Banyak Orang Tua Gunakan Ponsel Saat Nyetir Mobil Berisi Anak Kecil

MEPNews.id – Penelitian terbaru dari tim peneliti di Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) dan University of Pennsylvania School of Nursing (Penn Nursing) di Amerika Serikat menemukan kebiasaan kurang baik di kalangan orang tua. Dalam penelitian tiga bulan, sekitar setengah dari total orang tua berbicara di ponsel saat mengemudi ketika anak-anak usia 4 dan 10 berada di dalam mobil. Saat mengontrol setir dalam mobil berisi anak kecil, sepertiga dari total orang tua membuka pesan tertulis di ponsel dan sepertujuh dari mereka menggunakan media sosial.

Dikabarkan ScienceDaily edisi 12 Juli 2018, temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics ini juga menemukan korelasi antara penggunaan ponsel saat anak-anak berada di dalam mobil dengan perilaku mengemudi berisiko, antara lain; tidak mengenakan sabuk pengaman dan mengemudi di bawah pengaruh alcohol. Perilaku berisiko ini dilakukan tak peduli ada anak-anak di dalam mobil atau tidak.

Teralihnya perhatian merupakan krisis publik di Amerika Serikat karena mengakibatkan 25% kecelakaan kendaraan bermotor dengan kematian atau cedera. Penelitian sebelumnya menunjukkan, penyebab teralihnya konsentrasi mengendara pada orang tua atau pengasuh anak antara lain berbicara di ponsel atau ponsel hands-free atau menggunakan ponsel untuk kirim teks, email, atau akses Internet.

Para peneliti ingin mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang terkait dengan gangguan konsentrasi mengemudi yang berhubungan dengan ponsel pada orang tua atau pengasuh anak-anak antara usia 4 dan 10 tahun.

“Teknologi sudah semakin terkait dengan kehidupan sehari-hari kita,” kata penulis utama penelitian Catherine McDonald, PhD, RN, FAAN, senior fellow di Pusat Penelitian dan Pencegahan Cedera CHOP sekaligus asisten profesor keperawatan di Departemen Kesehatan Keluarga dan Masyarakat di kampus Penn Nursing. “Hasil dari penelitian ini menegaskan, perilaku mengemudi yang berisiko jarang terjadi secara terisolir. Ini juga meletakkan dasar bagi intervensi dan pendidikan yang secara khusus ditujukan pada orang tua yang mengemudi dengan anak-anak kecil di dalam mobil mereka.”

Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel online dari 760 orang dewasa dari 47 negara bagian di Amerika Serikat. Responden berusia minimal 18 tahun, jadi orang tua atau pengasuh rutin anak antara usia 4 dan 10 tahun, dan telah menngemudi mobil bersama minimal anak tertua dalam usia di atas setidaknya enam kali dalam tiga bulan sebelumnya.

Dalam tiga bulan, ternyata 52,2 persen orang tua berbicara di ponsel hands-free saat mengemudi dengan seorang anak kecil di dalam mobil, 47 persen melakukannya dengan ponsel yang digenggam. Studi ini juga menemukan 33,7 persen orang tua membaca pesan teks, 26,7 persen mengirim pesan teks, saat mengemudi dengan anak-anak. Media sosial juga berkontribusi pada pengalihan perhatian, dengan 13,7 persen responden melaporkan menggunakan media sosial saat mengemudi dengan anak-anak.

Penelitian juga mengamati penggunaan sistem pengendali anak (CRS) untuk anak-anak dalam kelompok usia yang sama. Studi ini menemukan, 14,5 persen orang tua tidak konsisten menggunakan CRS dengan baik ketika mengemudi dengan anak-anak mereka. Pengemudi yang tidak konsisten menggunakan CRS dengna baik ini lebih cenderung menggunakan ponsel saat mengemudi.

Akhirnya, penelitian ini mengamati perilaku berisiko orang tua atau pengasuh terkait mengemudi, antara lain tidak mengenakan sabuk pengaman dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol, tak peduli apakah anak-anak berada di dalam mobil atau tidak. Para peneliti melihat korelasi langsung antara mengemudi di bawah pengaruh alkohol dengan kemungkinan peningkatan semua jenis penggunaan ponsel saat mengemudi bersama anak-anak di dalam mobil. Semua perilaku mengemudi yang terganggu telepon seluler, selain berbicara di ponsel hands-free, bisa meningkat jika seseorang tidak memakai sabuk pengaman saat mengemudi dengan anak-anak.

“Ketika dokter mendiskusikan keselamatan penumpang anak bersama keluarga, mereka dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mendidik perilaku mengemudi orang tua antara lain penggunaan sabuk pengaman dan penggunaan ponsel saat mengemudi,” kata McDonald. “Jenis pendidikan ini sangat penting sekarang, karena teknologi di dalam kendaraan berubah dengan sangat cepat dan ada peningkatan –dan tampaknya konstan– ketergantungan pada ponsel. Namun, penting juga untuk dicatat bahwa orang tua yang tidak terlibat dalam perilaku berisiko ini, antara lain yang tidak mengenakan sabuk pengaman sebagai sopir atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol, tetap menggunakan ponsel saat mengemudi.”

McDonald mengatakan masih diperlukan penelitian lanjutan di masa depan untuk memahami apakah perilaku mengemudi tidak aman oleh orang tua ini bakal mempengaruhi anak-anak mereka saat menjadi pengemudi muda di masa depan.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.