Kelak, Ponsel Bisa Pakai Sel Surya Fleksibel

MEPNews.id – Apakah Anda masih mengisi daya listrik perangkat seluler, mobil, dan bahkan menyetrika pakaian dengan listrik? Sejauh ini, masih. Namun, apakah bisa mengisi daya listrik dengan sel surya? Mungkin, belum. Tapi, tak lama lagi bakal ada sel surya fleksibel yang bakal dipasarkan bebas.

UdeMNouvelles edisi 6 Juli 2018 mengabarkan, para peneliti di Aalto University di Finlandia dan Université de Montréal di Kanada sedang mempelajari apakah teknologi yang sekarang masih tahap eksperimental ini suatu hari nanti dapat diproduksi secara massal dan dikomersilkan. Mereka juga mengkaji beberapa masalah sel surya fleksibel yang harus diselesaikan, termasuk soal dampak lingkungan. Laporan hasilnya dipublikasikan di WIREs Energy and Environment.

Agar sel-sel elektronik ini dapat berlangsung dalam skala industri, mereka harus dibuat melalui proses roll-to-roll. Sel-sel ini tidak dipasang sebagai panel surya yang membentang luas seperti saat ini, tapi harus bisa digulung kecil pada gulungan plastik fleksibel atau foil logam lentur. Teknik cetak ink-jet memungkinkan penyisipan yang tepat antara komponen pewarna dan komonen elektrolit.

Selain itu, menurut para peneliti, pengkapsulan atas sel-sel fleksibel ini juga jadi tantangan utama. Jika pengkapsulannya tidak memadai, cairan elektrolitnya dapat bocor keluar dari sel atau kotoran dapat merembes masuk. Jika terjadi, ini sangat mengurangi masa pakainya.

“Sel surya fleksibel biasanya dibuat pada logam atau plastik. Namun, keduanya punya potensi bahaya. Logam dapat berkarat, plastik bisa dirembesi air dan kotoran lain,” kata Dr. Kati Miettunen, manajer proyek penelitian di Departemen Bioproduk dan Biosystems di Aalto University.

Inovasi baru juga diperlukan untuk mengggabungkan substrat bersama-sama. Teknik konvensional antara lain pengikatan glass-frit yang sekarang digunakan dalam displai panel-datar dan perangkat lain, jelas tidak cocok untuk sel surya fleksibel.

“Prasyarat lain bagi komersialisasi adalah membuat masa pakai perangkat yang memadai terkait dengan energi yang tertanam dalam pembuatan perangkat itu. Artinya, sel surya fleksibel ini tidak boleh terdegradasi sebelum mereka menghasilkan energi lebih banyak daripada yang energi digunakan untuk membuat mereka,” tambah Jaana Vapaavuori, asisten profesor dari departemen kimia Université de Montréal.

Penemuan baru ini menggunakan biomaterial atau bahan hibrida dengan bubur kayu sebagai substrat untuk sel. Kata Miettunen, yang bekerja untuk departemen kimia UdeM, penemuan ini berprospek baik ke depan. Kemampuan bahan-bahan alami untuk menyaring kotoran akan bekerja dengan baik bagi sel-sel surya fleksibel.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.