Bagaimana Tubuh Kita Membakar Lemak?

MEPNews.id – “Hasil bakar lemak,” tulis RR di akun Facebook yang menunjukkan rute bersepeda keliling taman.

“Ntar, masih bakar lemak,” begitu pesan WA berisi jawaban Lola yang berada di ruang sauna di kota Jakarta yang sebenarnya sudah cukup panas.

“Puasa dulu, biar lemaknya terbakar habis,” begitu nasihat pelatih kebugaran.

Ada begitu banyak obrolan yang merujuk ke ‘membakar lemak’. Tapi, apa sebenarnya artinya itu? Bagaimana sebenarnya proses tubuh kita membakar lemak?

David Prologo, profesor di Department of Radiology and Imaging, Emory University, menulis di The Conversation 23 Juli 2018, menjelaskan sel lemak normal itu eksis terutama untuk menyimpan energi cadangan. Tubuh akan menambah jumlah dan ukuran sel-sel lemak untuk menampung energi berlebih dari makanan berkalori tinggi.

“Bahkan tubuh akan lebih jauh lagi menyimpan sel-sel lemak ke dalam otot, hati dan organ-organ lain untuk menciptakan ruang penyimpanan bagi semua energi ekstra dari diet kaya kalori. Apa lagi ketika dikombinasikan dengan gaya hidup aktivitas rendah,” tulis Prologo.

Secara historis, penyimpanan lemak bekerja itu sebenarnya baik untuk manusia. Energi disimpan sebagai paket kecil molekul yang disebut asam lemak. Ketika tidak ada makanan tersedia, atau ketika butuh energi ekstra karena dikejar predator, molekul itu dilepas ke dalam aliran darah sebagai bahan bakar otot atau organ lain. Penyimpanan lemak memberi manfaat besar bagi kelangsungan hidup dalam situasi seperti masa pre-sejarah ini. Yang memiliki kecenderungan menyimpan lemak dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makanan dan memiliki energi ekstra untuk lingkungan tidak bersahabat.

Tetapi, kapan terakhir kali Anda berlari-lari dari kejaran predator? Di zaman modern, saat mana makan tersedia gampang dan berlebihan serta kondisi kehidupan aman nyaris tanpa ancaman hewan predator, banyak manusia berlebihan mengumpulkan cadangan energi berupa lemak. Faktanya, lebih dari sepertiga populasi orang dewasa di Amerika Serikat mengalami obesitas.

Jadi, kelebihan cadangan energi bisa bermasalah? Ya!

Masalah utama dengan kelebihan lemak adalah sel-sel lemak yang disebut adiposity itu tidak berfungsi secara normal. Mereka menyimpan energi pada tingkat tinggi tapi tidak normal, dan melepaskan energi pada tingkat sangat lambat. Terlebih lagi, sel-sel lemak ekstra dan memperbesar ini menghasilkan jumlah hormon yang berbeda secara abnormal. Hormon-hormon ini meningkatkan peluang terjadinya peradangan, memperlambat metabolisme, dan berkontribusi terhadap berbagai penyakit. Menurut Prologo, “Proses kelebihan lemak dan disfungsi lemak yang rumit ini disebut adiposopati. Ini yang membuat pengobatan terhadap obesitas jadi sangat sulit.”

Ketika seseorang memulai dan konsisten olahraga, bersamaan dengan membatasi pemasukan kalori, maka tubuh melakukan dua hal untuk ‘membakar lemak.’ Pertama, tubuh menggunakan energi yang tersimpan dalam sel-sel lemak untuk memicu aktivitas baru. Kedua, tubuh berhenti menyimpan begitu banyak lemak untuk cadangan energi.

Otak mengirim sinyal sel-sel lemak untuk melepaskan paket energi, atau molekul asam lemak, ke aliran darah. Otot-otot, paru dan jantung mengambil asam lemak ini, memisahkan mereka, dan menggunakan energi yang tersimpan dalam ikatan untuk menjalankan aktivitas. Sisa-sisanya dibuang sebagai bagian dari respirasi, berupa karbon dioksida yang keluar dari paru atau sebagian berupa urin yang keluar dari kemaluan dan sebagian berupa keringat yang dikeluarkan lewat kulit.
Ini meninggalkan sel-sel lemak kosong dan membuatnya jadi tidak berguna. Sel-sel itu memiliki masa hidup pendek, sehingga ketika mereka mati maka tubuh kita langsung menyerap bagian kosong itu dan tidak menggantikannya.

Seiring waktu, tubuh secara langsung mengekstrak energi (yaitu, kalori) dari makanan ke organ-organ yang membutuhkannya daripada menyimpannya terlebih dahulu. Akibatnya, tubuh melakukan penyesuaian kembali dengan mengurangi jumlah dan ukuran sel-sel lemak. Ini berakibat meningkatkan metabolisme dasar, mengurangi peradangan, mengobati penyakit, dan menyegarkan hidup.

“Jika kita mempertahankan situasi ini dari waktu ke waktu, tubuh akan menyerap kembali sel-sel lemak kosong ekstra dan membuangnya sebagai limbah. Ini membuat kita jadi lebih ramping dan lebih sehat pada berbagai tingkat,” kata Prologo.

Facebook Comments

POST A COMMENT.