Kepercayaan Diri Bisa Tingkatkan Prestasi

Oleh; Teguh Wahyu Utomo
tom kolom kecilMEPNews.id
– Apakah murid yang tahu lebih banyak juga tahu bahwa mereka tahu lebih banyak?

Pertanyaan ini banyak menginspirasi riset berkepanjangan tentang ‘pembuatan keputusan’. Pertanyaan dan riset ini untuk mencari tahu apakah level kepercayaan diri murid itu berhubungan dengan kinerja akademiknya. Lebih jauh, apakah level kepercayaan diri murid berhubungan dengan kesuksesan hidup di masa depan.

Salah satunya riset yang dilakukan Profesor Candice Shoemaker dari Kansas State University di Amerika Serikat. Risetnya tentang konstruksi psikologis tentang ‘confidence’ dan ‘self-efficacy’ untuk mengevaluasi keefektivan sasaran pembelajaran terhadap prestasi murid. Landasan fikiran psikologisnya, menurut Shoemaker, adalah ‘tahu’ merujuk pada akurasi kinerja dan ‘mengetahui seberapa banyak mereka tahu’ merujuk pada kepercayaan diri. Yang terakhir ini sangat berhubungan dengan kemampuan memberikan keputusan.

Hasilnya? Menurut Shoemaker, kepercayaan diri murid pada akhir eksperimen berkorelasi dengan prestasi akademik mereka. Kepercayaan diri mempengaruhi murid bergerak maju dalam semua aktivitas yang terkait pembelajaran. Dengan mengetahui bahwa mereka sudah tahu lebih banyak maka murid berani menentukan pilihan-pilihan yang berdasar. Sementara, murid yang tahu banyak tapi tidak percaya bahwa dirinya tahu maka ia cenderung tidak yakin atau tidak efisien saat membuat keputusan. Kadang, murid yang kurang percaya diri ini sulit mengkomunikasikan apa yang mereka tahu.

Lalu, apa yang guru bisa lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri murid bahwa mereka makin banyak tahu? Janelle Cox, pakar pendidikan di Amerika Serikat, menyarankan guru agar memberi pujian pada prestasi murid secara pribadi maupun terbuka di depan kelas. Mulailah dengan pernyataan positif atas prestasi itu, dan kemudian tambahkan sesuatu yang mereka perlu lakukan untuk lebih baik lagi.

Cox juga menasihatkan, guru jangan serta-merta mengoreksi setiap hal yang menurut murid salah atau yang menurut guru salah. Beri kesempatan lebih dulu pada murid saat berbicara atau berupaya untuk memperbaikinya. Kalau belum apa-apa guru sudah mengintervensi, ini bisa meruntuhkan kepercayaan diri si murid. Bukan membangunnya.

Kemudian, beri murid kesempatan memilih apa yang mereka minati dan yang mereka ingin pelajari. Banyak kegiatan ekstra kurikuler bisa memberikan wadah bagus. Untuk yang kurikuler pun, guru sebaiknya mengamati keinginan siswa tertentu untuk lebih mempelajari subyek tertentu. Bila perlu dan ada waktu, beri bimbingan pribadi pada murid semacam ini. Pilihan-pilihan yang diberi jalan ini sangat membantu murid membangun kepercayaan diri.

Guru, menurut Cox, harus senantiasa bersikap positif terhadap semua murid. Dalam bentuk apa pun, setiap murid selalu punya sedikitnya satu keistimewaan. Murid yang nakal dan biang onar, misalnya, punya keistimewaan yakni pemberani. Murid sangat pendiam, misalnya, punya keistimewaan yakni penurut. Dengan bersikap positif, guru bisa menunjukkan diri ada di pihak murid sehingga mereka jadi makin percaya diri.

Guru hendaknya juga menciptakan kesempatan bagi siswa untuk sukses dengan membangun kekuatan mereka sendiri. Jika ada murid yang tampaknya tahu banyak informasi tentang sesuatu, minta ia menceritakannya. “Aduh, Bu Guru belum tahu bagaimana enaknya dan manfaatnya main egrang itu. Bisakah Andi menjelaskan pada saya?” Ucapan seperti ini mendorong murid lebih percaya diri atas kemampuannya main egrang dan mendapat kesempatan untuk menunjukkannya.

Yang tak kalah penting, selalu dorong murid untuk melakukan yang lebih baik daripada sebelumnya. Sebagai contoh, jika Andi mendapat nilai 60 dalam tes matematika, dorong dia untuk mendapatkan nilai 70 dalam tes matematika berikut. Seperti atlet golf atau panahan, penting bagi murid untuk mampu bersaing dengan diri sendiri. Tidak selalu harus bersaing dengan teman lain sekelas.

Penulis adalah:
• praktisi media, trainer motivasional dan aktivis literasi;
• bisa ditengok di cilukbha@gmail.com, Instagram@teguh_w_utomo, dan Facebook.com/teguh.w.utomo

Facebook Comments

POST A COMMENT.