Emha, Nevi Budianto, dan air mata untuk Ibu Eni Untari

Catatan Sang Sahabat, Kelik M.Nugroho :

MEPNews.id— Emha Ainun Najib memberikan sambutan dalam upacara pemberangkatan jenazah Ibu Eni Untari (57 tahun), istri Nevi Budianto, musisi pencipta Gamelan Kiai Kanjeng, di desa Tamanan Bantul, Jumat 13 Juli siang.

Emha dan Nevi Budianto mempunyai kedekatan pribadi yang tak tepermanai. Emha adalah penyair, kolumnis, seniman musik, penulis naskah teater, dan beberapa atribut lain yang mungkin Emha sendiri tak sepenuhnya menerima atribut-atribut tersebut. Sedang Nevi Budianto adalah aktor, musisi, pencipta lagu, yang sehari-hari bekerja sebagai guru.

Sedekat yang saya tahu, Emha dan Nevi berinteraksi sebagai seniman sejak di Teater Dinasti Jogja pimpinan Fajar Suharno pada 1980-an. Kedekatan keduanya lebih intens setelah Emha sering manggung membaca puisi dengan iringan instrumen gamelan dan instrumen modern. Dari situlah nama Emha lebih cepat populer di masyarakat, karena pertunjukan musik puisi semacam menghentak selera seni publik. Dan Nevi serta Djaduk Ferianto adalah arsitek di belakangnya.

Pada 1993 (saya harus kroscek tahunnya), Emha mementaskan naskah teater berjudul Kiai Kanjeng. Nama ini kemudian bermetamorfosis menjadi kelompok musik Kiai Kanjeng. Namun menurut portal resmi mereka, Kiai Kanjeng bukan nama kelompok musik, namun konsep nada modifikasi pentatonis dan diatonis ciptaan Nevi Budianto.

Dalam Kiai Kanjeng ini, Nevi Budianto menjadi pengaransemen utama. Sedang Djaduk Ferianto yang dulu pernah bersama Nevi dalam proyek-proyek musik puisi Emha, sudah membikin kelompok musik sendiri bernama Kua Etnika.

Kiai Kanjeng belakangan sering muncul juga dalam acara kebudayaan yang digagas Emha, yaitu Maiyahan, dan Kenduri Cinta. Kiai Kanjeng yang pernah meluncurkan beberapa album kaset dan CD ini masih aktif hingga sekarang. Malam ini saja, setelah acara layatan istri Nevi, mereka akan manggung di luar kota.

Kepribadian Emha yang sangat egaliter dan sangat human, interaksi yang telah melampaui hampir setengah abad, itulah yang membuat kedekatan Emha dan Nevi tak tepermanai. Dan kedekatan itu bisa dibaca dalam sambutan pemberangkatan jenazah istri Nevi Budianto. Emha sampai meneteskan air mata. Saya sendiri baru kali ini melihat Emha menangis. Silakan cek videonya. Nderek belosungkowo, Mas Nevi Budianto. *

Penulis Jurnalis Senior, sahabat Emha Ainun Nadjib dan Novi Budianto

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.