Stres Ringan pun Bikin Kena Penyakit Kronis

MEPNews.id – Jagalah perasaan dan fikiran untuk selalu stabil dan tenang demi kesejahteraan fisik. Alasannya, bahkan tekanan psikologis tingkat rendah pun dapat meningkatkan risiko penyakit kronis antara lain radang sendi arthritis, gangguan jantung dan kardiovaskuler serta penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK).

Dikabarkan Press Association edisi 12 Juli 2018, temuan ini dari penelitian yang dipimpin Catharine Gale, profesor epidemiologi kognitif Unit Epidemiologi Lifecourse di Medical Research Council, Rumah Sakit Southampton di Inggris. Penelitian mengkaji 16.485 orang dewasa Inggris selama tiga tahun ini hasilnya dipublikasikan di Journal of Psychosomatic Research.

Tekanan psikologis adalah istilah yang menggambarkan berbagai gejala kesehatan mental. Kisarannya mulai dari kecemasan ringan dan depresi hingga penyakit jiwa berat.

Gale mengatakan, “Meski sudah ada bukti hubungan antara tekanan psikologis berat dengan arthritis, COPD, penyakit kardiovaskular dan diabetes, masih ada kesenjangan dalam pengetahuan mengenai hubungan antara tekanan psikologis tingkat rendah dan sedang dan perkembangan penyakit kronis. Maka, temuan ini memiliki implikasi klinis dan kesehatan masyarakat cukup besar.”

Tim peneliti menemukan, bahkan tekanan psikologis tingkat rendah, yakni di bawah tingkat yang biasanya dianggap signifikan secara klinis, tetap bisa meningkatkan risiko penyakit kronis. “Maka, intervensi untuk mengurangi gejala kecemasan dan depresi dapat membantu mencegah timbulnya penyakit kronis bagi beberapa orang-orang,” kata Gale.

Penelitian ini menggunakan data dari UK Household Longitudinal Study (UKHLS) untuk menguji apakah tekanan psikologis terkait perkembangan terakhir dari beberapa penyakit kronis. Studi juga mengkaji apakah hubungan itu bisa dijelaskan oleh kebiasaan kesehatan (antara lain; diet, olahraga dan merokok) atau oleh status sosial ekonomi.

UKHLS dimulai pada 2009 mengumpulkan data tentang kesehatan, faktor psikologis, dan status sosial ekonomi setiap tahun dari sampel populasi 39.802 rumah tangga terpilih di Inggris. Peserta penelitian diminta menunjukkan seberapa sering mereka mengalami 12 gejala umum tekanan psikologis.

Studi menemukan, dibandingkan dengan orang-orang tanpa tekanan psikologis, kemungkinan kena arthritis adalah 57% lebih tinggi pada responden dengan tekanan psikologis tingkat rendah, 72% lebih tinggi pada mereka dengan tekanan psikologis tingkat sedang dan 110% lebih tinggi pada yang punya tekanan psikologis tingkat tinggi.

Untuk penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan orang-orang tanpa gejala tekanan psikologis, risikonya 46% lebih tinggi pada mereka dengan tekanan psikologis tingkat rendah, 77% lebih tinggi pada yang kena tekanan psikologis tingkat sedang dan 189% lebih tinggi pada mereka dengan tingkat tekanan psikologis tinggi.

Untuk COPD, risikonya hanya meningkat pada mereka dengan tekanan psikologis tingkat sedang (125%) atau tinggi (148%). Sementara, tidak ada hubungan signifikan antara tekanan psikologis tingkat rendah dan sedang dengan risiko diabetes.

Gale menambahkan, “Temuan ini memiliki implikasi klinis dan kesehatan masyarakat cukup besar. Skrining untuk tekanan psikologis dapat membantu mengidentifikasi mereka yang berisiko kena radang sendi, COPD dan kardiovaskular. Intervensi untuk memperbaiki kondisi tekanan psikologis dapat membantu mencegah dan membatasi perkembangan penyakit, bahkan untuk orang dengan tekanan psikologis tingkat rendah. ”

Profesor Cyrus Cooper, konsultan rheumatologist dan direktur Unit Epidemiologi Lifecourse di Medical Research Council, mengatakan, “Data yang menarik ini memiliki potensi untuk memiliki dampak besar pada pengembangan dan manajemen penyakit kronis. Tidak hanya dapat menyelamatkan dan mengubah kehidupan, temuan ini juga secara signifikan mengurangi biaya layanan kesehatan.”

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.