Knock Out alias KO

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —- Jika setelah 90 menit bertanding salah satu kesebelasan tim sepak bola dalam piala dunia ada yang kalah, jika setelah usaha untuk menang ternyata hasilnya gagal, adakah diantara kita yang mengetahui kejadian apakah yang akan menimpa kesebelasan gagal atau si tak sukses dikemudian hari? Apakah tertimpa kegagalan demi kegagalan lagi, lagi, dan lagi? Ataukah karena ikhlas dengan kegagalan hari ini akan berbuah kemenangan tak terduga atau entah dalam bentuk apa di esok hari?

Tentunya hanya Allah yang mengetahui kepastiannya. Lagu lamanya berbunyi: manusia berusaha, Tuhan menentukan. Akan tetapi bagaimana kita mengetahui Tuhan ikut ingin gagal terhadap kerja keras sebuah tim yang telah berlaga susah payah pontang-panting di lapangan? Bagaimana kita mengerti persis bahwa yang oke menurut Tuhan untuk kali ini adalah kekalahan?

Kalau Tuhan yang menghendaki kekalahan pasti ada hikmah dan penyelamatan yang mungkin secara durasi jangka panjang baru kita ketahui. Tapi bagaimanakah andai kita tak kunjung tahu hingga akhir hayat pun, bahwa sebuah kegagalan yang telah terjadi tersebut ternyata Tuhan juga sangat menginginkan? Bagaimana jika selamanya kita tak kunjung menemukan kenyataan bahwa Tuhan turut “merusak, membikin gugup, bingung dan lupa, menjadi tak berkosentrasi dan ngawur” sehingga kalah, gagal dan terbengkalai?

Perlukah kita tahu? Mengapa kita perlu tahu? Bukankah kebanyakan kegagalan karena kesombongan dan keangkuhan diri kita sendiri? Kenapa ikut mengira-ngira apalagi menyangka serta memastikan bahwa Tuhan turut menghendaki dan sangat oke terhadap sebuah kegagalan? Apakah Tuhan bisanya hanya bisa mensukseskan dan tak bisa turut dan setuju menggagalkan sehingga terhadap kegagalan senantiasa diasumsikan merupakan murni karena kebodohan si gagal itu sendiri?

Sehingga kemudian kita bermanja ria: kalau Tuhan turut serta membikin kegagalan, maka wajar dong jadi kalah, lha wong yang menghendaki kalah adalah Tuhan? Siapakah yang bisa menang melawan kehendak Tuhan? Adakah kekuasaan serta kekuatan seluruh isi langit dan bumi mampu mengalahkan kehendak Tuhan? Dan bagaimana jika dari setiap rentetan pertanyaan tersebut kita tak pernah benar-benar menemukan jawaban yang pasti sepasti-pastinya dan yang paling benar sebenar-benarnya?

Silahkan direnungi atau mungkin mencoba mencari jawabannya sendiri atau tak direnungi pun tak apa. Saya sendiri angkat tangan. Ngopi dan pergi dari majelis tafakkur singkat dalam diri setelah isya’ sembari kagum dengan orang-orang kalah yang gagah, yang santai dan tenang-tenang saja. Tak takut dibully. Dicaci maki pun monggo. Difitnah serta dibeber aibnya pun monggo.

Kalau saya yang dibully, langsung pusing dan knock out alias KO-lah stamina diri ini. Stamina orang-orang kalah memang harus selalu tetap sigap dan prima. (Banyuwangi, 11 Juli 2018)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.