Lewat Blog, Dosen UMM Ajak Masyarakat Sadar Autisme

MEPNews.id – Tulisan adalah senjata ampuh untuk menyebarkan hal positif maupun negatiif. Hal ini disadari Frida Kusumastuti, dosen Ilmu Komunikasi di FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Wanita yang tergabung dalam Sahabat Autisma Malang (SAMA) sejak 2012 ini menggunakan tulisan untuk membantu komunitasnya membuka ruang diskusi hingga sosialisasi di masyarakat.

“Saya membantu komunitas SAMA di bidang publikasi ke media serta menulis press release,” ungkapnya, dikutip situs resmi umm.ac.id edisi 1 Agustus 2018.

Semangat Frida sebagai pegiat autis muncul dari cinta kasih pada anak sulungnya yang sekarang berusia 22 tahun. Awalnya, si sulung didiagnosa ‘tuli’. Menginjak usia dua tahun, barulah diketahui ia tidak tuli melainkan autis.

Frida pun mulai memperbanyak pengetahuannya tentang kondisi istimewa ini. Ia juga mencurahkan isi hati melalui tulisan-tulisan di blog. Tulisan-tulisan tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Gerakan Internet Sehat, yang dijalankan Indonesian ICT Partnership Association alias ICT Watch. Frida mendapat penghargaan Bronze tahun 2011.

Capaian ini memacu Frida untuk terus aktif dalam komunitas SAMA bersama para orang tua dari anak autis dengan berbagai latar belakang profesi. Mereka menyebarkan semangat bersama; mulai dari sharing pengalaman hingga public education terkait autisme. “Misalnya pendidikan masyarakat tentang autisme dan tentang keluarga autisme. Sharingnya beragam dalam menghadapi anak autisme,” jelas dosen yang baru meraih gelar Doktor ini.

Tulisan Frida juga mendapat banyak apresiasi dari pembaca. Banyak yang menginginkan tulisan di blog tersebut dibukukan. Frida pun memutuskan menerbitkan buku pertama berjudul Kekuatan di Balik Autisme disusul buku keduanya Belajar sebagai Manusia. Isinya tidak jauh-jauh dari aktivitasnya sehari-hari dalam berinteraksi dengan sulungnya dan penyandang lain.

“Blog itu saya tulis sebagai curahan hati seorang ibu dan bercerita tentang anak saya yang hobinya melukis. Ada banyak masukan dari pembaca untuk membuatnya menjadi buku,” ujar perempuan yang pernah menjadi Ketua Festival Anak Autis dalam Hari Peduli Autisme se Dunia yang diperingati tiap 2 April tersebut. (Humas UMM)

Facebook Comments

POST A COMMENT.