Strategi Ini Bantu Anda Belajar Lebih Cepat

MEPNews.id Study smarter, not harder!

Science Alert edisi 4 Agustus 2018 mengutip ulang tulisan Shana Lebowitz yang melaporkan untuk Business Insider 2015 tentang bagaimana belajar lebih cerdas tanpa harus terlalu keras.

Dalam bukunya Fluent Forever, penyanyi opera Gabriel Wyner menyatakan salah satu cara terbaik ia mempelajari bahasa baru adalah dengan berlatih mengingatnya. Dengan kata lain, bukannya berulang-ulang membaca daftar kosakata, ia cukup membacanya sekali kemudian menguji diri berulang kali dengan cara praktik mengucapkannya.

Strategi yang sama berlaku dalam banyak hal untuk urusan mengingat, dan sudah banyak penelitian ilmiah membuktikannya. Psikolog menyebut fenomena ini sebagai ‘testing effect‘ alias ‘efek pengujian’.

Penelitian 2003, dikutip dalam meta-analisis Henry L. Roediger III dan Jeffrey D. Karpicke, menyoroti kekuatan testing effect untuk menancapkan informasi ke dalam memori otak.

Dalam studi tersebut, para peneliti yang dipimpin Mark Wheeler meminta peserta penelitian memilih apakah melihat daftar 40 kata lima kali atau melihat sekali lalu melakukan empat tes ingatan. Kemudian para peserta penelitian sama-sama mengambil tes ingatan pada 5 menit setelah membaca dan satu minggu kemudian.

Hasilnya menunjukkan, peserta yang membaca daftar kata lima kali tampil jauh lebih baik dalam tes ingatan lima menit kemudian. Tetapi, peserta yang membaca hanya sekali namun telah uji ingatan sebelumnya ternyata tampil lebih baik pada tes satu minggu kemudian. Dengan kata lain, pengujian ingatan setelah membaca membantu meningkatkan memori jangka panjang peserta.

Penelitian lebih baru menunjukkan, memadukan pengujian dengan umpan balik langsung (mencari tahu apakah Anda menjawab dengan benar atau salah) lebih efektif, dan bahkan dapat meningkatkan memori tepat setelah informasi itu dipelajari.

Dalam studi 2014 yang dipimpin Carola Wiklund-Hörnqvist, 83 mahasiswa program sarjana psikologi mempelajari serangkaian konsep psikologis selama empat menit. Separo peserta penelitian terus mempelajari fakta-fakta ini dengan cara setiap fakta disajikan di layar komputer 15 detik. Separo lainnya ikut enam kali tes tentang konsep yang dijelaskan di layar. Misalnya, jika melihat “peningkatan retensi informasi yang disajikan pada bagian awal dari daftar”, mereka harus mengetik “efek keutamaan”. Kemudian, mereka akan melihat jawaban yang benar.

Pada akhir periode pembelajaran, semua peserta menjalani tes. Mereka disajikan sejumlah fakta dan diminta mengetikkan konsep yang sesuai. Mereka menjalani tes yang sama 18 hari dan lima minggu kemudian. Hasilnya, peserta yang telah diuji setelah pertama kali mendapat info ternyata tampil lebih baik pada ketiga tes.

Secara bersama-sama, sejumlah penelitian di atas menunjukkan strategi paling efisien untuk mengingat sesuatu –apakah Anda sedang belajar bahasa baru atau belajar untuk ujian sains– adalah berlatih mengingatnya. Ini mungkin jauh lebih efektif daripada mencoba men-drill info ke dalam kepala dengan cara memandanginya selama satu jam terus-menerus.

Facebook Comments

POST A COMMENT.