Inovasi Mahasiswa, ’Aerial Fogging System’ Tingkatkan Produktivitas Susu Sapi Perah

TIGA mahasiswa FKH UNAIR yang menciptakan inovasi aerial fogging berbasis animal welvare untuk meningkatkan produk susu sapi perah di Indonesia. (Foto: Dok PKM-KC)

 

MEPNews.id – Peningkatan komsumsi susu secara nasional belum dapat dipenuhi oleh produksi susu di dalam negeri. Artinya permintaan belum bisa dipenuhi oleh produksi. Ini merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi pemerintah dan juga industri peternakan.
Hal ini antara lain akibat dari keadaan usaha peternakan sapi perah di negeri ini yang belum memenuhi kriteria standar peternakan, selain persoalan musim yang mulai tidak menentu, khususnya musim kemarau dimana iklim Indonesia tegolong tropis dengan kisaran suhu 18 hingga 38 oC.
Suhu sekian itu mengakibatkan sapi-sapi perah yang ada di Indonesia menglami cekaman panas. Misalnya yang harus diterima oleh sapi perah jenis Fries Holstein, sehingga pada dasarnya bisa menyebabkan heat stress dan dapat menurunkan produktivitas susu sapi perah.
Berdasarkan permasalahan itulah, Zulfan Adzhar, Abi Farhan Ramadhan, dan Iollanstallza Simangunsong, ketiganya mahasiswa Fakultas Kedokteran hewan (FKH) Universitas Airlangga berhasil membuat terobosan teknologi dengan sistem aerial fogging berbasis animal welfare yang dapat mendukung produktivitas susu di Indonesia.
Dibawah bimbingan Hana Eliyani, M.Kes., Drh., staf pengajar FKH UNAIR, laporan keberhasilan mahasiswa tersebut yang berjudul ”Aerial Fogging System Berbasis Animal Welfare Pada Peternakan Sapi Perah Dalam Mendukung Produktivitas Susu di Indonesia”, diterima oleh Kemenristekdikti dan memperoleh dana pengembangan dalam program PKM tahun 2018. Kreativitas karya ketiga mahasiswa FKH UNAIR tersebut masuk dalam bidang PKM Karsa Cipta (PKM-KC).
Dijelaskan oleh Zulfan Adzhar selaku ketua tim PKM-KC ini, bahwa prinsip kerja alat menggunakan sistem aerial fogging ini adalah dengan memanfaatkan kabut yang terkumpul dalam jerigen yang telah berisi alkohol 98% sebanyak 1 liter. Alkohol ini sebagai tambahan bahan pendingin untuk meminimalisir kerusakan ozon dengan penggunaan prinsip penguapan.
Evaporasi memanfaatkan aerial fogging ini sebagai alat evaporator melalui pengaturan pada Control Aerial System dengan durasi waktu tertentu. Pengaktifan fogger dapat disesuaikan dengan timer maupun secara manual dengan pemutaran knop/katup atau dengan pengaturan computer control system yang telah terpasang sensor suhu ruangan dan membandingkannya dengan suhu stress sapi perah.
”Ketika sensor suhu yang mendeteksi suhu ruang melebihi standar suhu stress sapi perah, maka microcontroller akan aktif dan water pump akan bekerja mengalirkan mixing air tampungan dan alkohol 95% menuju aerial spraying,” kata Zulfan.
”Jadi mixing air dan alkohol itu yang nantinya akan disemprotkan ke area kandang sapi hingga suhu kandang sesuai dengan standar suhu sapi stress yang telah sebelumnya sudah di-setting (diatur), sehingga diharapkan tingkat stress sapi akan menurun dan berdampak pada peningkatan produksi susunya,” imbuh Zulfan Adzhar memungkasi keterangannya. (Cca)

Aerial Fogging - kumparan(1)

KOMPONEN inovasi alat pada sistem aerial fogging untuk mengatur suhu sekitar kandang, guna meningkatkan produktivitas susu sapi perah. (Foto: Dok PKM-KC)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.