Minyak Goreng Sangat Baik Menangkal Bakteri

Permukaan logam yang dilapisi FOSCs jadi lebih bersih, licin dan rata. (Foto; Liz Do)

MEPNews.id – Ada cara sederhana, murah, dan bebas obat kimiawi untuk melawan bakteri. Penelitian baru menunjukkan, minyak goreng bekerja sangat baik dalam melawan bakteri di beberapa permukaan. Minyak goreng berpotensi mengurangi tingkat bakteri sekitar 1.000 kali lipat pada panci dan wajan. Berarti, dapur dan tempat pemrosesan makanan bisa jauh lebih aman dan lebih higienis daripada yang kita bayangkan.

David Nield, menulis di Science Alert 31 Juli 2018, mengungkapkan produksi makanan secara massal membutuhkan bahan mentah diolah dalam mesin baja nirkarat besar yang sangat sulit dibersihkan. Baja itu bisa jadi tampak kotor dengan bakteri bisa tumbuh subur di antara torehan kecil dan lekukan yang terbentuk di permukaannya dari waktu ke waktu.

Tetapi, hanya dengan menambahkan selapis tipis minyak goreng pada permukaan logam, dapat mengusir bakteri dan mencegah kontaminasi mikroorganisme berbahaya termasuk Salmonella, Listeria dan Entamoeba coli. Sederhana sekali, dan bisa mencegah penyakit.

“Melapisi permukaan stainless steel dengan minyak goreng terbukti sangat efektif dalam melawan bakteri,” kata Ben Hatton dari University of Toronto di Kanada, salah satu anggota tim ilmuwan internasional yang melakukan penelitian. “Minyak bisa mengisi retakan, menciptakan lapisan hidrofobik, dan bertindak sebagai penghalang kontaminan di permukaan.”

Pelapis licin berbasis minyak yang aman untuk makanan (FOSCs) ini, begitu nama resminya, dikembangkan berdasarkan penelitian sebelumnya dari Harvard University. Penelitian sebelumnya mengamati cara-cara menahan pelumas menjadi bahan untuk menciptakan permukaan licin tetapi tidak lengket. Beradaptasi dari penelitian itu, eksperimen yang Hatton dan kawan-kawan menunjukkan, terjadi pengurangan drastis seribu kali lipat pada tingkat bakteri. Ini berarti risiko kontaminasi silang dan penyakit bawaan makanan bisa menurun secara signifikan.

Tes lebih lanjut menunjukkan, lapisan FOSCs ini bisa tahan sampai beberapa pencucian agak kasar dan masih tetap efektif. FOSCs juga bisa diterapkan kembali dengan cukup mudah, sehingga mesin dapat disimpan bebas bakteri dalam jangka panjang.

Dalam laporan hasil penelitian yang dipublikasikan di ACS Applied Materials and Interfaces itu, para peneliti mengaku masih perlu lebih banyak penelitian sebelum FOSCs dapat diimplementasikan. Tim peneliti juga terus mencari berbagai kombinasi minyak dan permukaan yang tepat untuk melihat apakah dapat meningkatkan hasil yang sudah mengesankan ini.

Meski demikian, mereka sudah berpromosi FOSCs berpotensi sebagai cara yang sederhana, murah biaya, dan aman, untuk mencegah penumpukan bakteri dalam peralatan penyiapan makanan. Yang pasti, sebagai pencegah penumpukan bakteri, FOSCs adalah solusi jauh lebih elegan daripada menghapus retakan mikroskopis di permukaan dengan menggunakan bahan kimia abrasif.

Di Amerika Serikat, terjadi sekitar 3.000 kematian per tahun terkait penyakit bawaan dari makanan. Kasus yang sama mencapai 2 juta kematian per tahun di negara-negara berkembang. Maka, teknik seperti FOSCs ini bisa diperkenalkan hampir di mana saja, dan berpotensi menyelamatkan banyak nyawa.

“Kontaminasi pada perkakas persiapan memasak makanan dapat berdampak pada kesehatan individu, menyebabkan penarikan produk besar-besaran dan mahal, dan masih dapat terjadi meski setelah dilakukan pembersihan berbasis kimia,” kata Hatton.

Facebook Comments

POST A COMMENT.