Pemilihan Raja dan Musim Kadal

Syaifulloh

Penikmat Pendidikan

MEPNews.id —- Agenda pemilihan raja sudah mulai dekat, hal ini bisa dilihat dari sumber berita yang tersaji lengkap di berbagai media. Hampir semua media menampilkan berita-berita yang mengarahkan pembaca untuk memahami fenomena pemilihan raja. Pemilihan raja yang menjadi magnet tersendiri bagi kehidupan sosial politik negara.

Seiring dengan agenda lima tahunan pemilihan raja ini, rakyat disuguhi berbagai kegiatan dukungan dari kelompok tertentu kepada calon yang dijagokannya. Pendeklarasian dukungan dari sekelompok orang dengan membuat nama gerakan rakyat.

Gerakan rakyat dengan berbagai maksud dan tujuan dukungan digunakan sebagai wahana sosialisasi seolah-olah rakyat sangat mendukungnya. Para panitia menyiapkan segala macam keperluan untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Proposal dengan biaya yang besar diluncurkan kesana kemari untuk mendapatkan donatur kegiatannya. Proposal yang berisi kegiatan sangat wah dan mewah dengan mengundang peserta ratusan ribu orang dari berbagai elemen masyarakat. Proposal yang dibuat sedemikian rupa agar para bohir tertarik menyumbang kegiatan tersebut. Dibuatlah berbagai nama yang menarik agar mereka mendapat berbagai macam suplai mendukung kegiatannya.

Inilah fenomena musim kadal yang terjadi lada setiap pergerakan pemilihan raja atas nama demokrasi. Para kadal akan terus memainkan perannya agar mendapatkan asupan cukup dalam membiayai gerakannya.

Musim kadal ini tidak hanya dikuasai oleh orang tertentu dan kelompok tertentu. Semua orang bisa dibiayai untuk menjadi pendukung setiap agenda yang dilakukan oleh pra kadal.

Terkadang para peserta juga tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pata kadal. Kadal berbusa-busa menerangkan tujuan kegiatan kepada siapapun. Tapi ironisnya para kadal tidak bisa meyakinkan peserta yang diundang mengikuti kegiatan tersebut.

Ada peserta kegiatan yang tidak tahu menahu kegiatan di ikuti, mereka dapat transport dan makan plus tahu tempt yang baru pertama kali dikunjungi. Mereka diajak dan diberi kaos seragam dan berbagai atribut lainnya yang disiapkan oleh kadal dan panitianya.

Serombongan anak ingusan tak luput dari serbuan para kadal, yang penting diberi seragam kaos walaupun kaosnya kedodoran. Bagi para kadal itu tidak pe ting yang terpenting bisa menunjukkan kerumunan. Pun sebaliknya bagi para undangan yang diberi transport mereka asyik dengan kegiatan tersendiri mondar mandir di tempat acara. Bagi mereka yang penting senang bisa berlibur gratis, transport dan makan.

Tak lupa para kadal juga mengundang pra sesepuh di acaranya suapaya lebih bergairah dan seolah-olah mendapat dukungan penuh dari penduduk negeri pada edisi penjilatannya. Kreativitas para kadal akan terus bergema seiring dengan semakin dekatnya pilihan raja tahun depan mendatang.

Ada juga kelompok yang mengaku ulama muda yang terlalu muda karena mereka banyak yang masih kanak-kanak dan diberi seragam kaos untuk meramaikan acara kumpulan para ulama. Ulama anak-anak yang masih bau kencur laki-laki perempuan diangkut naik bis untuk meramaikan kegiatan dalam rangka menyenangkan agenda yang dijalankan untuk memperkuat opini dukungan.

Antara kadal dan dikadalin menjadi tontonan yang menyenangkan bagi setiap orang. Semakin mendekati pilihan raja, deklarasi akan semakin tak terbendung jumlahnya. Berbagai nama dan sebutan kelompok-kelompok baru akan bermunculan bak jamur di musim hujan. Mereka berlomba-lomba jadi kadal untuk mendapatkan perhatian dari yang didukungnya.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.