Modular dalam Frame Kurtilas Pendidikan Kesetaraan

Oleh Astatik Bestari

MEPNews.id —– Mengikuti Bimtek Pelatihan Calon Pelatih (PCP) kurikulum 2013 pada 9-14 Juli 2018 membuat saya sebagai penyelenggara pendidikan kesetaraan merasa lega. Lega karena tantangan dan masalah dalam proses pembelajaran pendidikan Kesetaraan akan menemukan solusi dengan diterapkan kurtilas ( kurikulum 2013) di semua jenjang dari Paket A, Paket B sampai Paket C. Saya menyaksikan bahwa menghadirkan para peserta didik pada proses pembelajaran tatap muka minimal 20% tidaklah mudah. Ada saja kendala mulai dari motivasi belajar rendah, kondisi cuaca yang tidak kondusif, letak geografis yang tidak mendukung, kesibukan kerja dan urusan rumah tangga. Dengan diterapkannya kurtilas pendidikan kesetaraan ini, ketidakhadiran peserta didik pada pembelajaran tatap muka tidaklah menjadi beban tersendiri bagi penyelenggara pendidikan kesetaraan. Ya, karena kurtilas pendidikan kesetaraan akan membuat sistem pembelajaran modular yang bisa ditempuh dengan belajar mandiri.

Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang karena kondisi geografis, sosial budaya, ekonomi dan psikologis tidak berkesempatan mengikuti pendidikan dasar dan menengah di jalur pendidikan formal. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan mengacu pada kurikulum 2013 pendidikan dasar dan menengah hasil revisi berdasarkan peraturan Mendikbud No.24 tahun 2016. Proses adaptasi kurikulum 2013 ke dalam kurikulum pendidikan kesetaraan adalah melalui proses kontekstualisasi dan fungsionalisasi dari masing-masing kompetensi dasar, sehingga peserta didik memahami makna dari setiap kompetensi yang dipelajari.Pembelajaran pendidikan kesetaraan menggunakan prinsip flexible learning sesuai dengan karakteristik peserta didik kesetaraan. Penerapan prinsip pembelajaran tersebut menggunakan sistem pembelajaran modular dimana peserta didik memiliki kebebasan dalam penyelesaian tiap modul yang di sajikan. Konsekuensi dari sistem tersebut adalah perlunya disusun modul pembelajaran pendidikan kesetaraan yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dan melakukan evaluasi ketuntasan secara mandiri. Tahun 2017 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat mengembangkan modul pembelajaran pendidikan kesetaraan dengan melibatkan pusat kurikulum dan perbukuan kemdikbud, para akademisi, pamong belajar, guru dan tutor pendidikan kesetaraan (Mengutip kata pengantar modul pembelajaran pendidikan kesetaraan) .

Revolusi pendidikan kesetaraan pembelajaran modul boleh mandiri, namun tetap ada/ wajib ada pertemuan awal ( tatap muka) untuk menantandatangani kontrak belajar pembelajaran mandiri , ada tutorial dan tatap muka untuk ujian modulnya ( sebagaimana penjelasan Bapak Fauzi E.P pada PCP angkatan 4 tanggal 12 Juli 2018 di Pontianak).

Selain modular yang ditempuh secara mandiri, materi modul inipun sudah disiapkan ( Puskurbuk) berupa buku elektronik yang mudah dan tidak membutuhkan dana untuk mengaksesnya. Modul ini sudah ada tiap mata pelajaran sesuai kompetensi dasar yang diajarkan. Setelah sekilas saya membaca modul- modul tersebut kompetensi dasar ( KD) belum nampak ( ini mungkin dapat dijadikan masukan informasi bagi penyusun modul agar kompetensi dasar dicantumkan dalam materi pelajaran untuk mempermudah dalam melakukan penilaian hasil belajar).
Penyusunan RPP inipun berbasis modul.Pertimbangan menyusun RPP ini dengan membuat analisis konteks yang memaksimalkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan. Pantaslah maka dalam Satuan Kredit Kompetensi ( SKK) kurikulum 2013 juga ada perubahan pada struktur kurikulumnya. Pada kurikulum 2006/ KTSP SKK ditetapkan jumlahnya tiap mata pelajaran, tapi pada struktur kurikulum 2013 SKK dipaket menjadi mata pelajaran kelompok umum dan mata pelajaran kelompok khusus, dan pada kelompok khusus ini ada mata pelajaran kelompok ketrampilan dan kelompok pemberdayaan. Pembagian SKK diatur melalui analisa konteks tersebut. Terkait mata pelajaran kelompok umum dan kelompok khusus ini tentunya akan disampaikan pada sosialisasi atau pengimbasan dari masing-masing peserta PCP yang telah menerima materi kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan ini.

Sekilas yang saya paparkan di atas masih berbasis pemahaman saya yang masih perlu banyak belajar. Saya sampaikan selamat melaksanakan kurikulum 2013 kepada semua penyelenggara pendidikan kesetaraan dan selamat memperoleh ilmu pengetahuan baru kepada para tutor pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C melalui peran sertanya dalam mengikuti sosialisasi dari para peserta PCP Kurikulum 2013 pendidikan kesetaraan di daerah masing-masing. ***

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.