Menulislah Agar Panjang Umur

tom kolom kecilOleh: Teguh Wahyu Utomo

MEPNews.id – Suatu hari ada seorang surveyor datang ke rumah saya. Untuk keperluan laporan, ia menanyakan data diri saya. Soal nama, lahir, dan alamat, semuanya lancar-lancar saja. Masuk soal profesi, terjadi dialog seperti berikut;

“Profesinya apa?”
“Penulis.”
“Yang bikin surat-surat itu?”
“Bukan. Itu kan sekretaris.”
“Oh… yang bikin huruf-huruf untuk ditempel itu?”
“Bukan… itu tukang leter.”
“Lho, penulis itu apa…?”

Repot juga karena penulis belum dianggap sebagai profesi. Maka, saya butuh waktu beberapa menit untuk menggambarkan profesi saya pada surveyor itu.

Ya, menulis itu profesi. Banyak orang yang pekerjaannya jadi lancar karena menulisnya juga lancar. Banyak orang yang menggantungkan hidup lewat buah fikiran yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Banyak orang terkenal karena tulisan-tulisannya.

Raden Ajeng Kartini, lewat surat-surat yang ditulis pada temannya di Belanda dan kemudian diterbitkan sebagai buku, jadi diketahui pemikirannya dan perjuangannya sehingga akhirnya diangkat jadi Pahlawan Nasional. Janda miskin J. K. Rowling mungkin tidak akan menjelma menjadi salah satu wanita terkaya di dunia jika tidak menulis serial Harry Potter. Masih banyak lagi contoh betapa menulis itu bisa menjadikan ‘sesuatu’.

“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi, selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” begitu yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sang kandiat peraih Nobel Sastera.

“Jika ada buku yang Anda ingin baca, namun belum ada orang yang menulisnya, maka Anda lah yang harus menulisnya,” begitu saran novelis Toni Morrison yang pernah meraih Nobel Sastera.

“Setiap rahasia di dalam hati penulis, setiap pengalaman dalam hidupnya, setiap kualitas dalam benaknya, sebagian besar tertulis dalam karya-karyanya,” begitu kesimpulan Virginia Woolf wanita tokoh pergerakan modernis Eropa.

Bahkan, menulis bisa membuat kita berumur jauh lebih lama daripada umur hidup kita yang sebenarnya. Homer mungkin sudah jadi abu, bahkan energi, karena hidup tahun 850 Sebelum Masehi. Namun, berkat syair-syair yang ditulisnya, Homer menjadi pijakan bagi sejarah sastera Barat dan dikenang sampai sekarang.

Al-Jahiz jadi ilmuwan zoologi terkemuka dari dunia Islam abad ke-8. Di Baghdad, ia menulis tujuh jilid Kitab al Hayawan dan puluhan buku lainnya. Saat ini, sebagian kitab ilmu hewan ini masih tersimpan di Perpustakaan Ambrosiana di Milan, Italia.

Mpu Prapanca menulis Kakawin Negarakretagama pada 1365. Sekarang, Prapanca diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota, nama penghargaan karya jurnalistik, nama radio, nama akademi pariwisata, dan lain-lain.

Saya sendiri menulis karena ingin menulis. Saya mengajari orang untuk menulis juga karena ingin mengembangkan kemampuan literasi di masyarakat. Kalau toh nanti saya bisa terkenal, kaya, atau berumur panjang, itu cuma bonus.

Nah, ayo mulai menulis SEKARANG…!!!

Teguh Wahyu Utomo adalah praktisi media, menulis buku, trainer, bisa dihubungi di cilukbha@gmail.com, Facebook.com/teguh.w.utomo, atau Instagram.com@teguh_w_utomo

Facebook Comments

POST A COMMENT.