Masih Merokok? Ingat Gangguan Ritme Jantung

MEPNews.id – Semakin banyak merokok, semakin besar risiko gangguan ritme jantung yang disebut fibrilasi atrium. Fakta itu hasil temuan studi yang diterbitkan di jurnal European Journal of Preventive Cardiology dan di ScienceDaily edisi 12 Juli 2018.

Studi ini menemukan ada hubungan dosis-respons linier yang berarti risiko meningkat dengan setiap tambahan rokok yang dihisap. Peningkatan 14% risiko fibrilasi atrium untuk setiap sepuluh batang rokok yang dihisap per hari.

Dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok, perokok memiliki 32% peningkatan risiko fibrilasi atrium. Perokok dan mantan perokok memiliki peningkatan risiko 21%. Mantan perokok memiliki 9% peningkatan risiko. Ini menjadi bukti lebih lanjut hubungan dosis-respons.

“Jika Anda merokok, berhentilah. Jika Anda tidak merokok, jangan memulai,” begitu nasihat penulis penelitian, Dr Dagfinn Aune, peneliti pascadoktoral di Imperial College London, Inggris, dan profesor di Bjørknes University College di Oslo, Norwegia. “Kami menemukan perokok berisiko lebih tinggi mengalami fibrilasi atrium. Risikonya berkurang pada mereka yang berhenti merokok.”

Merokok adalah gangguan adiktif fatal. Perokok seumur hidup memiliki kemungkinan 50% mati karena merokok, dan rata-rata kehilangan sepuluh tahun potensi waktu hidup. Kurang dari separo perokok seumur hidup yang bisa terus merokok sampai mati. Tingkat merokok memang menurun di Eropa, tetapi justru masih sangat umum dan bahkan meningkat di kalangan wanita, remaja, dan miskin.

Fibrilasi atrium adalah gangguan ritme jantung yang paling umum (aritmia). Gangguan ini menyebabkan 20-30% dari semua kasus stroke dan meningkatkan risiko kematian dini. Satu dari empat orang dewasa setengah baya di Eropa dan Amerika Serikat mengalami fibrilasi atrium. Pada 2030 diperkirakan akan ada 14-17 juta pasien dengan fibrilasi atrium di Uni Eropa, dengan 120.000-215.000 diagnosis baru setiap tahun.

Beberapa penelitian mengkaji apakah ada hubungan dosis-respons antara jumlah rokok yang dihisap dengan risiko fibrilasi atrium. Maka, para peneliti di Inggris menyelidiki masalah ini dengan melakukan meta-analisis atas 29 studi prospektif dari Eropa, Amerika Utara, Australia dan Jepang. Mereka meneliti total 39.282 kasus insiden fibrilasi atrium di antara 677.785 peserta.

Dibandingkan dengan nol rokok per hari, merokok 5, 10, 15, 20, 25 dan 29 batang rokok per hari terkait masing-masing dengan peningkatan 9%, 17%, 25%, 32%, 39%, dan 45% risiko fibrilasi atrium. Setiap sepuluh tahun merokok bisa terkait dengan 16% peningkatan risiko fibrilasi atrium.

Hitungan berapa pak rokok per tahun dihitung dengan mengalikan jumlah bungkus rokok yang dihisap per hari dengan jumlah tahun orang yang merokok.

Pedoman di Eropa tentang pencegahan penyakit kardiovaskular menyarankan untuk menghindari rokok dalam bentuk apa pun. Semua jenis merokok tembakau, termasuk yang rendah-tar (ringan), rokok yang pakai filter, cerutu, hingga rokok pipa, sama-sama berbahaya.

Dr Aune mengatakan, “Hasil penelitian kami memberikan bukti lebih lanjut tentang manfaat kesehatan dari berhenti merokok. Yang lebih baik, jangan pernah memulai merokok. Ini penting bagi perspektif kesehatan masyarakat untuk mencegah fibrilasi atrium dan banyak penyakit kronis lainnya.”

Dr Aune mencatat, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengidentifikasi durasi berhenti merokok yang diperlukan untuk mengurangi risiko fibrilasi atrium, dan apakah risiko pada titik tertentu yang bisa capai orang yang tidak pernah merokok.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.