura, dan Isyarat, Berdiskusi di Surabaya

MEPNews.id – Lingua Franca Community, komunitas beranggotakan mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur yang memiliki minat di bidang apresiasi bahasa, mengadakan acara bertajuk Surabaya Language Festival 2018. Acara ini berlokasi di Meeting Room Gedung Siola dan berlangsung 4 Agustus 2018, pukul 09.00 hingga 15.00.

Penutur bahasa Esperanto bersama para peserta festival.

Penutur bahasa Esperanto bersama para peserta festival.

Mengusung tema ‘celebrating language diversity‘, Surabaya Language Festival 2018 menggelar konsep acara yang belum pernah diadakan sebelumnya di Surabaya. Ada enam presentasi tentang bahasa yang masing-masing dibawakan oleh penutur aslinya. Mereka adalah penutur bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Madura, serta Bahasa Isyarat Indonesia.

Dibuka oleh keynote speech dari Dmitry Lushnikov, Direktur Language Festival Association Australia, topik yang dibawa oleh masing-masing presenter adalah aspek-aspek sosio-kultural yang melekat pada bahasa tersebut.

Penutur bahasa Madura berdialog dengan salah satu peserta.

Penutur bahasa Madura berdialog dengan salah satu peserta.


Surabaya Language Festival terinspirasi dari festival-festival bahasa serupa yang telah sukses diadakan di berbagai belahan dunia lain. Gerakan festival bahasa secara umum memiliki sebuah tujuan sama, yakni merayakan multikulturalisme serta menunjukkan bahwa setiap bahasa memiliki keunikannya tersendiri.

Di era globalisasi, keinginan untuk mempelajari bahasa pun kian meningkat. Walau begitu, terdapat beberapa hal yang menyulitkan. Pertama, masyarakat kesulitan memilih karena belum ada ajang yang mempertemukan berbagai bahasa berbeda dalam sebuah wadah sehingga masyarakat mampu membandingkannya terlebih dahulu. Di sisi lain, masih terdapat anggapan bahwa mempelajari bahasa,

Pemateri dari KARTU (Komunitas Arek Tuli) Surabaya.

Pemateri dari KARTU (Komunitas Arek Tuli) Surabaya.

terutama bahasa asing, merupakan kegiatan eksklusif dan tidak dapat dijangkau semua orang. Hal-hal tersebut turut menginspirasi adanya Surabaya Language Festival.

Dengan adanya Surabaya Language Festival, Lingua Franca Community berharap mampu turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat majemuk yang toleran dan menghargai perbedaan. Dalam hal ini, penghargaan tersebut dimulai dengan mengenal bahasa-bahasa yang ada di sekitar kita. (Ario Bimo)

Facebook Comments

POST A COMMENT.