Yuk Simak 5 Tanda Kecerdasan Emosional Tinggi

MEPNews.id – Kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk sukses dalam hidup. Perlu dilengkapi dengan sejumlah kecerdasan lainnya. Sejumlah penelitian menyebut, kecerdasan emosional terkait dengan kesuksesan di banyak bidang kehidupan. Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi bisa lebih sukses dalam pekerjaan dan di banyak bidang lain.

Nah, ada lima tanda kecerdasan emosional berdasarkan salah satu model yang dikembangkan Daniel Goleman:

1. Kesadaran diri: mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri, serta memahami dorongan dan nilai-nilainya.
2. Pengaturan diri: mampu mengendalikan emosi yang mengganggu dan gampang beradaptasi dengan keadaan baru.
3. Keterampilan sosial: mampu mengelola hubungan baik dengan orang lain secara efektif.
4. Empati: bisa mempertimbangkan perasaan orang lain saat membuat keputusan.
5. Motivasi: punya dorongan untuk sukses.

Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi sadar atas emosi mereka dan pandai mengendalikan dan mengekspresikannya. Mereka juga dapat dengan baik membaca emosi orang lain, dan tahu bagaimana mengelolanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Kecerdasan emosi yang lebih tinggi mengarah ke hubungan yang lebih baik dengan orang lain, kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi, kasih sayang diri yang lebih besar, dan persepsi yang lebih positif dari orang lain.

Kesimpulan ini berasal dari ‘meta-analisis’ (jenis penelitian yang mengumpulkan hasil-hasil penelitian lain) oleh Ernest H. O’Boyle Jr., Ronald H. Humphrey, Jeffrey M. Pollack, Thomas H. Hawver, Paul A. Story, yang diterbitkan di Journal of Organizational Behavior dengan judul “The relation between emotional intelligence and job performance: A meta‐analysis.”

Hasil penelitian mereka menunjukkan, kecerdasan emosional lebih bisa memprediksikan kinerja di tempat kerja daripada sekadar kepribadian dan kecerdasan intelektual.

Mereka melaporkan, sejumlah penelitian lain menemukan bahwa kecerdasan emosi adalah prediktor dalam domain penting antara lain kinerja akademik, kinerja pekerjaan, negosiasi, kepemimpinan, kerja emosional, kepercayaan, konflik kerja-keluarga, dan stres .

Model Daniel Goleman hanyalah salah satu cara berpikir tentang kecerdasan emosional. Namun, para peneliti menemukan model dan ukuran yang berbeda bisa juga memberi wawasan mendalam tentang kecerdasan emosi seseorang.

Profesor Neal Ashkanasy, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan, “Dengan menganalisis berbagai studi kecerdasan emosional yang telah dilakukan selama dekade terakhir, para penulis artikel ini memberikan laporan berbasis bukti tentang kecerdasan emosional. Mereka menyimpulkan, di mana kecerdasan emosional bisa berfungsi dan di mana yang tidak. Yang paling penting, yang mana dari berbagai versi kecerdasan emosi itu yang bekerja paling baik. Ini akan menjadi alat yang berharga bagi para peneliti akademis, serta konsultan dan manajer bisnis.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.