18 Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik

MEPNews.id – Orang yang kena gangguan kepribadian narsistik (NPD) biasanya digambarkan sebagai orang yang sombong, terus-menerus menuntut untuk disetuju, tapi tidak menghargai perasaan siapa pun kecuali perasaannya sendiri. Selain itu, ia merasa lebih unggul daripada yang lain dan menginginkan orang lain memenuhi tuntutannya.

Orang yang menunjukkan sikap narsistik mencoba menggambarkan dirinya sebagai orang yang memiliki harga diri tinggi. Padahal, jauh di lubuk hati, ia tidak setegar seperti yang terlihat. Ia justru kesulitan jika menangani kritik. Ia biasanya menanggapi dengan kemarahan atau kekerasan. Ia juga gampang malu dan terhina ketika tidak mendapatkan pujian yang diharapkan.

Seseorang dengan kepribadian narsistik cenderung menunjukkan pemikiran dan/atau perilaku berikut:

  1. Rasa percaya diri yang dibesar-besarkan
  2. Selalu mencari perhatian dan pujian
  3. Kurang menghargai perasaan atau pendapat orang lain
  4. Punya perasaan superioritas
  5. Merasa hanya boleh bergaul dengan orang-orang berstatus tinggi, atau siapa pun yang dirasa memiliki level sama dengannya
  6. Menuntut kesempurnaan dari orang lain
  7. Orang lain harus memenuhi harapannya
  8. Peka ekstrim terhadap kritik
  9. Merasa sangat berhak atas apa pun yang ia maui
  10. Merendahkan orang lain untuk mengangkat diri sendiri
  11. Berkoar-koar tentang prestasi dan bakat
  12. Merasa butuh mendapat perlakuan khusus
  13. Iri terhadap orang lain, sekaligus merasa orang lain iri padanya
  14. Memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadinya
  15. Obsesif tentang kekuatan, kesuksesan, kecerdasan, daya tarik fisik, dan hubungan romantik
  16. Merasa bersaing yang berlebihan
  17. Inferiority complex yang berakar dalam
  18. Ekspresi ego berlebihan

Tanda-tanda lain dari NPD termasuk penyalahgunaan obat terlarang, terus-menerus mengalami perubahan suasana hati, atau bahkan mengalami isolasi sosial.

Orang yang didiagnosis mengalami gangguan ini tidak memiliki stabilitas emosi. Ia sering menunjukkan temperamen, dan kemungkinan menderita depresi. Sementara, ia mengharapkan orang lain menyesuaikan tingkat kesempurnaannya. Padahal ia memasang standar sangat tinggi sehingga sulit untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain.

Ini juga dapat mempengaruhi lingkungan kerja. Seorang karyawan narsistik sering menetapkan batas-batas yang tidak realistis untuk diri sendiri dan rekan kerja.

Banyak yang percaya gangguan ini berkembang dari pengalaman masa kanak-kanak. Dalam beberapa kasus, remaja bisa juga terpapar perilaku narsistik orang tua.

Anak-anak yang dibesarkan orang tua yang menunjukkan ciri-ciri kepribadian narsistik bisa menderita masalah berikut ini:

  • suka mengabaikan
  • tingkat percaya diri yang rendah
  • kesadaran diri berlebihan
  • depresi, kecemasan, dan ketegangan
  • merasa rendah diri
  • mengalami pelecehan verbal dan fisik
  • malu, kaku, tidak lentur
  • tidak mampu menerima cinta

Orang tua juga dapat mendorong perilaku narsistik karena terlalu banyak memberi perhatian berlebihan pada anak.

Untuk diagnosis, profesional kesehatan mental harus memverifikasi apakah seseorang memenuhi lima atau lebih kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi ke-5 (DSM-5). Profesional medis mengajukan serangkaian pertanyaan tentang perilaku dan pola pikir pasien. Profesional medis juga melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi apakah ada masalah yang menyebabkan gejala mengkhawatirkan.

Sejauh ini, tidak ada obat resmi untuk merawat gangguan kepribadian narsistik. Apa lagi, banyak pasien enggan mengakui mereka menderita kondisi tersebut. Namun, jika tidak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, perilaku narsistik mereka akan terus mempengaruhi mereka dan orang yang mereka cintai.

Psikoterapi adalah metode pengobatan utama untuk NPD. Prosesnya lambat, namun bisa memberi kebaikan. Psikoterapi jangka panjang akan memberi pasien kesempatan mengevaluasi pola pikir dan perilaku. Selain itu, dapat membantu pasien belajar bagaimana menangani masalah secara lebih efektif.

Jika Anda adalah orang dekat atau yang dicintai orang NPD, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menawarkan dukungan. Anda dapat mendorong ia mencari perawatan dengan menjelaskan manfaat bertemu terapis. Jangan memarahi penderita NPD tentang masalahnya, karena justru dapat memancing lebih banyak pertentangan.

Dengan menerima bantuan profesional, pasien NPD mengambil langkah menuju kondisi yang lebih bahagia dan hidup yang lebih baik. Tujuannya agar ia menjadi orang yang lebih baik secara keseluruhan, mampu membangun hubungan sehat dengan orang lain, membangun harga diri yang positif. Ini kunci bagi kemampuan untuk membangun masa depan cerah.

Di sis lain, ia juga harus belajar rendah hati sehingga membawa manfaat terutama dalam mempertahankan hubungan positif. (dari Power of Positivity)

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.